Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fahd Pahdepie Luncurkan 2045 Hz, Buku tentang Frekuensi dan Arah Masa Depan Bangsa

Kompas.com, 19 Desember 2025, 12:35 WIB
Peluncuran Buku 2045 Hz Sumber Gambar: Dok. Kepustakaan Populer Gramedia Peluncuran Buku 2045 Hz
Rujukan artikel ini:
2045 Hz: Frekuensi Masa Depan…
Pengarang: Fahd Pahdepie
|
Editor Novia Putri Anindhita

Jakarta, 18 Desember 2025 − Penulis dan pemikir muda Fahd Pahdepie meluncurkan buku terbarunya berjudul 2045 Hz, sebuah karya reflektif yang mengajak generasi muda meninjau ulang arah perjalanan bangsa menuju satu abad Indonesia merdeka.

Buku ini diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) bekerja sama dengan Pear Press.

Dalam 2045 Hz, Fahd menawarkan cara pandang baru terhadap pembangunan bangsa.

Ia tidak semata berbicara tentang program dan kebijakan, melainkan mengajak pembaca memahami Indonesia sebagai ruang kesadaran bersama yang perlu diselaraskan kembali.

Buku ini diposisikan sebagai manifesto generasi yang ingin melihat masa depan bangsa dengan imajinasi, harapan, dan arah yang lebih jernih.

“Hari ini kita membutuhkan frekuensi bersama, di mana setiap anak bangsa merasa terhubung, terlibat, dan optimistis tentang masa depan Indonesia. Yang terjadi justru sebaliknya. Banyak orang merasa terasing, pesimis, bahkan kehilangan rasa memiliki. 2045 Hz adalah ajakan untuk menyetel ulang arah itu,” ujar Fahd dalam peluncuran buku.

Peluncuran Buku 2045 Hz Peluncuran Buku 2045 Hz

Melalui buku ini, Fahd memperkenalkan rumus Energi Peradaban (EP) yang dirumuskan sebagai:

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

EP = (Narasi × Imajinasi × Tata Kelola) ÷ Disparitas.

Menurutnya, bangsa dapat melompat jauh jika memiliki narasi kolektif yang menyatukan, imajinasi masa depan yang hidup, serta tata kelola yang berintegritas, sembari menyadari bahwa disparitas kesadaran masih menjadi tantangan besar di tengah masyarakat.

Peluncuran buku 2045 Hz digelar di Aula Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, dan dihadiri lebih dari 250 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, aktivis, serta tokoh muda.

Sejumlah pembahas hadir memberikan respons, di antaranya Asisten Khusus Presiden RI Dirgayuza Setiawan, Staf Khusus Menko PMK Ferro Ferizka, Sherly Annavita, Nadia S. Habibie, Ali Affandi, Arih Budi Utomo, serta akademisi Prof. Didik J. Rachbini dan Dr. Aan Rukmana.

"Saya menyambut buku ini, bangsa ini memang memerlukan narasi kolektif untuk tetap bersatu dan tidak tercerai berai, hari ini dan ke depan." Kata Dirgayuza dalam ulasannya.

“Gagasan besar tentang bangsa sering lahir dari ruang kampus. Diskusi seperti ini penting untuk menjaga imajinasi dan arah generasi muda,” ujar Aan Rukmana.

Project Manager kegiatan, Muhammad Adam, menyampaikan bahwa 2045 Hz tidak berhenti sebagai buku.

Ke depan, gerakan ini direncanakan melakukan roadshow ke berbagai kota di Indonesia untuk membuka ruang percakapan publik dan memperkuat optimisme generasi menuju 2045.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau