Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Proses Migrasi Kupu-Kupu Raja: Tahapan, Navigasi, dan Cara Bertahan di Udara

Kompas.com, 29 September 2026, 14:00 WIB
Proses Migrasi Kupu-Kupu Sumber Gambar: Magnific.com Proses Migrasi Kupu-Kupu
Rujukan artikel ini:
Seri Pengetahuan yang Menakjubkan: Dunia…
Pengarang: Emily Kington
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Proses migrasi Kupu-Kupu Raja berlangsung melalui beberapa tahap, mulai dari persiapan sebelum terbang hingga perjalanan menuju lokasi musim dingin dan kembali ke wilayah utara.

Migrasi ini tidak sekadar berpindah tempat.

Perubahan musim, kondisi lingkungan, kemampuan navigasi, dan kebutuhan berkembang biak ikut menentukan perjalanan mereka.

Fenomena Migrasi Kupu-Kupu

Migrasi merupakan perpindahan musiman yang membantu kupu-kupu menghadapi perubahan kondisi lingkungan, terutama ketika suhu dan ketersediaan makanan mulai berubah.

Pada populasi Kupu-Kupu Raja di Amerika Utara, kupu-kupu melakukan perjalanan ke selatan untuk melewati musim dingin.

Ketika kondisi kembali menghangat, kupu-kupu yang bertahan hidup kembali menuju utara sambil berkembang biak dan menghasilkan beberapa generasi baru.

Proses migrasi ini tidak dilakukan oleh satu individu yang sama sepanjang tahun, melainkan berlangsung secara bertahap dan melibatkan beberapa generasi kupu-kupu.

Menurut U.S. Fish and Wildlife Service (USFWS), migrasi tahunan melibatkan sekitar empat generasi, dengan generasi terakhir pada musim panas menjadi generasi yang melakukan perjalanan panjang menuju lokasi musim dingin.

Menariknya, generasi terakhir tersebut memasuki kondisi yang disebut reproductive diapause.

Mereka menunda perkembangan reproduksi sehingga energi tubuh dapat lebih banyak digunakan untuk bertahan hidup dan menempuh perjalanan jauh.

5 Tahap Proses Migrasi Kupu-Kupu Raja

Perjalanan panjang Kupu-Kupu Raja tidak berlangsung begitu saja.

Ada rangkaian perubahan dalam tubuh dan perilakunya yang membantu mereka bersiap, menentukan arah, terbang, hingga bertahan selama musim dingin.

Tahap 1: Mendeteksi Perubahan Musim dan Menumpuk Cadangan Energi

Menjelang migrasi musim gugur, perubahan waktu siang, suhu, dan kondisi tanaman menjadi tanda bagi Kupu-Kupu Raja untuk memasuki fase migrasi.

Mereka kemudian banyak mengonsumsi nektar bunga untuk menambah cadangan lemak yang dibutuhkan selama perjalanan dan musim dingin.

Cadangan tersebut penting karena generasi yang bermigrasi memiliki kebutuhan energi jauh lebih besar daripada kupu-kupu yang hanya hidup selama musim berkembang biak.

Generasi yang melewati musim dingin dapat hidup hingga sekitar enam sampai sembilan bulan.

Tahap 2: Mengandalkan Kompas Matahari dan Jam Sirkadian

Setelah siap bermigrasi, Kupu-Kupu Raja menggunakan posisi matahari sebagai salah satu petunjuk untuk mempertahankan arah penerbangan.

Sistem ini bekerja bersama jam biologis sehingga perubahan posisi matahari sepanjang hari tidak membuat orientasi mereka ikut berubah.

Kemampuan tersebut membantu mereka tetap bergerak menuju wilayah musim dingin meski perjalanan berlangsung selama berhari-hari.

Namun, navigasi bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan perjalanan karena kondisi cuaca dan angin juga berpengaruh.

Tahap 3: Terbang Jauh dengan Memanfaatkan Kondisi Angin

Kupu-kupu Raja tidak harus mengepakkan sayap tanpa henti sepanjang perjalanan.

Mereka memanfaatkan arus udara yang mendukung untuk membantu perpindahan jarak jauh, termasuk arus termal yang memungkinkan mereka memperoleh dorongan dari udara.

Kupu-kupu yang bermigrasi dapat menempuh sekitar 70–75 mil atau 113–121 kilometer dalam sehari pada kondisi tertentu.

Jarak sebenarnya tetap dipengaruhi cuaca, suhu, angin, dan kemampuan kupu-kupu untuk terbang.

Tahap 4: Melanjutkan Perjalanan melalui Beberapa Generasi

Migrasi Kupu-Kupu Raja merupakan perjalanan multigenerasi.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Kupu-kupu yang terbang ke utara pada musim semi berkembang biak di sepanjang perjalanan, lalu keturunannya meneruskan siklus tersebut hingga generasi terakhir kembali bermigrasi ke selatan.

Generasi terakhir ini berbeda dari generasi sebelumnya karena hidup jauh lebih lama.

Mereka memasuki reproductive diapause sehingga energi yang biasanya digunakan untuk reproduksi dapat dialihkan untuk perjalanan dan bertahan selama musim dingin.

Tahap 5: Memasuki Diapause di Habitat Musim Dingin

Setelah mencapai hutan pegunungan di Meksiko, Kupu-Kupu Raja tidak langsung berkembang biak.

Mereka memasuki reproductive diapause, yaitu kondisi ketika perkembangan sistem reproduksi ditekan selama periode musim dingin.

Fase ini membantu mereka menghemat energi hingga kondisi lingkungan kembali mendukung.

Ketika suhu mulai meningkat pada akhir musim dingin dan awal musim semi, kupu-kupu yang bertahan hidup mulai aktif kembali, kawin, lalu bergerak ke utara untuk memulai siklus generasi berikutnya.

Cara Kupu-Kupu Menentukan Arah dan Bertahan Selama Perjalanan

Bagaimana kupu-kupu bisa tetap menemukan arah saat menempuh perjalanan ribuan kilometer?

Pada Kupu-Kupu Raja (Danaus plexippus), kemampuan ini terbantu oleh kompas matahari, jam biologis, medan magnet Bumi, serta kondisi angin.

1. Kompas Matahari dan Antena

Kupu-Kupu Raja menggunakan posisi matahari sebagai salah satu petunjuk utama untuk menjaga arah terbang.

Mereka memiliki sun compass yang dapat menyesuaikan arah terbang seiring perubahan posisi matahari sepanjang hari.

Selain itu, antena juga memiliki peran penting dalam proses ini.

Di dalamnya terdapat mekanisme jam sirkadian yang membantu kupu-kupu mengetahui waktu sehingga informasi dari posisi matahari dapat digunakan untuk mempertahankan arah yang tepat.

2. Memanfaatkan Angin untuk Menghemat Energi

Kupu-kupu tidak selalu harus mengepakkan sayap sepanjang perjalanan.

Kupu-Kupu Raja memanfaatkan arus udara naik atau thermals untuk terbawa lebih jauh, terutama ketika kondisi angin mendukung arah migrasi.

Strategi ini membantu menghemat energi selama perjalanan panjang.

Kupu-kupu juga dapat menyesuaikan orientasinya ketika angin menyebabkan tubuhnya terdorong keluar dari arah yang dituju.

Selain matahari dan angin, medan magnet Bumi dapat menjadi petunjuk tambahan ketika cahaya matahari tidak cukup membantu.

Studi menunjukkan Kupu-Kupu Raja memiliki kompas magnetik yang sensitif terhadap kemiringan medan magnet sehingga mereka tetap dapat mempertahankan orientasi dalam kondisi langit berawan.

Proses migrasi kupu-kupu menunjukkan betapa menakjubkannya cara hewan menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.

Tidak hanya migrasi, masih banyak hal menarik lainnya yang dapat dipelajari dari dunia serangga.

Untuk mengenalkan lebih banyak fakta menarik tentang kupu-kupu dan serangga lainnya, buku Seri Pengetahuan yang Menakjubkan: Dunia Serangga dapat menjadi pilihan bacaan yang menyenangkan.

Buku ini berisi berbagai fakta menarik tentang serangga, mulai dari serangga yang terlihat seperti ranting hingga serangga yang mampu mengeluarkan cahaya.

Dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini dapat menjadi bahan belajar yang asyik sekaligus membantu memperluas pengetahuan dan wawasan anak tentang dunia hewan yang menakjubkan.

Dapatkan segera buku Seri Pengetahuan yang Menakjubkan: Dunia Serangga di Gramedia.com dan toko Gramedia terdekat.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau