Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rebound Relationship, Apakah Itu Cinta atau Hanya Kebutuhan Sesaat?

Kompas.com, 25 Januari 2024, 12:00 WIB
Rebound Relationship Sumber Gambar: Freepik.com Rebound Relationship
Rujukan artikel ini:
Cinta Di Segala Musim Berani…
Pengarang: Tim Cinta Setara
|
Editor Ratih Widiastuty

Setelah mengalami kegagalan dalam hubungan, banyak orang merasa terjebak dalam kekosongan emosional.

Dalam usaha untuk mengisi kekosongan tersebut, beberapa individu cenderung terjun ke dalam suatu hubungan yang dikenal sebagai "rebound relationship".

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang rebound relationship, apa yang memengaruhinya, dan apakah itu benar-benar merupakan jalan yang sehat untuk menyembuhkan luka hati.

Rebound Relationship

Rebound relationship adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan hubungan yang terjadi dengan cepat setelah berakhirnya hubungan sebelumnya.

Dalam rebound relationship, seseorang terlibat dalam hubungan baru tanpa memberikan waktu yang cukup bagi dirinya sendiri untuk menyembuhkan luka hati dan memulihkan diri secara emosional setelah putus cinta.

Secara umum, rebound relationship terjadi ketika seseorang mencari pengganti atau penghiburan setelah hubungan sebelumnya berakhir.

Motivasi utama dalam rebound relationship sering kali bukanlah karena adanya cinta yang mendalam atau kecocokan jangka panjang, tetapi lebih karena kebutuhan akan perhatian, keamanan, atau kesenangan sesaat.

Rebound relationship sering kali bersifat sementara dan rentan terhadap ketidakstabilan.

Beberapa orang yang terlibat dalam rebound relationship mungkin masih terikat emosional dengan mantan pasangan mereka dan belum sepenuhnya pulih dari hubungan sebelumnya.

Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan emosional dan ketidakadilan dalam hubungan baru.

Penting untuk diingat, bahwa setiap individu dan situasi rebound relationship bisa berbeda.

Beberapa rebound relationship dapat berkembang menjadi hubungan yang sehat dan berkelanjutan jika kedua pihak terlibat secara jujur, terbuka, dan memberikan waktu yang cukup untuk pemulihan emosional.

Namun, ada juga kemungkinan bahwa rebound relationship tidak akan bertahan dalam jangka panjang karena dasar yang rapuh dan kurangnya kesiapan emosional dari salah satu atau kedua belah pihak.

Dalam konteks keseluruhan, penting bagi individu yang baru saja mengalami putus cinta untuk memberikan waktu bagi diri mereka sendiri untuk menyembuhkan, mengenal diri sendiri lebih baik, dan memproses emosi mereka sebelum terjun ke dalam hubungan baru.

Alasan Seseorang Melakukan Rebound Relationship

Berikut ini, ada beberapa alasan mengapa orang mungkin terjun ke dalam rebound relationship:

1. Kesepian dan Kebutuhan Emosional

Setelah putus cinta, seseorang mungkin merasa kesepian dan terluka secara emosional.

Rebound relationship dapat menjadi cara untuk mengisi kekosongan ini dan merasa dicintai atau diinginkan kembali.

2. Menghindari Rasa Sakit

Beberapa orang mungkin tidak ingin menghadapi rasa sakit dan kesedihan yang muncul setelah berakhirnya hubungan sebelumnya.

Dengan terjun ke dalam rebound relationship, mereka dapat mengalihkan perhatian mereka dari rasa sakit tersebut.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

3. Mencari Validasi

Setelah putus cinta, seseorang mungkin meragukan diri mereka sendiri dan merasa tidak diinginkan.

Rebound relationship dapat memberikan dorongan kepercayaan diri dan validasi bahwa mereka masih menarik dan berharga.

Apakah Rebound Relationship Itu Baik?

Meskipun rebound relationship mungkin memberikan sejumput kenyamanan dan pemulihan emosional yang sementara, penting untuk mempertimbangkan apakah hubungan tersebut sehat dalam jangka panjang.

Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah:

1. Waktu untuk Menyembuhkan

Setelah berakhirnya hubungan yang signifikan, penting bagi seseorang untuk memberikan waktu untuk menyembuhkan diri secara emosional.

Rebound relationship sering kali terjadi terlalu cepat dan tidak memberikan cukup waktu bagi seseorang untuk memproses dan menyembuhkan luka hati mereka.

2. Kesetaraan Hubungan

Dalam rebound relationship, ada kemungkinan bahwa salah satu individu terlibat lebih dalam daripada yang lain.

Salah satu pasangan mungkin hanya menggunakan hubungan tersebut sebagai pengganti mantan pasangan mereka, sementara yang lainnya mungkin mengharapkan hubungan yang serius.

Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan ketidakpuasan dan kekecewaan.

3. Menghadapi Masalah Hubungan

Terjun ke dalam rebound relationship dapat menghambat proses penyembuhan emosional yang sebenarnya.

Seseorang mungkin menghindari masalah dan perasaan yang muncul setelah putus cinta, hal ini yang pada akhirnya akan terus menghantuinya di masa depan.

Nah, itulah pembahasan mengenai rebound relationship yang wajib kamu ketahui.

Penting bagi seseorang untuk memberikan waktu bagi diri mereka sendiri untuk menyembuhkan luka hati dan menghadapi emosi yang muncul setelah berakhirnya hubungan sebelumnya.

Namun, jika seseorang memutuskan untuk terjun ke dalam rebound relationship, penting untuk berkomunikasi secara jujur dan terbuka dengan pasangan mengenai harapan dan perasaan masing-masing.

Dengan membaca buku Cinta Di Segala Musim Berani Menghadapi Setiap Musim dalam Hubungan Percintaan yang ditulis oleh Tim Cinta Setara akan membantumu menjawab semua persoalan tentang hubungan.

Dalam setiap hubungan percintaan memiliki kelebihan dan kekurangan, serta resiko yang harus dihadapi.

Buku ini akan memberikan informasi yang dapat menjadi amunisi untuk para pembaca yang sedang menjalin hubungan percintaan.

Harapannya para pembaca buku ini akan berani mencinta dan membangun relasi yang sehat dan bahagia.

Dapatkan segera buku Cinta Di Segala Musim Berani Menghadapi Setiap Musim dalam Hubungan Percintaan hanya di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

buku
Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

buku
6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

buku
Tren

Tren "Marriage Is Scary": Benarkah Menikah Adalah 'Ijazah Kelulusan' Hidup yang Wajib Dikejar?

buku
Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

buku
Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

buku
Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

buku
Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

buku
Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

buku
Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

buku
Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

buku
Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

buku
Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

buku
7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

buku
Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

buku
Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau