Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Legenda Banyuwangi: Sejarah, Tokoh, dan Pesan Moral yang Terkandung

Kompas.com, 15 Juni 2026, 17:00 WIB
Legenda Banyuwangi  Sumber Gambar: Kompas.com Legenda Banyuwangi 
Rujukan artikel ini:
Telusur Jawa Timur
Pengarang: Maria Fransiska Merinda
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Di balik nama Banyuwangi yang terkenal hingga sekarang, ternyata tersimpan sebuah legenda penuh cinta, kesetiaan, dan pengorbanan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Legenda Banyuwangi mengisahkan tentang Sri Tanjung, seorang perempuan yang dikenal karena kesetiaan dan ketulusan hatinya.

Namun, sebuah fitnah mengubah hidupnya dan melahirkan kisah yang menjadi asal-usul nama Banyuwangi.

Tak hanya menarik untuk disimak, cerita rakyat dari Jawa Timur ini juga menyimpan banyak pesan moral yang masih relevan hingga saat ini.

Yuk, kenali lebih jauh sejarah, tokoh, dan pesan moral yang terkandung dalam legenda Banyuwangi!

Asal Usul dan Sejarah Legenda Banyuwangi

Legenda Banyuwangi merupakan salah satu cerita rakyat paling terkenal dari Jawa Timur.

Kisah ini telah diwariskan secara turun-temurun dan dipercaya menjadi asal-usul nama Banyuwangi yang dikenal hingga sekarang.

Cerita tersebut berpusat pada kehidupan Sri Tanjung dan suaminya, Sidopekso, yang harus menghadapi ujian besar akibat fitnah dan kesalahpahaman.

Secara garis besar, asal usul legenda Banyuwangi dapat dijelaskan melalui beberapa peristiwa penting berikut:

1. Sri Tanjung dan Sidopekso Hidup sebagai Pasangan yang Saling Mencintai

Sri Tanjung dikenal sebagai perempuan yang cantik, baik hati, dan sangat setia kepada suaminya, Sidopekso.

Kehidupan mereka awalnya berjalan harmonis hingga sebuah peristiwa mengubah segalanya.

2. Munculnya Fitnah yang Memicu Konflik

Karena kecantikan dan pesona Sri Tanjung, muncul pihak yang berusaha memisahkan pasangan tersebut.

Akibat berbagai tuduhan dan hasutan, Sidopekso mulai meragukan kesetiaan istrinya meskipun Sri Tanjung tidak pernah melakukan kesalahan.

3. Sidopekso Menuduh Sri Tanjung Berselingkuh

Rasa curiga yang terus dipelihara membuat Sidopekso kehilangan kepercayaan kepada istrinya.

Ia yakin bahwa Sri Tanjung telah mengkhianatinya, meskipun tidak memiliki bukti yang jelas.

4. Sri Tanjung Berusaha Membuktikan Dirinya Tidak Bersalah

Sebelum menerima hukuman yang dijatuhkan kepadanya, Sri Tanjung bersumpah bahwa dirinya tetap setia kepada sang suami.

Ia meminta agar kebenaran dibuktikan melalui sebuah tanda setelah dirinya meninggal.

5. Munculnya Air yang Harum

Setelah Sri Tanjung dilempar ke sungai, terjadi peristiwa yang tidak biasa.

Air sungai yang sebelumnya biasa saja berubah menjadi harum semerbak.

Kejadian tersebut menjadi bukti bahwa Sri Tanjung memang tidak bersalah dan tetap menjaga kesetiaannya.

6. Lahirnya Nama Banyuwangi

Menyadari kesalahannya, Sidopekso menyesal karena telah mempercayai fitnah.

Sementara itu, air sungai yang mengeluarkan aroma harum kemudian dikenal dengan sebutan "Banyu Wangi", yang dalam bahasa Jawa berarti "air yang harum".

Dari sinilah nama Banyuwangi dipercaya berasal.

Meskipun tergolong legenda, kisah ini memiliki tempat khusus dalam budaya masyarakat Banyuwangi.

Cerita Sri Tanjung tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya daerah, tetapi juga mengajarkan pentingnya kepercayaan, kejujuran, dan kehati-hatian dalam menilai seseorang.

Tokoh-Tokoh dalam Legenda Banyuwangi

Seperti cerita rakyat pada umumnya, legenda Banyuwangi menghadirkan beberapa tokoh yang memiliki peran penting dalam membangun alur cerita.

Masing-masing tokoh tidak hanya menggerakkan jalannya kisah, tetapi juga mewakili nilai dan karakter tertentu yang dapat dipelajari oleh pembaca.

Berikut tokoh-tokoh utama dalam legenda Banyuwangi:

1. Sri Tanjung

Sri Tanjung merupakan tokoh utama dalam legenda Banyuwangi.

Ia digambarkan sebagai perempuan yang cantik, baik hati, penyabar, dan sangat setia kepada suaminya.

Meskipun menghadapi berbagai tuduhan dan fitnah, Sri Tanjung tetap mempertahankan kejujuran serta kesetiaannya.

Karakter inilah yang menjadikannya simbol ketulusan dan pengorbanan dalam cerita.

Hingga akhir kisah, Sri Tanjung tetap teguh pada kebenaran meski harus menerima nasib yang tragis.

2. Sidopekso

Sidopekso adalah suami Sri Tanjung yang awalnya sangat mencintai istrinya.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Ia dikenal sebagai sosok pemberani dan bertanggung jawab.

Namun, karena terlalu mudah mempercayai hasutan dan tidak mencari kebenaran terlebih dahulu, Sidopekso akhirnya menuduh Sri Tanjung telah berkhianat.

Keputusan yang diambil berdasarkan emosi tersebut menjadi titik balik yang membawa penyesalan besar dalam hidupnya.

Melalui tokoh Sidopekso, pembaca diajak memahami pentingnya berpikir jernih dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terbukti kebenarannya.

3. Raja Sulakrama

Dalam beberapa versi legenda Banyuwangi, Raja Sulakrama diceritakan sebagai penguasa tempat Sidopekso mengabdi.

Ia memiliki kedudukan tinggi dan berpengaruh terhadap jalannya cerita.

Kehadiran Raja Sulakrama menjadi salah satu pemicu konflik karena tindakannya turut menimbulkan kesalahpahaman yang akhirnya memengaruhi hubungan Sri Tanjung dan Sidopekso.

Tokoh ini menunjukkan bagaimana kekuasaan dapat membawa dampak besar terhadap kehidupan orang lain.

4. Tokoh Penghasut atau Penyebar Fitnah

Beberapa versi cerita juga menghadirkan tokoh yang berperan sebagai penyebar fitnah atau pihak yang memicu kecurigaan Sidopekso terhadap Sri Tanjung.

Meski tidak selalu disebutkan secara rinci, keberadaan tokoh ini menjadi simbol bahwa fitnah dan prasangka dapat merusak hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan.

Dari sinilah konflik utama dalam legenda Banyuwangi mulai berkembang.

Pesan Moral yang Terkandung dalam Legenda Banyuwangi

Di balik kisah cinta dan tragedi yang dialami Sri Tanjung dan Sidopekso, legenda Banyuwangi juga menyimpan berbagai pesan moral yang masih relevan hingga saat ini.

Nilai-nilai tersebut menjadi alasan mengapa cerita rakyat ini terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Berikut beberapa pesan moral yang dapat dipetik dari legenda Banyuwangi:

1. Pentingnya Menjaga Kepercayaan

Salah satu inti cerita legenda Banyuwangi adalah tentang kepercayaan dalam sebuah hubungan.

Sidopekso yang mudah termakan hasutan akhirnya meragukan kesetiaan Sri Tanjung tanpa mencari tahu kebenaran terlebih dahulu.

Dari kisah ini, kita dapat belajar bahwa kepercayaan merupakan fondasi penting dalam hubungan apa pun, baik dengan keluarga, sahabat, maupun pasangan.

2. Jangan Mudah Percaya pada Fitnah

Konflik dalam legenda Banyuwangi bermula dari fitnah dan prasangka.

Akibatnya, keputusan yang diambil berdasarkan informasi yang belum terbukti justru membawa penyesalan yang tidak bisa diperbaiki.

Pesan ini mengingatkan kita untuk selalu memeriksa fakta dan mendengarkan berbagai sudut pandang sebelum mengambil kesimpulan.

3. Kejujuran Akan Terungkap pada Akhirnya

Meskipun Sri Tanjung menghadapi tuduhan yang tidak adil, pada akhirnya kebenaran tetap terungkap.

Air sungai yang menjadi harum menjadi simbol bahwa ia memang tidak bersalah.

Nilai ini mengajarkan bahwa kejujuran mungkin tidak selalu langsung terlihat, tetapi pada akhirnya kebenaran akan menemukan jalannya sendiri.

4. Kesabaran dan Keteguhan Hati adalah Kekuatan

Sri Tanjung digambarkan sebagai sosok yang sabar dan tetap teguh pada prinsipnya meskipun menghadapi situasi yang sulit.

Ia tidak membalas tuduhan dengan kebencian, melainkan tetap mempertahankan kebenaran.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa kesabaran dan keteguhan hati dapat menjadi kekuatan besar dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

5. Berpikirlah Sebelum Bertindak

Penyesalan yang dialami Sidopekso muncul karena ia bertindak berdasarkan emosi dan kemarahan.

Keputusan yang diambil secara terburu-buru sering kali menimbulkan akibat yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu, legenda Banyuwangi mengajarkan pentingnya berpikir jernih, mengendalikan emosi, dan mempertimbangkan setiap tindakan dengan matang.

Melalui berbagai pesan moral tersebut, legenda Banyuwangi tidak hanya menjadi cerita rakyat yang menarik untuk dibaca, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kepercayaan, kejujuran, dan kebijaksanaan.

Selain menyimpan kisah legenda yang menarik, Jawa Timur juga memiliki beragam destinasi wisata yang patut dikunjungi.

Mulai dari Gunung Bromo, Museum Angkut di Malang, Kawah Ijen di Banyuwangi yang terkenal dengan fenomena blue fire-nya, dan masih banyak lainnya.

Melalui buku Telusur Jawa Timur, kamu diajak untuk mengenal berbagai tempat wisata terkenal dan menarik.

Buku ini dapat menjadi referensi untuk menyusun rencana perjalanan dan menjelajahi keindahan Jawa Timur secara lebih menyeluruh.

Yuk, temukan lebih banyak cerita dan wawasan menarik tentang Jawa Timur dengan buku Telusur Jawa Timur yang bisa kamu akses di Gramedia Digital!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cash Stuffing vs Budgeting Digital: Mana yang Lebih Ampuh?

Cash Stuffing vs Budgeting Digital: Mana yang Lebih Ampuh?

buku
Weton Tulang Wangi dalam Hubungan Asmara: Daya Pikat dan Tantangannya

Weton Tulang Wangi dalam Hubungan Asmara: Daya Pikat dan Tantangannya

buku
7 Cara Berhenti Belanja Impulsif: Panduan Psikologi dan Finansial

7 Cara Berhenti Belanja Impulsif: Panduan Psikologi dan Finansial

buku
Apa Itu Cash Stuffing? Berikut Panduan Dasar, Contoh Kategori, dan Trik Suksesnya

Apa Itu Cash Stuffing? Berikut Panduan Dasar, Contoh Kategori, dan Trik Suksesnya

buku
Yuk, Bertualang Bersama Para Pangeran yang Penuh Inspirasi Melalui Seri The Prince!

Yuk, Bertualang Bersama Para Pangeran yang Penuh Inspirasi Melalui Seri The Prince!

buku
Panduan Lengkap Declutter Google Drive untuk Bersihkan Memori 

Panduan Lengkap Declutter Google Drive untuk Bersihkan Memori 

buku
7 Cara Mengurangi Screen Time untuk Meningkatkan Produktivitas

7 Cara Mengurangi Screen Time untuk Meningkatkan Produktivitas

buku
Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

buku
PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

buku
Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

buku
Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

buku
Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

buku
Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

buku
Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

buku
5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

buku
7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau