Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

Kompas.com, 19 Februari 2026, 09:00 WIB
Nama Raja Kerajaan Pajang Sumber Gambar: Wikimedia/Kiaryabagusadiwardana  Nama Raja Kerajaan Pajang
Rujukan artikel ini:
Sejarah Para Penguasa Majapahit
Pengarang: Sri Wintala Achmad
Penulis Anggi
|
Editor Novia Putri Anindhita

Masa kejayaan Kerajaan Pajang sering terdengar singkat jika dibandingkan dengan kerajaan besar lainnya, seperti Kerajaan Demak atau Kerajaan Mataram.

Meski singkat, keberadaan Kerajaan Pajang memiliki peran penting, yakni sebagai jembatan antara era Kerajaan Demak yang maritim dengan Kerajaan Mataram yang agraris dan terpusat.

Kondisi tersebut tentu tidak terlepas dari peran para rajanya selama masa kepemimpinan mereka.

Setiap raja memiliki kebijakan dalam membangun sistem pemerintahan yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup kerajaan.

Oleh karena itu, memahami nama-nama raja Kerajaan Pajang dapat membuat kita lebih mengerti perkembangan sejarah politik di Jawa pada masa itu.

Mengapa Pajang Jadi Pusat Kekuasaan?

Kerajaan Pajang terletak di pedalaman yang relatif jauh dari pesisir pantai, namun memiliki tanah yang sangat subur karena terletak di dataran rendah yang diapit oleh aliran sungai besar.

Letak strategis ini memberikan beberapa keuntungan utama:

  • Kontrol wilayah pedalaman: Memudahkan pengawasan dan stabilisasi daerah sekitar sehingga pemerintahan berjalan lebih tertata dan terkendali.
  • Akses ke jalur perdagangan: Pajang dekat jalur utama pedagang dari pesisir ke pedalaman Jawa sehingga mudah untuk menjaga aliran komoditas tetap lancar.
  • Basis militer yang aman: Posisi pedalaman memungkinkan Pajang sulit dijangkau oleh serangan asing. Hal ini menjadi pertahanan kuat sekaligus koordinasi pasukan yang efektif.

Dengan posisi ini, setiap raja yang memimpin Pajang memiliki pijakan kuat untuk mengatur politik, memperkuat militer, dan membangun jaringan antar-kerajaan.

Nama Raja Kerajaan Pajang dan Masa Kepemimpinan Mereka

Berikut deretan nama raja Kerajaan Pajang beserta peran penting mereka:

1. Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir (1568-1583 M)

Sultan Hadiwijaya atau yang dikenal dengan Jaka Tingkir adalah raja yang paling dikenal dalam sejarah Kerajaan Pajang.

Pada saat memimpin, Ia memanfaatkan periode kekosongan setelah Kerajaan Demak untuk membangun sistem pemerintahan yang stabil.

Ia membagi wilayah kekuasaan menjadi beberapa kadipaten, memastikan setiap daerah dikelola secara efektif, dan menata hubungan dengan kerajaan lainnya.

2. Arya Pangiri atau Ngawantipura (1583–1586 M)

Sepeninggal Hadiwijaya, terjadi perebutan antara Arya Pangiri dan Pangeran Benawa, putra Hadiwijaya.

Namun, akhirnya pada 1583 M Arya Pangiri berhasil mengambil takhta kerajaan, sementara Benawa tersingkir ke wilayah Jipang.

Selama masa pemerintahannya, Arya Pangiri lebih disibukkan dengan upaya balas dendam kepada Mataram sehingga urusan rakyatnya terabaikan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Akibatnya, masa pemerintahannya berlangsung singkat karena Benawa dengan bantuan Sutawijaya dari Mataram merebut kembali takhta kerajaan.

Pada 1586 M, Arya Pangiri diturunkan dari takhta kerajaan dan dipulangkan ke Demak.

3. Pangeran Benawa atau Prabuwijaya (1586–1587 M)

Setelah mengalahkan Arya Pangiri, Benawa dinobatkan sebagai raja ketiga dalam Kerajaan Pajang bergelar Prabuwijaya.

Namun, masa pemerintahannya berlangsung singkat karena Benawa merasa tidak cukup cakap dalam memimpin Pajang dan lebih memilih untuk fokus pada penyebaran agama Islam.

Hinga akhirnya Pajang dikuasai oleh Mataram.

Warisan Budaya dari Para Raja Pajang yang Masih Terasa

Selain politik dan ekonomi, masa pemerintahan raja Pajang meninggalkan warisan budaya penting:

1. Integrasi Islam dan Tradisi Jawa

Para raja menyelaraskan nilai kejawen dengan ajaran Islam, menciptakan tradisi kerajaan Islam yang khas di pedalaman Jawa.

2. Model Kepemimpinan Kosmologis

Raja tidak hanya menjadi pusat kekuasaan politik, tapi juga figur sosial dan spiritual yang membimbing masyarakat.

3. Landasan bagi Mataram

Tokoh-tokoh penting Mataram, seperti Sutawijaya (Panembahan Senapati), menapaki peran awalnya di Pajang, menunjukkan kesinambungan budaya dan kekuasaan.

Menelusuri nama raja Pajang tentunya membantu kita memahami hubungan antar-kerajaan di Jawa.

Untuk lebih memahaminya, membaca buku Sejarah Para Penguasa Majapahit bisa menjadi referensi yang tepat.

Buku ini akan mengajak menelusuri sejarah setiap raja Majapahit, mulai dari Raden Wijaya hingga penguasa terakhir, dengan fakta sejarah yang autentik dari Kakawin Negarakertagama dan Serat Pararaton.

Buku ini juga menyajikan cerita kepemimpinan, strategi, hingga konflik internal para raja sehingga kamu bisa melihat hubungan antara Majapahit dan kerajaan-kerajaan Jawa berikutnya, termasuk Pajang.

Selain itu, buku ini menyoroti sisi manusia para raja, bagaimana mereka mengambil keputusan penting, menghadapi konflik internal maupun eksternal, dan menata kerajaan yang luas dari Jawa hingga wilayah sekitarnya.

Dengan begitu, kamu tidak hanya paham fakta sejarah, tetapi juga mendapat insight tentang kepemimpinan dan strategi yang menghubungkan masa Majapahit dengan kerajaan-kerajaan berikutnya seperti Pajang.

Buku Sejarah Para Penguasa Majapahit tersedia lengkap di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Neon Genesis Evangelion Collector’s Edition: Pertarungan Melawan Angel dan Harapan Umat Manusia di Tangan Para Pilot Muda

Neon Genesis Evangelion Collector’s Edition: Pertarungan Melawan Angel dan Harapan Umat Manusia di Tangan Para Pilot Muda

buku
10 Ide Kegiatan Keluarga yang Bermanfaat Selama Ramadan

10 Ide Kegiatan Keluarga yang Bermanfaat Selama Ramadan

buku
4 Ciri-Ciri Bola Padel yang Sudah Tidak Layak Pakai

4 Ciri-Ciri Bola Padel yang Sudah Tidak Layak Pakai

buku
Petualangan Seru Menjelajahi Antariksa

Petualangan Seru Menjelajahi Antariksa

buku
Bisnis Bukan Sekadar Jualan Barang, Ini Cara Menciptakan Value

Bisnis Bukan Sekadar Jualan Barang, Ini Cara Menciptakan Value

buku
Workout Berapa Kali Seminggu Biar Nggak Cuma Semangat di Awal?

Workout Berapa Kali Seminggu Biar Nggak Cuma Semangat di Awal?

buku
Strategi Berani Saat Orang Lain Takut untuk Menangkap Peluang

Strategi Berani Saat Orang Lain Takut untuk Menangkap Peluang

buku
5 Peralatan Pilates Wajib untuk Pemula di Rumah, Apa Saja?

5 Peralatan Pilates Wajib untuk Pemula di Rumah, Apa Saja?

buku
Storytelling: Bijak Menggunakan Uang – Mengajarkan Anak Mengelola Uang dengan Bijak Sejak Dini

Storytelling: Bijak Menggunakan Uang – Mengajarkan Anak Mengelola Uang dengan Bijak Sejak Dini

buku
Ide Menu Sahur Anti Bosan yang Mudah Dibuat

Ide Menu Sahur Anti Bosan yang Mudah Dibuat

buku
6 Manfaat Pilates untuk Wanita yang Perlu Kamu Tahu

6 Manfaat Pilates untuk Wanita yang Perlu Kamu Tahu

buku
Death Note New Edition: Buku Dewa Kematian dan Persaingan Sengit Dua Pemuda Jenius

Death Note New Edition: Buku Dewa Kematian dan Persaingan Sengit Dua Pemuda Jenius

buku
Cara Excel Otomatis Nomor agar Kerja Makin Cepat dan Rapi

Cara Excel Otomatis Nomor agar Kerja Makin Cepat dan Rapi

buku
Komik Seru yang Menghibur Sekaligus Mendidik! Perjuangan Para Plants Mengalahkan Mecha Dinosaurus Dr. Zomboss!

Komik Seru yang Menghibur Sekaligus Mendidik! Perjuangan Para Plants Mengalahkan Mecha Dinosaurus Dr. Zomboss!

buku
Cara Membuat Content Calendar dan Mengelolanya

Cara Membuat Content Calendar dan Mengelolanya

buku
5 Manfaat Pilates Bagi Tubuh yang Perlu Kamu Tahu

5 Manfaat Pilates Bagi Tubuh yang Perlu Kamu Tahu

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau