Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bercita-cita Jadi Seorang Dokter? Simak Rincian Biaya Kuliah Kedokteran Berikut Ini

Kompas.com, 25 Maret 2022, 19:00 WIB
Sumber Gambar: Freepik.com
Rujukan artikel ini:
Aku Ingin Menjadi Dokter
Pengarang: Stella Ernes
|
Editor Novia Putri Anindhita

Ketika masih kecil, mungkin banyak di antara kita yang bercita-cita menjadi seorang dokter.

Karena memang profesi tersebut sudah terasa sangat dekat serta menjadi impian banyak orang tua untuk anak-anak mereka, maka dibutuhkan informasi yang jelas mengenai biaya kuliah kedokteran.

Pastinya, untuk bisa menjadi seorang dokter, tidak hanya dibutuhkan waktu dan perjuangan selama proses menimba ilmu, tapi juga diperlukan biaya yang tidak sedikit untuk mewujudkannya.

Agar cita-cita tersebut bisa tercapai, orang tua pun harus sudah siap sedia menyediakan tabungan pendidikan bagi anak-anak mereka.

Apalagi, kini setiap tahunnya biaya kuliah kedokteran terus melonjak naik dan membuat sebagian besar orang tua harus mulai menabung sejak dini agar target dana yang dibutuhkan bisa tercapai demi masa depan anak.

Tentunya, biaya kuliah kedokteran di setiap universitas pastinya berbeda-beda, tapi kurang lebih pasti tidak terlalu beda jauh, sehingga masih bisa kamu bandingkan biayanya dari satu universitas ke universitas lainnya untuk menemukan kampus yang tepat.

Jika masih merasa bingung dan ragu, berikut biaya kuliah kedokteran yang ada di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Biaya Kuliah Kedokteran di Beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN)

1. Universitas Indonesia (UI)

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) merupakan salah satu program studi kedokteran terbaik di Indonesia dengan akreditasi “A” dari Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT), sehingga Universitas Indonesia adalah pilihan yang tepat untuk memulai studi di jurusan kedokteran.

Tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Universitas Indonesia berdasarkan Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan (BOP-B) dan Biaya Operasional Pendidikan Pilihan (BOP-P).

BOP-B merupakan penerapan UKT di mana mahasiswa bisa membayar dana pendidikan sesuai dengan kemampuan finansial orang tua atau wali.

Sedangkan BOP-P adalah dana pendidikan yang ditentukan secara mandiri oleh calon mahasiswa yang pastinya jumlahnya lebih tinggi dari BOP-B.

  • Rincian UKT BOP-B Jurusan Kedokteran Rumpun Saintek

Kelas 1: 0 – Rp500.000

Kelas 2: Rp500.000 – Rp1.000.000

Kelas 3: Rp1.000.000 – Rp2.000.000

Kelas 4: Rp2.000.000 – Rp4.000.000

Kelas 5: Rp4.000.000 – Rp6.000.000

Kelas 6: Rp6.000.000 – Rp7.500.000

  • Rincian UKT BOP-P Jurusan Kedokteran Rumpun Saintek

Kelas 1: Rp10.000.000

Kelas 2: Rp12.500.000

Kelas 3: Rp15.000.000

Kelas 4: Rp17.500.000

Kelas 5: Rp20.000.000

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

2. Universitas Airlangga (UNAIR)

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga memiliki akreditasi “A” dari BAN-PT dengan tiga kelompok biaya kuliah, yakni jalur SNMPTN atau SBMPTN, seleksi mandiri, dan Jalur Mandiri Kemitraan.

  • Jalur SNMPTN atau SBMPTN

UKT 1: 0 – Rp2.400.000

UKT 2: Rp10.000.000

UKT 3: Rp15.000.000

UKT 4: Rp25.000.000

  • Jalur Seleksi Mandiri

Jumlah biaya kuliah yang wajib dilunasi adalah Uang Kuliah Semester (UKS) sejumlah Rp15.000.000 dan Uang Kuliah Awal (UKA) sejumlah minimal sebesar Rp99.000.000.

  • Jalur Mandiri Kemitraan

Jumlah total besaran UKS sebesar Rp15.000.000 dan UKA sebesar Rp300.000.000.

3. Universitas Padjadjaran (UNPAD)

Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran telah menerima akreditasi “A” dari BAN-PT dengan dua kelompok biaya kuliah, yaitu jalur SNMPTN atau SBMPTN dan jalur seleksi mandiri.

  • Jalur SNMPTN atau SBMPTN

UKT 1: Rp500.000

UKT 2: Rp1.000.000

UKT 3: Rp3.000.000

UKT 4: Rp5.500.000

UKT 5: Rp8.000.000

UKT 6: Rp10.500.000

  • Jalur Seleksi Mandiri

Sedangkan untuk jalur seleksi mandiri akan dikenakan biaya UKT sebesar Rp15.000.000 per semester dan Dana Pengembangan sebesar Rp250.000.000.

Memang boleh dikata jika biaya kuliah kedokteran tergolong tinggi dan mahal, tapi selama masih ada niat dan usaha, pasti akan ada jalan untuk meraihnya.

Sambil menabung dan menentukan universitas mana yang akan dipilih, mungkin kamu bisa terlebih dahulu mengenalkan si kecil pada profesi dokter melalui buku berikut ini.

Buku Aku Ingin Menjadi Dokter yang ditulis oleh Stella Ernes ini akan mengajak si Kecil untuk berkenalan dengan profesi dokter yang tentunya selalu menjadi pilihan cita-cita dan impian anak-anak.

Dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan yang ringan dan sederhana, sehingga tidak sulit untuk dicerna serta dipahami oleh anak-anak, ditambah kehadiran ilustrasi menggemaskan yang semakin menambah keseruan dalam membacanya.

Buku ini seakan mampu menjadi media pengenalan yang cocok bagi si kecil untuk mengenal dan memahami profesi dokter secara lebih jauh dan mendalam dengan cara yang ringan, sederhana, serta menyenangkan.

Buku Aku Ingin Menjadi Dokter bisa kamu dapatkan di Gramedia.com.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau