Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Posisi Tidur Penyebab Keguguran yang Harus Diwaspadai

Kompas.com, 3 November 2022, 12:00 WIB
Posisi Tidur Penyebab Keguguran Sumber Gambar: Pexels.com Posisi Tidur Penyebab Keguguran
Rujukan artikel ini:
#Bebastakut Hamil dan Melahirkan
Pengarang: Yesie Aprillia
|
Editor Ratih Widiastuty

Posisi tidur penyebab keguguran perlu diketahui oleh para ibu hamil sebagai upaya pencegahan agar dapat lebih berhati-hati menjaga kandungan ketika akan beristirahat.

Faktanya, bukan hanya asupan makanan saja yang perlu dijaga oleh ibu hamil, posisi ketika tidur pun ternyata mampu menentukan keselamatan janin jika tidak diperhatikan.

Tidak bisa dipungkiri, setiap harinya ukuran perut ibu hamil akan terus bertambah besar, sehingga menyebabkan kesulitan saat akan beristirahat.

Maka dari itu, banyak ibu hamil yang secara tidak sadar justru malah mengabaikan posisi tidur yang secara tidak langsung mampu mengakibatkan keguguran.

Meskipun tidak mudah, menjaga janin agar tetap sehat dalam kandungan memang dibutuhkan upaya ekstra agar calon bayi bisa terus sehat dan lahir dengan selamat ke dunia.

Salah satu hal yang patut mendapatkan perhatian, yakni posisi tidur yang bisa dibilang menjadi penyebab keguguran yang paling tidak disadari oleh kebanyakan ibu hamil.

Memang perut yang semakin membuncit akan menyulitkan ibu hamil untuk bisa mendapatkan posisi yang nyaman untuk beristirahat, tapi hal ini juga harus diperhatikan agar tidak berakhir menjadi penyesalan.

Ada beberapa posisi tidur yang mampu memicu terjadinya keguguran bagi ibu hamil jika abai untuk diperhatikan.

Posisi tidur seperti apa saja yang bisa menyebabkan keguguran? Perhatikan 5 posisi tidur penyebab keguguran berikut ini.

5 Posisi Tidur Penyebab Keguguran

1. Hindari Posisi Tidur Telentang pada Trimester Kedua

Berhati-hatilah dan hindari posisi tidur telentang untuk ibu hamil, khususnya pada trimester kedua.

Posisi ini bisa membahayakan ibu hamil yang berisiko menyebabkan gangguan pernapasan, sakit pada bagian pinggang, wasir, sampai gangguan pencernaan.

Posisi ini pun dapat memberikan dampak yang buruk bagi janin karena jika dilakukan dalam waktu yang lama bisa menghambat aliran darah dari plasenta ke jantung.

Jika dibiarkan secara terus menerus, bisa memicu janin malnutrisi hingga kematian.

2. Posisi Tidur Miring ke Kanan

Selain posisi tidur telentang, posisi tidur miring ke kanan pun mempunyai risiko menyebabkan keguguran bagi ibu hamil.

Ini dikarenakan dapat membuat berat badan ibu dan janin berpindah ke kanan yang akan memberikan tekanan berlebihan pada organ hati.

Posisi tidur ini harus segera dihindari jika telah memasuki usia kehamilan trimester ketiga atau hamil tua.

Tidak hanya mampu meningkatkan risiko keguguran, posisi tidur ini juga dapat menyebabkan bayi meninggal setelah dilahirkan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

3. Jangan Lakukan Posisi Tidur Telentang dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi

Sudah disebutkan sebelumnya bahwasanya posisi tidur telentang memang mempunyai dampak yang kurang baik bagi ibu hamil.

Apalagi jika posisi tidur ini dilakukan dengan letak kepala yang lebih tinggi.

Alasan di balik berbahayanya posisi tidur ini untuk ibu hamil karena dapat menyebabkan aliran oksigen menjadi berkurang.

Tidak hanya itu, posisi tidur ini juga akan memberikan tekanan yang cukup dalam pada plasenta, ginjal, hati, hingga punggung.

4. Posisi Tidur Tengkurap

Mungkin di awal-awal masa kehamilan, posisi tidur tengkurap masih terasa nyaman dan aman untuk dilakukan.

Namun, seiring bertambah buncitnya perut, posisi tidur ini akan membuat ibu hamil merasa tidak nyaman dan justru malah membahayakan kondisi janin.

Posisi tidur tengkurap akan menekan jabang bayi dan berisiko tinggi menyebabkan keguguran jika dipaksa untuk dilakukan.

Akan ada bahaya lainnya jika ibu hamil memaksakan posisi tidur ini, seperti aliran oksigen yang terhambat, menyebabkan komplikasi, bahkan hingga keguguran.

5. Posisi Tidur dengan Letak Kaki Lebih Tinggi

Terakhir, hindari posisi tidur dengan letak kaki yang jauh lebih tinggi karena biasanya banyak ibu hamil yang merasa pegal dan kelelahan untuk memilih mengganjal kakinya dengan bantal sambil tiduran.

Mungkin posisi ini dapat membuat kaki terasa jauh lebih rileks, tapi tidak halnya dengan kondisi janin itu sendiri.

Posisi ini bisa mempersempit ruang janin serta oksigen yang disalurkan pun akan terhambat dan berkurang.

Oleh karena itu, sebisa mungkin, hindari posisi tidur seperti ini untuk memperkecil risiko keguguran.

Nah, untuk menambah informasi lainnya seputar kehamilan, maka buku #Bebastakut Hamil dan Melahirkan akan membekali kita tentang apa saja yang perlu dipersiapkan selama kehamilan dan menjelang persalinan.

Buku ini akan memberikan informasi lengkap tentang kehamilan, seperti nutrisi yang diperlukan oleh tubuh dan janin sesuai usia kehamilan, gerakan dan olahraga yang dapat dilakukan agar mengurangi rasa sakit saat persalinan, pengetahuan mengenai gentle birth, persiapan suami dan pendamping untuk mendukung kenyamanan istri, hingga memilih cara persalinan yang sesuai dengan keinginan.

Isi bukunya sendiri tidak perlu diragukan lagi karena ditulis oleh bidan yang sudah malang-melintang dalam dunia kehamilan dan persalinan, sehingga semua cakupan informasi yang diberikan akan sangat berguna bagi ibu hamil.

Bukunya bisa langsung diorder melalui Gramedia.com atau akses secara digital lewat aplikasi Gramedia Digital.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

Promo Diskon Promo Diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Unlocking Knowledge: Bahasa Inggris dan Akses Pengetahuan

Unlocking Knowledge: Bahasa Inggris dan Akses Pengetahuan

buku
Bebas dari Beban Ganda, Ini Kunci Berhenti Jadi Generasi Sandwich

Bebas dari Beban Ganda, Ini Kunci Berhenti Jadi Generasi Sandwich

buku
Skill yang Dibutuhkan Software Engineer dan Programmer: Lebih dari Sekadar Mengetik Kode!

Skill yang Dibutuhkan Software Engineer dan Programmer: Lebih dari Sekadar Mengetik Kode!

buku
Prosedur Pemeriksaan Fisik Red Line Bea Cukai dan Tahapan SPJM

Prosedur Pemeriksaan Fisik Red Line Bea Cukai dan Tahapan SPJM

buku
Proses Verifikasi Dokumen Bea Cukai: Tahapan, Fungsi, dan Faktor yang Memengaruhi

Proses Verifikasi Dokumen Bea Cukai: Tahapan, Fungsi, dan Faktor yang Memengaruhi

buku
Berapa Lama Barang Tertahan di Bea Cukai Red Line dan Cara Mempercepat Prosesnya

Berapa Lama Barang Tertahan di Bea Cukai Red Line dan Cara Mempercepat Prosesnya

buku
Mengenal Organisasi Semi Militer: Peran dan Fungsinya di Indonesia

Mengenal Organisasi Semi Militer: Peran dan Fungsinya di Indonesia

buku
Arti Yellow Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Dokumen Impor

Arti Yellow Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Dokumen Impor

buku
6 Cara Membersihkan Lumpur Vulkanik dari Rumah, Jangan Sampai Salah! 

6 Cara Membersihkan Lumpur Vulkanik dari Rumah, Jangan Sampai Salah! 

buku
Kenapa Paket Kena Red Line Bea Cukai? Berikut Penjelasannya

Kenapa Paket Kena Red Line Bea Cukai? Berikut Penjelasannya

buku
Pusat Keuangan Amerika Serikat di Mana? Ini Penjelasan Lengkapnya

Pusat Keuangan Amerika Serikat di Mana? Ini Penjelasan Lengkapnya

buku
7 Tips Menerapkan Integritas di Dunia Kerja

7 Tips Menerapkan Integritas di Dunia Kerja

buku
Berapa Biaya Kos Mahasiswa di Jepang per Bulan? Ini Rincian Lengkapnya 

Berapa Biaya Kos Mahasiswa di Jepang per Bulan? Ini Rincian Lengkapnya 

buku
Cara Lolos Red Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Fisik Barang

Cara Lolos Red Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Fisik Barang

buku
Berapa Biaya Hidup di Jepang Per Bulan untuk Pekerja? Simak di Sini!

Berapa Biaya Hidup di Jepang Per Bulan untuk Pekerja? Simak di Sini!

buku
Cara Menentukan Prioritas agar Karier Melejit Cepat

Cara Menentukan Prioritas agar Karier Melejit Cepat

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau