Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fire Punch: Abadi dalam Kobaran Dendam 

Kompas.com, 23 September 2026, 10:14 WIB
Komik Fire Punch  Sumber Gambar: Gramedia.com Komik Fire Punch 
Rujukan artikel ini:
Akasha : Fire Punch 01
Pengarang: Tatsuki Fujimoto
|
Editor Novia Putri Anindhita

Ada manga yang ingin menceritakan sebuah kisah, dan ada pula manga yang seolah-olah bertekad untuk membuatmu merasa tidak nyaman dengan proses penceritaan itu sendiri.

Fire Punch karya Tatsuki Fujimoto termasuk dalam kategori kedua.

Sekilas, premisnya terdengar cukup sederhana: dunia telah membeku, peradaban runtuh, makanan langka, dan orang-orang dengan kemampuan supranatural yang dikenal sebagai “Berkah”.

Di tengah-tengahnya ada Agni, seorang pemuda yang diberi “berkah” beregenerasi, namun hidupnya harus berubah menjadi mimpi buruk karena dia terbakar oleh api dari Doma, pasukan khusus Kerajaan Bahemdorg yang mengunjungi desanya.

Dunia beku dalam Fire Punch memang kejam, namun kekejaman tersebut tidak sekadar ditampilkan untuk membuat manga ini terkesan edgy.

Makanan langka.

Masyarakat berada dalam keadaan putus asa.

Orang-orang mengubah sesama manusia menjadi sumber daya.

Fenomena supranatural hidup berdampingan dengan kelaparan, perbudakan, kekerasan, agama, politik, dan eksploitasi.

Di dunia seperti itu, moralitas menjadi sulit untuk dipertahankan.

Kemampuan regenerasi Agni pada awalnya tampak seperti kekuatan super biasa.

Dalam manga lain, kemampuan regenerasi mungkin membuat tokoh utama hampir mustahil untuk dibunuh.

Tapi di Fire Punch, kemampuan regenerasi justru menjadi sesuatu yang lebih mirip kutukan.

Tubuh Agni memang bisa pulih, tetapi itu tidak berarti penderitaannya lenyap.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Kemampuan fisiknya justru membuat penderitaannya terus berlanjut.

Hal ini menciptakan kontradiksi.

Kutukan itu sebenarnya berasal dari api Doma yang tidak akan padam sebelum menghanguskan semuanya.

Sebelumnya, Doma mendatangi Desa Agni untuk mengambil persediaan untuk kebutuhan pasukannya, namun Doma diberi tahu bahwa warga desa memakan tangan manusia tanpa mengetahui bahwa tangan itu berasal dari “berkah” Agni untuk membantu warga yang kelaparan.

Tanpa pikir panjang, Doma memutuskan untuk membumihanguskan desa.

Banyak manga bergenre Dark Fantasy yang semakin gelap dengan menambah adegan berdarah, kematian, kekejaman, atau tragedi.

Fire Punch justru melakukan hal yang lebih aneh.

Manga ini menjadi gelap dengan membuat karakter-karakternya semakin sulit dipahami melalui kacamata moralitas konvensional.

Kebaikan seseorang tidak secara otomatis menjadikannya tak bersalah.

Hal ini menciptakan dunia di mana moralitas bukanlah garis tegas antara hitam dan putih.

Pembaca yang akrab dengan karyanya mungkin menyadari kecenderungan Tatsuki Fujimoto untuk memperkenalkan ide-ide aneh atau mengubah situasi yang tampaknya sederhana menjadi sesuatu yang absurd.

Cara termudah untuk menafsirkan Fire Punch adalah sebagai kisah tentang balas dendam.

Penafsiran yang lebih menarik adalah bahwa ini adalah kisah tentang tujuan.

Apa yang terjadi ketika balas dendam menjadi tak berarti?

Baca selengkapnya kisahnya dalam komik Fire Punch yang kini tersedia di Gramedia.com dan toko buku Gramedia terdekat.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau