Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Melawan Anemia

Kompas.com, 7 Mei 2026, 17:00 WIB
Makanan yang Mengandung Zat Besi  Sumber Gambar: Freepik.com Makanan yang Mengandung Zat Besi 
Rujukan artikel ini:
Nutrition Rules: Panduan Dasar Nutrisi…
Pengarang: Arman Rafi, Adhe Maâruf
Penulis Anggi
|
Editor Novia Putri Anindhita

Pernahkah kamu merasa cepat lelah, lesu, bahkan pusing tanpa alasan yang jelas? Bisa jadi, tubuhmu sedang kekurangan zat besi yang berperan penting dalam membawa oksigen ke setiap sel tubuh.

Padahal, memenuhi kebutuhan zat besi tidak harus selalu melalui suplemen atau obat-obatan.

Sumber utamanya justru bisa kamu temukan dari makanan sehari-hari.

Melalui pembahasan ini, kamu akan memahami mengapa zat besi sangat penting, apa saja sumber terbaiknya, serta bagaimana cara meningkatkan penyerapannya dalam tubuh.

Sebab, tidak peduli seberapa banyak kamu mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti bayam, jika cara pengolahan dan kombinasinya kurang tepat, manfaatnya tidak akan terserap secara maksimal.

Yuk, mulai perjalanan ini untuk memastikan tubuhmu tetap bertenaga sepanjang hari!

Kenapa Zat Besi Penting untuk Energi Tubuh?

Zat besi adalah mineral krusial yang memainkan peran sentral dalam menjaga seluruh sistem tubuhmu bekerja dengan optimal.

Fungsi utamanya terletak pada pembentukan hemoglobin, protein yang ada di dalam sel darah merah.

Hemoglobin inilah yang bertugas mengikat oksigen dari paru-paru, lalu membawanya ke seluruh jaringan, otot, dan organ tubuh.

Coba bayangkan, kalau pabrik hemoglobin kekurangan bahan baku zat besi, sel darah merah tidak dapat membawa oksigen dengan efisien.

Akibatnya, sel-sel tubuhmu tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga menimbulkan rasa lelah berkepanjangan, tubuh lemas, dan sulit berkonsentrasi.

Kondisi inilah yang dikenal sebagai anemia defisiensi besi. Jadi, zat besi bukan hanya soal nutrisi, tapi soal bahan bakar vital yang ngebantu kamu tetap aktif dan fokus.

Jenis Zat Besi

Sebelum kita masuk ke daftar makanan yang mengandung zat besi, penting buat kamu tahu bahwa zat besi dibagi menjadi dua jenis berdasarkan sumber dan tingkat penyerapannya.

1. Zat Besi Heme (Heme Iron)

Jenis ini ditemukan hanya pada produk hewani.

Keunggulannya adalah tingkat penyerapan yang sangat tinggi (sekitar 15%–35%).

Tubuhmu tidak perlu bekerja keras untuk mengambil zat besi dari sumber heme.

2. Zat Besi Non-Heme (Non-Heme Iron)

Sementara jenis zat besi non heme ini ditemukan pada tumbuhan (nabati) dan juga produk hewani, tapi jumlahnya lebih sedikit.

Sayangnya, penyerapan non-heme jauh lebih rendah dan rumit (hanya sekitar 2%–20%), dan sangat dipengaruhi oleh zat lain yang kamu konsumsi.

Nah, perbedaan penyerapan inilah yang membuat pola makanmu harus cerdas.

Kalau kamu memilih sumber non-heme, seperti bayam atau kacang-kacangan, kamu perlu strategi kombinasi khusus agar penyerapannya bisa meningkat tajam.

Daftar Makanan yang Mengandung Zat Besi

1. Sumber Heme Iron, Protein Hewani Terbaik

Karena zat besi heme memiliki penyerapan tertinggi, inilah sumber-sumber terbaik untuk mengisi ulang cadangan besi tubuhmu, terutama kalau kamu sedang mengalami anemia:

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

  • Hati (Liver): Hati ayam atau sapi mengandung kadar zat besi yang sangat tinggi, sekaligus kaya vitamin A dan B.
  • Daging Merah Tanpa Lemak: Daging sapi, domba, dan kambing adalah sumber yang sangat baik. Semakin merah dagingnya, semakin tinggi kandungan zat besinya.
  • Daging Unggas: Ayam dan kalkun, terutama bagian paha (daging gelap) memiliki kandungan zat besi heme lebih tinggi dibanding bagian dada.
  • Kerang dan Tiram (Shellfish): Makanan laut jenis ini adalah kejutan karena kandungan zat besinya yang luar biasa tinggi dan mudah diserap.
  • Ikan: Ikan berlemak seperti salmon dan tuna juga menyumbang zat besi heme, sekaligus ngasih bonus asam lemak omega-3 yang bagus untuk kesehatan jantung.

Mengonsumsi porsi kecil sumber heme secara teratur sudah cukup efektif untuk menjaga kadar hemoglobin tetap stabil.

2. Sumber Non-Heme Iron, Kekuatan Nabati

Kalau kamu vegetarian, vegan, atau hanya mau nambah asupan dari tumbuhan, sumber non-heme ini tidak kalah penting.

Meskipun penyerapannya lebih rendah, volumenya bisa jadi besar dan ngasih serat serta vitamin lain yang kamu butuhkan.

  • Kacang-kacangan: Lentil, kacang merah, kacang polong, dan kedelai adalah sumber yang luar biasa. Satu porsi lentil matang bisa ngasih zat besi setara dengan porsi kecil daging.
  • Biji-bijian dan Biji Labu: Biji labu, biji wijen, dan biji chia adalah snack padat nutrisi yang tinggi zat besi.
  • Sayuran Hijau Gelap: Inilah kenapa Bayam selalu jadi ikon zat besi. Kangkung, kale, dan sawi juga termasuk. Meskipun non-heme, mereka ngasih banyak manfaat lain.
  • Tahu dan Tempe: Produk olahan kedelai ini adalah andalan bagi vegetarian. Selain protein, tahu dan tempe juga ngasih zat besi yang lumayan.
  • Buah Kering: Kismis, aprikot kering, dan plum adalah cara enak untuk nambah zat besi dan serat sekaligus.

Cara Memaksimalkan Penyerapan Zat Besi

1. Tambahkan Vitamin C

Vitamin C adalah pahlawan super untuk zat besi non-heme.

Mengonsumsi non-heme, misalnya bayam bersama sumber Vitamin C (perasan lemon, paprika, atau jeruk) bisa meningkatkan penyerapan hingga enam kali lipat!

2. Waspadai Penghambat

Teh, kopi, dan minuman bersoda mengandung tanin dan fitat yang mengikat zat besi non-heme dan menghambat penyerapannya.

Sebaiknya hindari minuman ini setidaknya satu jam sebelum dan sesudah makan utama.

3. Jauhi Kalsium Berlebihan

Kalsium adalah mineral penting, tapi kalsium tinggi dari suplemen atau produk susu bisa mengganggu penyerapan zat besi.

Jika kamu minum suplemen kalsium, beri jeda waktu dengan makan makanan kaya zat besi.

4. Proses Fermentasi dan Perendaman

Untuk kacang-kacangan dan biji-bijian, proses perendaman atau fermentasi, misalnya membuat tempe, bisa membantu mengurangi fitat sehingga zat besi lebih mudah diakses tubuh.

Gejala Kekurangan Zat Besi dan Angka Kebutuhan Harian

Sebelum kita bicara target harian, penting untuk memahami gejala-gejala kalau zat besimu lagi defisit.

Kalau kamu mengalami gejala ini secara terus menerus, segera lakukan cek darah.

Gejala anemia defisiensi zat besi meliputi:

  • Mengalami rasa lelah yang tidak hilang meski sudah istirahat cukup.
  • Kulit pucat terutama di bagian bawah kelopak mata atau kuku.
  • Sering sakit kepala dan pusing karena otak tidak mendapat oksigen yang cukup.
  • Jantung berdebar kencang karena bekerja lebih keras untuk memompa darah oksigen.
  • Rambut rontok dan kuku rapuh karena sel-sel kulit dan rambut tidak mendapat nutrisi yang baik.
  • Tangan dan kaki dingin karena sirkulasi darah terganggu.

Kebutuhan zat besi harian pada setiap orang berbeda, terutama bagi wanita dan ibu hamil.

Berikut patokan kebutuhan harian (dalam miligram per hari) yang dianjurkan:

  • Pria Dewasa: 8 mg/hari
  • Wanita Dewasa (19-50 tahun): 18 mg/hari (lebih tinggi karena kehilangan darah saat menstruasi)
  • Wanita Hamil: 27 mg/hari (sangat tinggi karena harus menyuplai kebutuhan janin)
  • Wanita Menyusui: 9 mg/hari
  • Anak-anak (1-3 tahun): 7 mg/hari

Memenuhi target 18 mg per hari untuk wanita dewasa tidak bisa hanya dengan makan sepotong daging.

Dibutuhkan perencanaan dan kombinasi cerdas dari berbagai makanan yang mengandung zat besi.

Mendalami nutrisi tidak cuma soal daftar makanan, tapi juga soal bagaimana cara membangun kebiasaan sehat yang berkelanjutan.

Agar kamu semakin paham dan proses belajar mengenai nutrisi dan pola makan semakin terarah, buku Nutrition Rules: Panduan Dasar Nutrisi dan Konsumsi Makanan Sehari-hari bisa menjadi pilihan bacaan yang tepat.

Buku ini memberikan penjelasan mengenai prinsip dasar nutrisi, mulai dari jenis nutrisi penting, pengaruh pada tubuh, cara memenuhi kebutuhan nutrisi harian, hingga apa saja yang perlu diperhatikan ketika menjadi vegan.

Dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini juga dilengkapi beberapa resep lezat dan bergizi yang dapat langsung dicoba di rumah.

Buku ini bisa kamu baca selengkapnya di Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

5 Cara Menghasilkan Uang dari Threads Meta 2026, Terbukti Cuan!

5 Cara Menghasilkan Uang dari Threads Meta 2026, Terbukti Cuan!

buku
Ciri-Ciri Kopi Arabika vs Robusta, Apa Perbedaannya? 

Ciri-Ciri Kopi Arabika vs Robusta, Apa Perbedaannya? 

buku
Lama Clearance Yellow Line Impor dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

Lama Clearance Yellow Line Impor dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

buku
Buying Time Artinya Apa dan Bagaimana Cara Menggunakannya secara Efektif?

Buying Time Artinya Apa dan Bagaimana Cara Menggunakannya secara Efektif?

buku
Perbedaan Americano dan Espresso yang Sering Belum Diketahui 

Perbedaan Americano dan Espresso yang Sering Belum Diketahui 

buku
Misi di Balik Mandat Palsu: Menguak Strategi dan Tujuan Angkatan Perang Ratu Adil

Misi di Balik Mandat Palsu: Menguak Strategi dan Tujuan Angkatan Perang Ratu Adil

buku
Proses Yellow Line Berapa Hari dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

Proses Yellow Line Berapa Hari dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

buku
15 Konsep Acara Natal yang Menarik dan Kreatif

15 Konsep Acara Natal yang Menarik dan Kreatif

buku
Mengenal Kota Bisnis Terbesar di Amerika Serikat yang Jadi Pusat Perdagangan Dunia 

Mengenal Kota Bisnis Terbesar di Amerika Serikat yang Jadi Pusat Perdagangan Dunia 

buku
Kenapa New York City Jadi Pusat Ekonomi? Ini Faktor yang Membuatnya Berpengaruh di Dunia

Kenapa New York City Jadi Pusat Ekonomi? Ini Faktor yang Membuatnya Berpengaruh di Dunia

buku
Mengenal Pusat Industri di Amerika Serikat dan Perkembangannya 

Mengenal Pusat Industri di Amerika Serikat dan Perkembangannya 

buku
Perbedaan Buying Time dan Delaying dalam Pengambilan Keputusan

Perbedaan Buying Time dan Delaying dalam Pengambilan Keputusan

buku
Peran Wall Street dalam Ekonomi Dunia dan Pengaruhnya terhadap Pasar Global

Peran Wall Street dalam Ekonomi Dunia dan Pengaruhnya terhadap Pasar Global

buku
Cara Menyeimbangkan Peran Ibu dan Ayah dalam Rumah Tangga

Cara Menyeimbangkan Peran Ibu dan Ayah dalam Rumah Tangga

buku
Unlocking Knowledge: Bahasa Inggris dan Akses Pengetahuan

Unlocking Knowledge: Bahasa Inggris dan Akses Pengetahuan

buku
Bebas dari Beban Ganda, Ini Kunci Berhenti Jadi Generasi Sandwich

Bebas dari Beban Ganda, Ini Kunci Berhenti Jadi Generasi Sandwich

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau