Mengapa Kita Dianjurkan untuk Saling Menasihati Antar Sesama? Ini Menurut Pandangan Islam

Lihat Foto
Sumber Gambar: pixabay.com
Mengapa Kita Dianjurkan untuk Saling Menasihati Antar Sesama
Rujukan artikel ini:
Hikmah Qur`ani Dalam Nasihat Para…
Pengarang: Ramdhani Abdurrahim
|
Editor: Ratih Widiastuty

Kehidupan manusia saling memengaruhi antara satu dengan lainnya yang kemudian menciptakan sebuah kehidupan sosial dalam masyarakat.

Dalam menjaga hubungan sosial yang baik, tercipta aturan serta anjuran untuk saling menasihati antar sesama terutama dalam hal kebaikan.

Anjuran saling menasihati antar sesama salah satunya tertuang dalam ajaran agama Islam, yaitu pada Al-Qur’an dan Hadist.

Lalu, apa itu nasihat dan mengapa kita dianjurkan untuk saling menasihati antar sesama? Berikut penjelasannya menurut pandangan Islam.

Pengertian Nasihat

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, nasihat merupakan bentuk kata baku dari nasehat yang berarti ajaran atau pelajaran baik.

Nasihat juga bisa berarti ibarat yang terkandung dalam suatu cerita dan sebagainya atau termasuk moral.

Sedangkan dalam Islam, nasihat dipahami sebagai bentuk kasih sayang serta kepedulian sesama antar manusia.

Sementara menasihati antar manusia terutama sesama muslim merupakan bagian dari hak dan adab dalam Islam.

Anjuran Saling Menasihati Antar Sesama Menurut Pandangan Islam

Adapun penjelasan mengapa kita dianjurkan untuk saling menasihati antar sesama, telah diajarkan dalam Islam dan termasuk sebagai salah satu ciri orang beriman.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al Ashr ayat 3 bahwa salah satu ciri orang beriman yaitu mereka yang saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, bunyinya:

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ

(illallaziina aamanuu wa ‘amilush-shoolihaati wa tawaashou bil-haqqi wa tawaashou bish-shobr)

Artinya: “kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”

Selain itu, Rasulullah SAW juga mengisyaratkan tentang bab pentingnya menasihati antar sesama yang tertuang dalam Hadist Riwayat (HR) Jarir bin Abdullah.

“Aku berbaiat (bersumpah) kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam untuk selalu mendirikan sholat, memberikan zakat dan memberi nasehat baik kepada setiap Muslim.” (HR. Jarir bin Abdullah)

Dalam Islam, menasihati antar sesama Muslim bisa dilakukan apabila yang bersangkutan secara terbuka meminta untuk dinasihati.

Sebab, menasihati termasuk wujud dari rasa cinta dan peduli untuk menjauhkan dari kebuntuan agar tetap menjalankan perilaku sesuai batas-batas yang telah ditentukan baik secara umum maupun berdasarkan syariat agama.

Adab Memberikan Nasihat dalam Islam

Memberikan nasihat menurut pandangan Islam harus dilakukan dengan adab yang benar.

Setidaknya, terdapat lima adat memberikan nasihat dalam Islam yang perlu diketahui menurut Abdul Aziz bin Fahi as-Sayyid Nada dalam buku Organizational Citizenship Behavior di Bank Syariah.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

1. Niat yang Benar

Memberikan nasihat harus didasarkan hanya untuk mengharapkan ridha Allah dan saling mengingatkan antar manusia dalam kebaikan.

2. Menasihati dengan Bahasa yang Sopan dan Santun

Menurut anjuran dalam Islam, memberikan nasihat harus dilakukan dengan bahasa yang sopan dan santun.

Jika tidak bisa melakukannya, lebih baik disarankan untuk diam daripada harus menasihati dengan kata-kata yang menyakitkan.

Hal tersebut sebagaimana diterangkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah bersabda yang bunyinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka katakanlah yang baik atau berdiam diri.”

3. Dilarang Memberikan Nasihat di Depan Orang Banyak

Islam menganjurkan untuk tidak menasihati orang yang dinasihati di depan banyak orang karena akan dianggap mempermalukannya.

Menurut Imam Syafi'i, sebaiknya nasihat diberikan tanpa harus didengar orang lain dan jauhi nasihat di tengah keramaian manusia karena bisa termasuk menjadi salah satu jenis caci maki.

4. Tetap Bersabar Meski Nasihat Mendapatkan Respon Negatif

Ketika mendapatkan respon negatif saat memberikan nasihat, kita disarankan untuk bersabar terlebih jika nasihat tersebut bertujuan agar terhindar dari keburukan atau kenistaan.

Mengingatkan tentang kebaikan memang bukan perkara mudah sehingga harus dilakukan dengan banyak sabar.

5. Memberikan Nasihat Sesuai dengan Ilmu yang Dimiliki

Ketika ingin memberikan nasihat, disarankan sebisa mungkin sesuai dengan ilmu yang dimiliki dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pasalnya, setiap apa yang kita lihat, dengar, dan hati nurani nantinya akan diminta pertanggungjawaban kelak di akhirat.

Berbicara tentang nasihat dalam Islam, sejumlah ulama juga mempunyai ragam nasihat yang dikorelasikan dengan ayat-ayat Al-Qur’an.

Hal tersebut salah satunya dikumpulkan secara ringkas dalam buku Hikmah Qur’ani Dalam Nasihat Para Ulama.

Buku yang ditulis oleh Ramdhani Abdurrahman ini akan mengantarkanmu untuk lebih memahami nasihat-nasihat dari para ulama sehingga dapat dipetik berbagai Hikmah Qur’ani.

Adapun nasihat dalam Islam yang tertuang dalam buku ini diantaranya adalah nasihat tentang keimanan, akhlak, rezeki, hakikat kehidupan serta kutipan peribahasa Arab.

Dengan membaca buku ini, kamu bisa mendapatkan faedah berupa mengenal lebih jauh sosok para ulama saleh serta nasihat-nasihatnya yang dapat memotivasi untuk menjadi manusia lebih baik dengan meneladani amal mereka.

Tak hanya itu, buku ini juga akan membawamu untuk memahami mengapa kita dianjurkan untuk saling menasihati antar sesama sekaligus menambah pemahaman atau tadabbur ayat-ayat Al- Qur’an yang tertuang di dalamnya.

Kamu bisa mendapatkan buku Hikmah Qur’ani Dalam Nasihat Para Ulama di toko buku Gramedia atau secara online melalui Gramedia.com.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi