Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Weton Tulang Wangi dalam Hubungan Asmara: Daya Pikat dan Tantangannya

Kompas.com, 21 Juli 2026, 16:00 WIB
Weton Tulang Wangi dalam Hubungan Asmara Sumber Gambar: Magnific.com Weton Tulang Wangi dalam Hubungan Asmara
Rujukan artikel ini:
Membongkar Rahasia Weton
Pengarang: Agus Wahyudi
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Dalam budaya Jawa, weton sering dijadikan salah satu acuan untuk membaca watak, kecocokan, hingga perjalanan hidup seseorang.

Salah satu istilah yang belakangan kembali banyak diperbincangkan adalah weton tulang wangi.

Meski begitu, penting dipahami bahwa pembahasan mengenai weton tulang wangi dalam hubungan asmara berasal dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa.

Hingga kini, tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa weton dapat menentukan kualitas atau keberhasilan sebuah hubungan.

5 Karakteristik Utama Weton Tulang Wangi dalam Hubungan Asmara

Dalam kepercayaan primbon Jawa, sejumlah sifat berikut sering dikaitkan dengan pemilik weton tulang wangi.

Perlu diingat, karakteristik ini merupakan bagian dari tradisi budaya dan tidak memiliki dasar pembuktian ilmiah.

1. Memiliki Karisma yang Mudah Menarik Perhatian Orang Lain

Dalam kepercayaan primbon, pemilik weton tulang wangi dipercaya memiliki karisma yang membuat kehadirannya lebih mudah diperhatikan.

Karisma tersebut tidak selalu diartikan sebagai penampilan fisik, tetapi juga pembawaan dan sikap yang dianggap memikat.

Dalam hubungan asmara, kepercayaan ini membuat pemilik weton tulang wangi sering dianggap lebih mudah membangun kesan pertama yang baik.

Namun, anggapan tersebut berasal dari tradisi primbon dan bukan hasil penelitian mengenai kepribadian manusia.

2. Peka Terhadap Perubahan Suasana di Sekitarnya

Dalam kepercayaan primbon, pemilik weton tulang wangi dipercaya lebih cepat menangkap perubahan suasana maupun perasaan orang-orang di sekitarnya.

Oleh karena itu, mereka sering dianggap mudah merasakan ketika hubungan sedang tidak baik-baik saja.

Bagi sebagian masyarakat Jawa, kepekaan tersebut dipandang sebagai kelebihan karena membantu seseorang lebih memahami kondisi pasangannya.

Meski demikian, kemampuan itu tetap merupakan bagian dari keyakinan budaya, bukan fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

3. Cenderung Membangun Hubungan Emosional yang Kuat

Dalam kepercayaan primbon, pemilik weton tulang wangi juga dipercaya tidak mudah menjalin hubungan secara setengah hati.

Mereka lebih sering digambarkan membangun ikatan emosional yang mendalam dengan pasangan.

Pandangan ini muncul dari penafsiran watak dalam primbon yang menghubungkan kepekaan batin dengan cara seseorang menjalin relasi.

Namun, tidak ditemukan literatur akademik yang menyatakan bahwa weton tertentu secara langsung memengaruhi kualitas hubungan asmara.

Karena itu, anggapan tersebut lebih tepat dipahami sebagai bagian dari tradisi masyarakat Jawa yang diwariskan dari generasi ke generasi.

4. Lebih Mudah Terpengaruh oleh Kondisi Psikologis Pasangan

Dalam kepercayaan primbon, kepekaan yang tinggi dipercaya membuat sebagian pemilik weton tulang wangi lebih mudah terbawa suasana hati orang terdekat, termasuk pasangan.

Akibatnya, mereka terkadang ikut merasa cemas, sedih, atau gelisah ketika pasangan sedang menghadapi masalah.

Hingga saat ini, tidak ditemukan literatur budaya maupun penjelasan akademik yang secara khusus mengaitkan sifat tersebut dengan weton tulang wangi.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Karena itu, anggapan ini sebaiknya dipahami sebagai bagian dari kepercayaan masyarakat.

Apabila mengalaminya, kondisi tersebut lebih tepat disikapi melalui komunikasi yang baik dengan pasangan daripada menganggapnya sebagai akibat mutlak dari weton kelahiran.

5. Dipercaya Memiliki Intuisi yang Lebih Tajam dibanding Kebanyakan Orang

Dalam kepercayaan primbon, pemilik weton tulang wangi sering dikaitkan dengan intuisi yang lebih kuat ketika mengambil keputusan atau membaca situasi dalam hubungan.

Kompas.com mengutip penjelasan Tundjung Wahadi Sutirto bahwa pemilik weton tulang wangi digambarkan memiliki kepekaan tinggi terhadap lingkungan.

Dari penafsiran itulah kemudian muncul anggapan bahwa mereka juga memiliki intuisi yang lebih tajam.

Meski begitu, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa weton dapat memengaruhi kemampuan intuisi seseorang.

Oleh sebab itu, kepercayaan tersebut tetap berada dalam ranah budaya Jawa, bukan kesimpulan ilmiah.

Tantangan Pemilik Weton Tulang Wangi dalam Hubungan Asmara

Di balik berbagai anggapan tentang kelebihan yang dimiliki, kepercayaan primbon juga mengingatkan bahwa setiap hubungan tetap memiliki tantangan.

Pada akhirnya, keharmonisan hubungan tidak hanya ditentukan oleh weton, tetapi juga oleh cara kedua pasangan saling memahami.

1. Menjaga Keseimbangan antara Intuisi dan Komunikasi

Dalam kepercayaan primbon Jawa, pemilik weton tulang wangi dipercaya memiliki kepekaan batin yang lebih tinggi dibanding kebanyakan orang.

Kepekaan tersebut kerap dihubungkan dengan kemampuan membaca suasana atau merasakan perubahan sikap orang di sekitarnya.

Pandangan ini merupakan bagian dari tradisi budaya Jawa, bukan kesimpulan ilmiah.

Kompas.com mengutip penjelasan budayawan Universitas Sebelas Maret (UNS), Tundjung Wahadi Sutirto, bahwa weton tulang wangi dipahami sebagai bagian dari sistem kepercayaan masyarakat Jawa mengenai kepekaan seseorang terhadap lingkungannya.

Meski demikian, hubungan yang sehat tetap membutuhkan komunikasi yang terbuka.

Mengandalkan firasat tanpa mengonfirmasi langsung kepada pasangan justru berisiko menimbulkan salah paham, terutama ketika kedua belah pihak sedang menghadapi tekanan atau masalah pribadi.

2. Menghormati Kepercayaan tanpa Mengabaikan Realitas

Bagi sebagian masyarakat Jawa, weton merupakan salah satu warisan budaya yang masih dijadikan bahan pertimbangan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan asmara.

Namun, kepercayaan tersebut sebaiknya diposisikan sebagai bagian dari tradisi yang hidup di masyarakat, bukan sebagai penentu mutlak keberhasilan sebuah hubungan.

Memahami sudut pandang budaya seperti ini bisa menjadi langkah awal untuk mengenal tradisi Jawa secara lebih utuh.

Salah satu buku yang dapat menjadi referensi menarik untuk kamu memahami filosofi weton secara lebih mendalam sekaligus mengenal kekayaan kearifan budaya Jawa adalah Membongkar Rahasia Weton karya Agus Wahyudi.

Buku ini membahas secara mendalam hubungan antara hari dan pasaran lahir dengan sifat, kelebihan, kelemahan, bahkan potensi hidup seseorang.

Dalam buku ini kamu juga akan menemukan pembahasan mengenai makna filosofis di balik setiap hari dan pasaran, cara menghitung weton beserta penafsiran neptu, hubungan weton dengan karakter pribadi, kecocokan jodoh, relasi sosial, hingga berbagai panduan memilih hari baik untuk pernikahan, memulai usaha, maupun pindah rumah.

Melalui buku ini, kamu dapat melihat bahwa weton merupakan bagian dari warisan budaya Jawa yang sarat nilai, simbol, dan filosofi.

Buku Membongkar Rahasia Weton tersedia di Gramedia.com dan toko Gramedia terdekat.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Masih Ragu Investasi Syariah? 4 Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

Masih Ragu Investasi Syariah? 4 Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

buku
Perdagangan Masa Penjajahan Belanda: Sejarah, Sistem, dan Dampaknya bagi Indonesia

Perdagangan Masa Penjajahan Belanda: Sejarah, Sistem, dan Dampaknya bagi Indonesia

buku
Mengenal Komoditas Utama Masa Kolonial yang Jadi Incaran Belanda

Mengenal Komoditas Utama Masa Kolonial yang Jadi Incaran Belanda

buku
8 Tokoh Perlawanan terhadap Belanda dan Perjuangannya dalam Sejarah Indonesia

8 Tokoh Perlawanan terhadap Belanda dan Perjuangannya dalam Sejarah Indonesia

buku
Hasil Bumi Indonesia Masa Belanda: Rempah-Rempah hingga Komoditas Ekspor

Hasil Bumi Indonesia Masa Belanda: Rempah-Rempah hingga Komoditas Ekspor

buku
4 Pemain Muda Spanyol Paling Bersinar di Piala Dunia 2026

4 Pemain Muda Spanyol Paling Bersinar di Piala Dunia 2026

buku
8 Tokoh Kemerdekaan Korea Selatan Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

8 Tokoh Kemerdekaan Korea Selatan Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

buku
7 Fakta Unik Kemerdekaan Korea yang Jarang Diketahui

7 Fakta Unik Kemerdekaan Korea yang Jarang Diketahui

buku
Hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat: Sejarah Aliansi, Militer, dan Ekonomi

Hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat: Sejarah Aliansi, Militer, dan Ekonomi

buku
Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

buku
Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

buku
Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

buku
Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

buku
Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

buku
Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

buku
Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau