Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daftar 7 Kota Tertua di Indonesia, di Mana Saja?

Kompas.com, 12 April 2023, 10:00 WIB
Kota Tertua di Indonesia  Sumber Gambar: Pixabay.com Kota Tertua di Indonesia 
Rujukan artikel ini:
Sejarah Indonesia 1 Program Wajib…
Pengarang: M. Habib Mustopo, Hermawan,…
|
Editor Puteri

Meski usia kemerdekaan Indonesia baru memasuki 78 tahun, tetapi sejumlah kota di Tanah Air memiliki usia lebih dari ratusan tahun.

Usia yang terhitung lebih dari ratusan tahun membuatnya mendapat julukan sebagai kota tertua.

Hal itu juga didukung dengan prasasti maupun sejumlah peninggalan sejarah yang ditemukan di kota-kota tertua di Indonesia tersebut.

Terkadang, sejumlah orang menilai kota tertua berdasarkan peran pentingnya dalam sejarah pembangunan bangsa.

Salah satu kota yang sering dianggap sebagai kota tertua di Indonesia adalah Jakarta yang keberadaannya dianggap penting sejak masa kerajaan.

Bahkan, namanya berganti-ganti sejak abad ke-14 mulai dari Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia hingga saat ini dikenal sebagai DKI Jakarta.

Lalu, di mana saja kota tertua di Indonesia? Simak daftarnya di bawah ini.

Daftar Kota Tertua di Indonesia

1. Palembang, Sumatera Selatan

Kota Palembang berdiri sejak Juni 682 Masehi dan terhitung telah berusia sekitar 1341 tahun.

Bukti dari keberadaan Palembang sebagai kota tertua di Indonesia terdapat dalam prasasti Kedukan Bukit tertulis tanggal 16 Juni 682 Masehi yang ditemukan di Bukit Siguntang.

Kata Palembang sendiri diambil dari bahasa Melayu yang terdiri dari kata pa atau pe yang berarti sebagai kata tunjuk suatu tempat dan lembang artinya genangan air.

Pengambilan nama tersebut diambil lantaran wilayah Palembang dulunya dikelilingi oleh banyak air.

Kota yang identik dengan ciri khas makanan berupa pempek ikan tenggiri ini juga dianggap sebagai salah satu dari pusat Kerajaan Sriwijaya sejak abad ke-7.

2. Salatiga, Jawa Tengah

Salatiga termasuk kota tertua di Indonesia berusia sekitar 1.271 tahun yang sudah ada sejak 24 Juli 750 Masehi sebagai wilayah perdikan, yaitu wilayah tanpa pajak untuk para ulama.

Hal itu dibuktikan berdasarkan Prasasti Plumpungan yang ditemukan di Dukuh Plumpungan, Kauman Kidul, Sidorejo.

Tanggal pada prasasti tersebut juga kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Salatiga yang diatur dalam Peraturan Daerah Tingkat II Nomor 15 Tahun 1955 tentang Hari Jadi Kota Salatiga.

Tak hanya sebagai kota tertua, Salatiga juga dijuluki kota terindah di Jawa Tengah didukung dengan faktor geografis, udara sejuk dan letaknya yang strategis berada di tengah-tengah kabupaten Semarang.

3. Kediri, Jawa Timur

Kota tertua di Indonesia lainnya adalah Kota Kediri yang terletak di Jawa Timur dengan perkiraan usia keberadaannya mencapai 1.144 tahun.

Berdasarkan Prasasti Kwak, Kota Kediri telah berdiri pada 27 Juli 879 Masehi sekaligus menjadi lokasi Kerajaan Kediri pada zaman dulu.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Kota ini termasuk kota terbesar ketiga di Provinsi Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang.

Selain itu, Kediri merupakan ibukota dari beberapa kota dan kabupaten yang termasuk dalam Karesidenan Kediri, yaitu Kabupaten Kediri, Nganjuk, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek.

4. Magelang, Jawa Tengah

Berdasarkan Prasasti Mantyasih, Kota Magelang telah berdiri sejak 11 April 907 atau kini berusia sekitar 1.116 tahun.

Kota yang dikenal sebagai Kota Sejuta Bunga ini dulunya merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno.

Selain termasuk sebagai kota tertua di Indonesia, Magelang juga menjadi bagian dari simbol keagungan ajaran Buddha dilihat dari keberadaan Candi Borobudur yang megah.

5. Banda Aceh, Aceh

Banda Aceh termasuk kota tertua di Indonesia yang dibangun oleh Sultan Alaiddin Johan Syah pada 22 April 1205 Masehi dan kini berusia sekitar 817 tahun.

Bukti awal berdirinya pembangunan Kota Banda Aceh tercatat dalam naskah pembangunan Ibu Kota Baru oleh Sultan.

Kota Islam tertua di Asia Tenggara ini dulunya juga merupakan pusat Kerajaan Aceh sekaligus dianggap tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia.

6. Surabaya, Jawa Timur

Surabaya adalah Ibu Kota provinsi Jawa Timur yang telah berdiri sejak 31 Mei 1293 atau saat ini berusia sekitar 730 tahun.

Penetapan tanggal berdiri Kota Surabaya juga bertepatan dengan kemenangan pasukan Majapahit dengan kerajaan Mongol utusan Kubilai Khan.

Pembangunan kota ini juga tak lepas dari peran Sunan Ampel atau juga dikenal dengan nama Raden Rahmat yang datang bersama ribuan warga dari luar Surabaya dalam menyebarkan agama Islam.

7. Baubau, Pulau Buton, Sulawesi Utara

Baubau terletak di wilayah Indonesia timur, tepatnya di Pulau Buton, Sulawesi Utara.

Kota ini telah berdiri sejak 17 Oktober 1541 dan diyakini sebagai pusat Kerajaan Buton atau Wolio yang berdiri pada awal abad ke-15 atau sekitar tahun 1401-1499.

Bukti peninggalan sejarah kota yang kini berusia 482 tahun ini dapat dilihat di objek wisata Kompleks Kerajaan Buton yang memperlihatkan banyak peninggalan masa kejayaan kerajaan tersebut.

Mengenal kota tertua di Indonesia tak lepas dari mempelajari bagaimana sejarah awal mula berdirinya.

Nah, salah satu buku yang dapat menjadi pilihan untuk mempelajari sejarah terutama bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah buku Sejarah Indonesia 1 Program Wajib untuk SMA Kelas 10.

Buku ini disusun berdasarkan Kurikulum 2013 edisi revisi 2016 yang dapat menjadi referensi kajian dari peristiwa sejarah di Indonesia.

Dalam buku ini, materi dijelaskan secara kontekstual dan memberikan kesempatan bagi pembaca untuk mengembangkan pemikirannya dalam mencari tahu tentang informasi seputar nilai sejarah baik lokal maupun global.

Buku Sejarah Indonesia 1 Program Wajib untuk SMA Kelas 10 dapat kamu beli hanya di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

buku
Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

buku
6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

buku
Tren

Tren "Marriage Is Scary": Benarkah Menikah Adalah 'Ijazah Kelulusan' Hidup yang Wajib Dikejar?

buku
Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

buku
Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

buku
Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

buku
Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

buku
Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

buku
Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

buku
Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

buku
Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

buku
Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

buku
7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

buku
Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

buku
Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau