Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berapa Biaya Hidup di Hokkaido Jepang per Bulan? Simak Rinciannya Berikut Ini

Kompas.com, 8 Mei 2026, 13:00 WIB
Biaya Hidup di Jepang per Bulan di Hokkaido Sumber Gambar: Freepik.com Biaya Hidup di Jepang per Bulan di Hokkaido
Rujukan artikel ini:
Trip to Japan in 11…
Pengarang: Silvia Hadrun
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Hidup di Hokkaido punya suasana yang berbeda dibanding kota besar Jepang lainnya.

Wilayah ini terkenal dengan salju tebal, udara yang lebih bersih, dan ritme hidup yang terasa lebih tenang.

Kalau kamu mencari tempat tinggal di Jepang yang tidak terlalu padat tapi tetap nyaman, Hokkaido bisa jadi pilihan menarik.

Biaya Hidup di Hokkaido Mahal atau Murah?

Secara umum, biaya hidup di Hokkaido masih tergolong lebih terjangkau dibanding kota besar seperti Tokyo.

Di kota seperti Sapporo, total pengeluaran bulanan biasanya ada di kisaran ¥96.000–¥159.000, yang cenderung lebih rendah dibanding Tokyo.

Salah satu alasan utamanya ada di biaya sewa.

Apartemen kecil di Sapporo umumnya berada di kisaran ¥45.000–¥80.000, sementara di Tokyo untuk ukuran yang sama bisa jauh lebih mahal.

Faktor lain yang cukup berpengaruh adalah ketersediaan lahan.

Hokkaido tidak sepadat kota metropolitan, jadi harga properti lebih masuk akal.

Meski begitu, kamu tetap perlu siap dengan biaya tambahan saat musim dingin, terutama untuk pemanas ruangan.

Perkiraan Biaya Sewa Tempat Tinggal di Hokkaido

Sekarang kita masuk ke komponen biaya terbesar yang biasanya paling terasa di pengeluaran bulanan kamu.

Harga Sewa Apartemen Studio di Sapporo

Untuk apartemen kecil tipe studio di Sapporo, harga sewanya relatif terjangkau.

Rata-rata berada di kisaran ¥30.000–¥55.000 per bulan, dengan banyak pilihan di sekitar ¥40.000 tergantung lokasi dan kondisi bangunan.

Tipe studio di Jepang sering disebut 1R (one room) atau 1K, yaitu apartemen kecil untuk satu orang dengan satu ruangan utama.

Bedanya, 1K biasanya punya dapur kecil yang terpisah dari ruang tidur.

Keuntungan Sewa Rumah di Luar Pusat Kota

Kalau kamu memilih tinggal sedikit di luar pusat kota, pilihan huniannya biasanya lebih luas dengan harga yang tidak jauh berbeda.

Misalnya, tipe 1LDK (1 kamar tidur + ruang tamu + dapur) bisa kamu dapatkan mulai dari sekitar ¥45.000–¥60.000 per bulan.

Selain lebih lega, lingkungan di pinggiran juga cenderung lebih tenang dan nyaman.

Buat kamu yang tidak keberatan dengan waktu tempuh sedikit lebih lama, ini bisa jadi cara efektif untuk menekan biaya sekaligus mendapatkan ruang tinggal yang lebih layak.

Biaya Makan dan Kebutuhan Bahan Pokok

Kalau kamu sering masak, biaya makan di Jepang masih tergolong cukup terkontrol.

Rata-rata pengeluaran bahan makanan untuk satu orang berada di kisaran ¥30.000–¥50.000 per bulan, tergantung kebiasaan belanja dan menu harian.

Harga bahan dasar juga relatif stabil untuk produk lokal.

Misalnya, susu sekitar ¥200–¥250 per liter, telur ¥200–¥300 per 10 butir, dan ayam sekitar ¥700–¥1.000 per kg.

Di wilayah seperti Hokkaido, kamu juga sering menemukan produk segar dengan kualitas tinggi.

Daerah ini terkenal sebagai penghasil susu, sayur, dan seafood, jadi pilihan bahan makanan lokal biasanya lebih segar dan kadang lebih terjangkau dibanding produk impor.

Sementara, kalau kamu sesekali makan di luar, biayanya masih cukup ramah di kantong.

Makan sederhana di restoran lokal biasanya sekitar ¥600–¥1.000, sementara restoran biasa bisa di kisaran ¥1.000–¥2.000 per sekali makan.

Untuk menu khas seperti ramen, harganya umumnya berada di sekitar ¥800–¥1.200 per mangkuk, tergantung tempat dan topping.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Selain itu, kamu juga bisa mengandalkan convenience store (sering disebut konbini, yaitu minimarket seperti 7-Eleven atau Lawson di Jepang).

Di sini kamu bisa menemukan makanan siap saji seperti bento (nasi kotak) mulai dari ¥400–¥700, yang cukup praktis dan tetap hemat.

Biaya Utilitas dan Biaya Ekstra Musim Dingin

Biaya utilitas di Jepang biasanya mencakup listrik, air, dan gas.

Untuk penggunaan normal, totalnya berada di kisaran ¥10.000–¥20.000 per bulan, tergantung ukuran tempat tinggal dan kebiasaan pemakaian.

Di Hokkaido, ada satu faktor yang cukup berpengaruh, yaitu musim dingin.

Saat salju turun, penggunaan pemanas ruangan meningkat sehingga biaya listrik atau gas bisa naik hingga ¥20.000–¥30.000 per bulan di musim puncak.

Jenis pemanas juga berpengaruh, seperti heater listrik atau pemanas berbahan minyak (kerosene).

Kerosene sendiri adalah bahan bakar cair yang umum dipakai di Jepang untuk pemanas karena lebih hemat dibanding listrik dalam jangka panjang.

Untuk transportasi, biaya di Hokkaido cukup bervariasi tergantung gaya hidup kamu.

Di kota seperti Sapporo, biaya transport umum seperti subway dan bus biasanya berada di kisaran ¥5.000–¥10.000 per bulan jika digunakan rutin.

Namun, karena wilayahnya luas dan tidak semua area terjangkau transport publik, banyak orang memilih menggunakan mobil pribadi.

Cara ini tentu menambah biaya seperti bensin, parkir, dan asuransi kendaraan.

Total Perkiraan Pengeluaran Bulanan untuk Satu Orang

Kalau semua komponen digabung, biaya hidup di Hokkaido umumnya berada di kisaran ¥100.000–¥180.000 per bulan untuk satu orang.

Angka ini sudah mencakup sewa, makan, utilitas, transportasi, dan kebutuhan dasar lainnya berdasarkan rata-rata biaya hidup di wilayah regional Jepang.

Dalam Rupiah, kisaran tersebut setara dengan sekitar Rp10 juta hingga Rp19 jutaan per bulan, tergantung kurs dan gaya hidup kamu.

Biaya bisa lebih rendah jika kamu tinggal di luar pusat kota dan sering memasak sendiri.

Sebaliknya, pengeluaran bisa meningkat saat musim dingin karena biaya pemanas.

Jadi, penting untuk menyiapkan dana cadangan agar keuangan kamu tetap stabil sepanjang tahun.

Tips Pintar Menghemat Biaya Selama Tinggal di Hokkaido

Ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menjaga pengeluaran tetap terkendali.

1. Beli Baju Musim Dingin di Toko Barang Bekas

Jaket musim dingin di Jepang bisa mahal, tapi kamu bisa menemukannya dengan harga lebih terjangkau di toko second seperti thrift shop.

2. Gunakan Pemanas secara Efisien

Atur suhu pemanas secukupnya dan gunakan pakaian berlapis di dalam ruangan agar tidak boros listrik atau bahan bakar.

3. Belanja di Pasar Tradisional atau Lokal

Produk segar seperti sayur, ikan, dan susu sering lebih murah di pasar lokal dibanding supermarket besar.

4. Gunakan Kartu Transportasi Langganan

Kalau kamu sering naik bus atau kereta, kartu langganan bulanan bisa membantu menghemat biaya dibanding bayar satuan setiap hari.

5. Masak Sendiri dan Bawa Bekal

Kebiasaan ini tetap jadi cara paling efektif untuk mengurangi pengeluaran harian, terutama dibanding makan di luar.

Kalau kamu sedang merencanakan perjalanan ke Jepang dan ingin gambaran rute wisata yang jelas, buku Trip to Japan in 11 Days karya Silvia Hadrun bisa jadi referensi yang relevan.

Buku ini menyusun perjalanan 11 hari di jalur populer seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka dengan itinerary yang praktis.

Kamu juga akan menemukan panduan transportasi, etika dasar, hingga rekomendasi kuliner yang mudah diikuti.

Kalau kamu ingin perjalanan ke Jepang terasa lebih terarah sejak hari pertama, kamu bisa menemukan buku ini melalui Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

buku
Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

buku
6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

buku
Tren

Tren "Marriage Is Scary": Benarkah Menikah Adalah 'Ijazah Kelulusan' Hidup yang Wajib Dikejar?

buku
Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

buku
Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

buku
Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

buku
Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

buku
Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

buku
Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

buku
Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

buku
Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

buku
Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

buku
7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

buku
Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

buku
Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau