Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puncak Festival Literasi Anak Rimba Kata Resmi Dimulai, Soroti Perkembangan Dunia Buku Anak Indonesia

Kompas.com, 2 Mei 2026, 17:25 WIB
Festival Literasi Anak Rimba Kata Sumber Gambar: Dok. KPG Festival Literasi Anak Rimba Kata
Rujukan artikel ini:
Aku Bisa Melindungi Diriku -…
Pengarang: Yanne TW
|
Editor Novia Putri Anindhita

Puncak Festival Literasi Anak Rimba Kata resmi dimulai pada Jumat, 1 Mei 2026, di Bintaro Xchange Mall 2, Tangerang Selatan.

Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya mendorong minat baca dan literasi anak di Indonesia melalui pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan dekat dengan dunia anak-anak.

Pembukaan puncak festival diawali dengan gelar wicara yang menghadirkan sejumlah tokoh inspiratif di bidang pendidikan dan literasi, dipandu oleh Natalie Indry dan disambut antusiasme pengunjung.

Dalam kesempatan tersebut, Najeela Shihab selaku pendidik mengatakan buku adalah alat pemantik daya pikir kritis anak dan alat untuk menjadikan mereka berdaya.

Untuk dapat mengembangkan potensi anak secara utuh, anak harus diberikan kesempatan dan akses kepada buku-buku tersebut dari orang tua dan lingkungan sekitar.

“Buku itu alat untuk berdaya, tapi kuncinya hanya satu: harus dapat kesempatan dari orang tua dan guru. Kalau buku hanya dibaca dan ditamatkan, tidak jadi bagian dari percakapan, pada akhirnya rasa berdaya itu jadi tidak ada,” ujar Najeela.

Sementara itu, Herdiana Hakim, seorang akademisi dan pemerhati sastra anak, mengatakan bahwa saat ini, sastra anak di Indonesia semakin beragam dan dipenuhi tema-tema menarik, seperti inklusivitas dan hubungan manusia dengan alam.

Selain itu, tema-tema kesetaraan gender juga mulai banyak diangkat.

Hal ini menjadi kabar baik bagi para orang tua dan pendidik.

Herdiana juga menanggapi pernyataan Najeela tentang rasa berdaya anak.

Menurutnya, memandang anak sebagai pembaca aktif adalah salah satu bentuk keberdayaan tersebut.

“Menurut saya, yang lebih penting adalah perspektif terhadap anak yang dibawa oleh penulis dan ilustrator dalam buku. Ini berkaitan dengan rasa berdaya. Cerita dalam buku jangan hanya menyampaikan pesan moral secara eksplisit dan instruktif, jadi tidak ada ruang (anak) untuk berpikir kritis,” ungkapnya.

Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Mukhlis, juga menyoroti perkembangan iklim perbukuan di ranah pendidikan.

Mukhlis menyadari bahwa buku-buku saat ini sudah bertransformasi, dari yang hanya sekadar untuk dihafal, menjadi punya nilai kebermanfaatan yang lebih baik dan membuat kegiatan belajar-mengajar menjadi lebih menyenangkan.

Direktur Penerbitan dan Edukasi Gramedia, Adi Ekatama, mengungkapkan salah satu alasan penting di balik diselenggarakannya Festival Literasi Anak Rimba Kata.

Adi menyatakan bahwa mengupayakan pertumbuhan minat baca adalah tanggung jawab penerbit dan toko buku.

Selain itu, Gramedia, lewat Rimba Kata, juga ingin menanamkan rasa cinta anak pada buku dan Gramedia.

Harapannya, anak-anak tersebut dapat kembali sebagai pembaca dan pencinta buku-buku Gramedia.

“Katanya, minat baca di Indonesia rendah. Saya sendiri merasa, mungkin ini tanggung jawab Gramedia juga sebagai penerbit dan toko buku yang mungkin paling lama bergerak di bidang literasi. Apakah akses yang kita berikan ke masyarakat kurang baik, atau mungkin cara kita menjual buku kurang populer, dan sebagainya. Rimba Kata ini salah satu upaya Gramedia untuk menjawabnya,” ujar Adi.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Selama tiga hari pelaksanaan puncak festival, pengunjung disuguhkan berbagai kegiatan menarik yang dirancang untuk mengisi waktu liburan keluarga dengan aktivitas yang bermanfaat.

Acara dibagi ke dalam dua panggung utama, Panggung Rimba dan Panggung Saga, yang diisi beragam kegiatan.

Pada hari pertama, selepas pembukaan, Panggung Rimba diisi dengan dongeng interaktif, grand final lomba tahfiz, hingga sesi edukasi parenting dari Wimili Childcare dan bahasan tentang pertanyaan anak yang sulit dijawab oleh orangtua melalui acara Kulik Teka-Teki Anak.

Sementara di Panggung Saga, pengunjung dapat mengikuti berbagai sesi edukatif, seperti “Jago Jaga Diri”, “Screen Time vs. Story Time”, hingga diskusi tentang emosi anak dan sesi bercerita bersama penulis ternama.

Hari kedua menghadirkan suasana yang tak kalah meriah.

Panggung Rimba dipenuhi kegiatan kreatif, seperti “Aku Pelindung Rimba”, dongeng interaktif oleh Awam Prakoso, hingga pertunjukan hiburan Magic & Bubble Show yang dibawakan oleh pesulap Rudy.

Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah diskusi “Dari Animasi ke Dunia Literasi” yang menghubungkan dunia hiburan anak dengan pentingnya membaca.

Di sisi lain, Panggung Saga menghadirkan diskusi menarik bersama pembicara dengan beragam topik, seperti diskusi buku bertema isu lingkungan, berbagi kisah kepenulisan kreatif, dan diskusi cara pengajaran matematika yang asyik.

Memasuki hari ketiga, festival ditutup dengan rangkaian acara yang tak kalah seru.

Panggung Rimba menghadirkan lomba mewarnai, pentas bakat, hingga sesi bermain bersama karakter favorit anak, seperti Bobo dan Kiko.

Suasana semakin hangat dengan sesi “Cerita Hebat dari Keluarga Hemat & Saga Berbagi Buku” yang mengangkat nilai kebersamaan dalam keluarga melalui literasi.

Sementara itu, Panggung Saga menyuguhkan berbagai kegiatan kreatif, seperti workshop menulis, storytelling, hingga workshop robotik yang memperkenalkan teknologi kepada anak-anak secara menyenangkan.

Selain rangkaian acara yang telah disebutkan, pengunjung juga dapat menikmati berbagai area interaktif, seperti Taman Baca, Kebun Warna, Pajang Karya, Petak Nostalgia, Pohon Cerita, Area Bermain Youvit, dan Langit Imajinasi.

Kehadiran zona-zona ini melengkapi pengalaman berkunjung sehingga festival terasa edukatif sekaligus menyenangkan bagi seluruh keluarga.

Secara keseluruhan, Festival Literasi Anak Rimba Kata tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah edukasi yang memperkaya pengalaman belajar anak.

Pendekatan yang interaktif membuat literasi terasa dekat dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Informasi lengkap tentang Festival Literasi Anak Rimba Kata dapat diakses melalui Instagram @rimbakata.id.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau