Komik Fire Punch Ada manga yang ingin menceritakan sebuah kisah, dan ada pula manga yang seolah-olah bertekad untuk membuatmu merasa tidak nyaman dengan proses penceritaan itu sendiri.
Fire Punch karya Tatsuki Fujimoto termasuk dalam kategori kedua.
Sekilas, premisnya terdengar cukup sederhana: dunia telah membeku, peradaban runtuh, makanan langka, dan orang-orang dengan kemampuan supranatural yang dikenal sebagai “Berkah”.
Di tengah-tengahnya ada Agni, seorang pemuda yang diberi “berkah” beregenerasi, namun hidupnya harus berubah menjadi mimpi buruk karena dia terbakar oleh api dari Doma, pasukan khusus Kerajaan Bahemdorg yang mengunjungi desanya.
Dunia beku dalam Fire Punch memang kejam, namun kekejaman tersebut tidak sekadar ditampilkan untuk membuat manga ini terkesan edgy.
Makanan langka.
Masyarakat berada dalam keadaan putus asa.
Orang-orang mengubah sesama manusia menjadi sumber daya.
Fenomena supranatural hidup berdampingan dengan kelaparan, perbudakan, kekerasan, agama, politik, dan eksploitasi.
Di dunia seperti itu, moralitas menjadi sulit untuk dipertahankan.
Kemampuan regenerasi Agni pada awalnya tampak seperti kekuatan super biasa.
Dalam manga lain, kemampuan regenerasi mungkin membuat tokoh utama hampir mustahil untuk dibunuh.
Tapi di Fire Punch, kemampuan regenerasi justru menjadi sesuatu yang lebih mirip kutukan.
Tubuh Agni memang bisa pulih, tetapi itu tidak berarti penderitaannya lenyap.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Kemampuan fisiknya justru membuat penderitaannya terus berlanjut.
Hal ini menciptakan kontradiksi.
Kutukan itu sebenarnya berasal dari api Doma yang tidak akan padam sebelum menghanguskan semuanya.
Sebelumnya, Doma mendatangi Desa Agni untuk mengambil persediaan untuk kebutuhan pasukannya, namun Doma diberi tahu bahwa warga desa memakan tangan manusia tanpa mengetahui bahwa tangan itu berasal dari “berkah” Agni untuk membantu warga yang kelaparan.
Tanpa pikir panjang, Doma memutuskan untuk membumihanguskan desa.
Banyak manga bergenre Dark Fantasy yang semakin gelap dengan menambah adegan berdarah, kematian, kekejaman, atau tragedi.
Fire Punch justru melakukan hal yang lebih aneh.
Manga ini menjadi gelap dengan membuat karakter-karakternya semakin sulit dipahami melalui kacamata moralitas konvensional.
Kebaikan seseorang tidak secara otomatis menjadikannya tak bersalah.
Hal ini menciptakan dunia di mana moralitas bukanlah garis tegas antara hitam dan putih.
Pembaca yang akrab dengan karyanya mungkin menyadari kecenderungan Tatsuki Fujimoto untuk memperkenalkan ide-ide aneh atau mengubah situasi yang tampaknya sederhana menjadi sesuatu yang absurd.
Cara termudah untuk menafsirkan Fire Punch adalah sebagai kisah tentang balas dendam.
Penafsiran yang lebih menarik adalah bahwa ini adalah kisah tentang tujuan.
Apa yang terjadi ketika balas dendam menjadi tak berarti?
Baca selengkapnya kisahnya dalam komik Fire Punch yang kini tersedia di Gramedia.com dan toko buku Gramedia terdekat.