Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beli Ini-Itu Pakai Cicilan, Apa Kata Prinsip Syariah?

Kompas.com, 29 September 2026, 09:00 WIB
Buku Kaya dan Berkah dengan Perencanaan Keuangan Syariah Sumber Gambar: Dok. Elex Media Komputindo Buku Kaya dan Berkah dengan Perencanaan Keuangan Syariah
Rujukan artikel ini:
Kaya dan Berkah dengan Perencanaan…
Pengarang: Nurhastuty K. Wardhani, CA,…
|
Editor Novia Putri Anindhita

Dalam perencanaan keuangan syariah, utang bukan sekadar persoalan kemampuan membayar cicilan.

Ada tanggung jawab yang melekat di dalamnya.

Karena itu, utang sebaiknya tidak dijadikan bagian dari gaya hidup.

Hal ini menjadi salah satu topik yang dibahas dalam sebuah episode podcast di YouTube Monety Official yang mengupas bagaimana perencanaan keuangan syariah dapat mengubah cara seseorang memandang keuangan, salah satunya tentang utang.

Lantas, bagaimana cara menyikapi utang sekaligus menjaga kondisi keuangan tetap sehat?

Syariah Tidak Menganjurkan Utang untuk Kebutuhan Harian

Dalam perspektif syariah, utang sebisa mungkin dihindari.

Utang bisa dipertimbangkan jika digunakan untuk tujuan yang produktif, seperti kegiatan bisnis atau kebutuhan yang memberikan manfaat lebih luas.

Sementara itu, kebutuhan harian sebaiknya tidak terus-menerus dipenuhi dengan cara berutang.

Pasalnya, setiap utang adalah kewajiban yang harus dilunasi.

Jika menggunakan kredit untuk berbagai kebutuhan sekaligus, kondisi finansial akan semakin berat.

Prinsip sederhananya, jangan sampai kredit berubah dari solusi menjadi lifestyle.

Kalau Ingin Membeli Sesuatu, Biasakan Menabung

Keinginan memiliki rumah, kendaraan, atau barang bernilai besar tidak harus selalu diwujudkan dengan menambah utang.

Salah satu pendekatan yang dibahas dalam podcast adalah membangun kebiasaan menabung.

Dengan menyisihkan uang secara rutin, seseorang bisa mempersiapkan kebutuhan tersebut tanpa terus menambah beban kredit.

Menabung memang membutuhkan kesabaran.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Namun, cara ini membuat kita lebih terbiasa membedakan antara kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang dan keinginan yang masih bisa direncanakan.

Rezeki Bisa Datang dari Memberi Solusi

Selain mengatur pengeluaran, kondisi finansial juga bisa diperbaiki dengan meningkatkan pendapatan.

Dalam episode podcast tersebut, uang dipandang sebagai output dari aktivitas yang memberikan value added.

Artinya, coba lihat masalah yang ada di sekitar.

Dari sana, bisa muncul peluang untuk memberikan jasa atau menawarkan solusi.

Contohnya, ketika ada tetangga yang sibuk bekerja dan membutuhkan bantuan menjaga anak, kita bisa menawarkan jasa tersebut.

Sederhananya, money comes when we provide solutions to others’ problems.

Konsep ini juga mendorong kita untuk lebih kreatif dalam mencari penghasilan, bukan hanya mengandalkan satu sumber pendapatan.

Keuangan Sehat Juga Berarti Menjaga Amanah

Perencanaan keuangan syariah pada akhirnya bukan hanya tentang berapa banyak uang yang dimiliki, tetapi bagaimana uang tersebut dikelola sesuai prinsip syariah.

Menghindari utang konsumtif, memenuhi kewajiban, menabung untuk tujuan yang direncanakan, dan berusaha memperoleh penghasilan melalui aktivitas yang memberikan manfaat menjadi bagian dari cara mengelola harta secara lebih bertanggung jawab.

Pembahasan lengkap mengenai perencanaan keuangan syariah dan bagaimana prinsip keberkahan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dapat kamu tonton secara utuh melalui episode podcast di YouTube Monety Official.

Episode ini memberikan sudut pandang yang lebih luas tentang cara mengelola keuangan agar tidak hanya stabil secara finansial, tetapi juga menenangkan secara batin.

Untuk memperdalam pemahaman tersebut, kamu dapat membaca buku Kaya dan Berkah dengan Perencanaan Keuangan Syariah yang tersedia di Gramedia.com, Gramedia Digital, serta di toko Gramedia terdekat.

Jangan lewatkan berbagai insight menarik lainnya seputar bisnis, keuangan, dan teknologi dengan mengikuti Monety melalui Instagram @monety.id, subscribe YouTube Monety Official, dan kunjungi website www.monety.id.

Monety adalah platform belajar untuk Milenial dan Gen Z yang membahas lifestyle, news update, serta rekomendasi buku pilihan untuk membantu upgrade skill dan wawasan finansial.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau