Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mengubah Ide Cemerlang menjadi Bisnis yang Valid

Kompas.com, 12 November 2021, 18:44 WIB
Sumber Foto : Pixabay
Rujukan artikel ini:
Testing Business Ideas
Pengarang: Alexander Osterwalder
|
Editor Ratih Widiastuty

Saat ini banyak entrepreneur dan inovator yang menjalankan idenya terlalu dini.

Ide-ide itu terlihat bagus saat dipresentasikan, perhitungannya masuk akal, dan rencana bisnisnya menarik.

Sayangnya, belakangan baru diketahui bahwa visi tersebut ternyata hanya sebuah fatamorgana.

Rupanya, ada satu langkah yang kurang di sini, yang justru menjadi kunci keberhasilan mengeksekusi gagasan menjadi kenyataan.

Uji coba merupakan sebuah aktivitas yang bertujuan untuk mengurangi risiko. Coba kita simak dua pedoman dasar ini agar sukses mewujudkan ide bisnis.

Pertama, jangan melakukan kesalahan dengan menjalankan ide bisnis tanpa bukti yang kuat.

Uji ide Anda secara menyeluruh, betapapun bagusnya ide itu di atas kertas, baik itu cara berjualan online maupun offline.

Kedua, tugas utama seorang entrepreneur dan inovator adalah mengurangi risiko dan ketidakpastian.

Lalu, bagaimana cara sukses mewujudkan ide bisnis menjadi nyata? Berikut yang bisa Anda lakukan:

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

  • Buat perencanaan atau desain konsep bisnis dengan menggali ide, membuat prototipe, dan kemudian memberikan penilaian.

Desain atau perencanaan adalah proses perubahan ide yang masih samar, informasi pasar, dan bukti-bukti yang ada menjadi proposisi nilai yang konkret dan model bisnis yang solid.

  • Lakukan uji coba dengan membuat hipotesis, melakukan serangkaian eksperimen, dan kemudian mempelajari hasilnya.

Untuk menguji sebuah ide bisnis besar, Anda harus membaginya menjadi beberapa hipotesis kecil-kecil dan dapat diuji.

Hipotesis-hipotesis ini mencakup tiga jenis risiko, ada risiko jika pelanggan tidak tertarik dengan ide Anda (aspek ketertarikan atau diinginkan), risiko jika Anda tidak dapat membangun dan mewujudkan ide Anda (aspek kelayakan), dan risiko jika Anda tidak memperoleh keuntungan yang sepadan dari ide Anda tersebut (aspek keberlangsungan).

  • Jajaki dan lakukan proses ini berulang-ulang, sampai Anda menemukan komposisi atau formula yang optimal dengan risiko minimal.

Apakah Anda corporate innovator, startup entrepreneur, solopreneur?

Buku Testing Business Ideas sengaja disiapkan oleh Alexander Osterwalder untuk melengkapi dua judul terdahulu yaitu, Business Model Generation dan Value Proposition Design.

Bagaimanapun, semua persiapan yang dilakukan sejak ide tercetus akan menjadi sia-sia jika kita tidak jernih dan cermat dalam menguji coba.

Pada akhirnya, menguji coba ide bisnis adalah langkah krusial sebelum mengerahkan seluruh sumber daya dan usaha serta anggaran kita untuk mewujudkannya.

Seri Strategyzer karya Alexander Osterwalder dan tim terdiri atas Business Model Generation, Value Proposition Design, dan Testing Business Ideas, yang semuanya saling melengkapi untuk Anda mempelajari cara mengembangkan bisnis lebih lanjut!



Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau