Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mimpi Padma: Melihat Sebuah Cerita Rakyat dari Sudut Pandang Lain

Kompas.com, 2 Februari 2022, 10:00 WIB
Sumber Foto: Dok. Elex Media Komputindo
Rujukan artikel ini:
Mimpi Padma
Pengarang: Ayu Dipta Kirana
|
Editor Almira Rahma Natasya

Ada yang penasaran kira-kira seperti apa kehidupan seorang mahasiswa arkeologi?

Mungkin kisah Padma, tokoh utama di novel Mimpi Padma ini dapat menjadi gambaran seperti apa kegiatan mereka.

Sinopsis Novel Mimpi Padma

Padma adalah seorang mahasiswa tingkat atas yang sedang berjuang mengulang mata kuliah Purbakala Hindu-Buddha untuk ketiga kalinya.

Bayangan dosen killer yang telah dua kali memberinya nilai D menunggu di depan mata.

Beruntung, kali ini yang mengajar adalah sang asisten dosen yang bernama Haga.

Harapan untuk dapat memperbaiki nilai dan segera lulus terasa dapat digapai.

Tak hanya itu, Padma menjadi teman tim Haga dalam sebuah proyek dokumentasi hasil ekskavasi.

Bayangkan hasil penggalian yang ditemukan dalam keadaan tidak utuh dan berjumlah ribuan harus didokumentasikan satu per satu.

Siapa tahu dengan lebih akrab dengan Haga, kesempatan memperbaiki nilai mata kuliahnya terbuka lebih lebar.

Namun siapa sangka, dari situ Padma justru harus berurusan dengan Candi Prambanan dan cerita rakyat yang melekat erat dengannya – kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bandawasa.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Kisah tentang seorang putri raja yang dikutuk itu tentu tak asing di telinga kita.

Selama ini kita lebih sering mendengar atau membaca kisah itu dari sudut pandang orang ketiga, atau mungkin dari sudut pandang Roro Jonggrang.

Mungkin yang tersimpan di ingatan kita sekadar Roro Jonggrang yang mencari akal untuk tidak menikahi Bandung Bandawasa dengan meminta dibuatkan seribu candi dalam satu malam.

Saat melihat Bandung Bandawasa mungkin saja berhasil memenuhi permintaannya, Roro Jonggrang dengan cepat meminta dayang-dayang untuk membunyikan lesung menebarkan bunga wangi agar ayam-ayam segera bangun dan berkokok.

Saat Bandung Bandawasa tahu semua akal-akalan Roro Jonggrang, ia marah dan mengutuk putri itu menjadi sebuah patung.

Kisah ini tidak akan didapatkan dalam Mimpi Padma, karena kita diajak untuk meniliknya dari sudut pandang Bandung Bandawasa.

Apa jadinya jika Padma terlempar ke masa lalu, pada satu waktu saat Roro Jonggrang dan Bandung Bandawasa masih hidup?

Cari tahu keseruannya dalam novel Mimpi Padma karya Ayu Dipta Kirana!

Novel Mimpi Padma bisa kamu dapatkan di Gramedia.com.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

Dapatkan Diskonnya! Dapatkan Diskonnya!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Prinsip Stoikisme dalam Ajaran Islam: Titik Temu Filsafat dan Akidah

Prinsip Stoikisme dalam Ajaran Islam: Titik Temu Filsafat dan Akidah

buku
Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

buku
Karakteristik Planet Bumi: Ciri, Keunikan, dan Alasan Menjadi Tempat Kehidupan

Karakteristik Planet Bumi: Ciri, Keunikan, dan Alasan Menjadi Tempat Kehidupan

buku
Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

buku
Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Kutai sebagai Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai sebagai Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

buku
Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

buku
8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

buku
Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

buku
Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

buku
Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

buku
Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

buku
Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

buku
Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

buku
Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau