Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mudah Menyimpan Uang yang Bisa Kamu Lakukan

Kompas.com, 27 Januari 2022, 16:00 WIB
Sumber Foto: Canva
Rujukan artikel ini:
Psychology of Money
Pengarang: Morgan Housel
Penulis Renny Novita
|
Editor Almira Rahma Natasya

Pandemi mengajarkan kita banyak hal, termasuk salah satunya adalah pentingnya mempunyai dana cadangan yang dapat digunakan saat kondisi emergency atau genting.

Kamu mungkin mendengar betapa banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan karena sektor pekerjaannya ditutup.

Untuk bertahan hidup di tengah ketidakpastian dan usaha melamar pekerjaan, tentunya kamu memerlukan dana untuk itu.

Akan sulit jika hanya mengandalkan gaji terakhir yang kamu terima dari perusahaan.

Apalagi jika status kamu sudah berkeluarga, maka tanggung jawabmu lebih besar lagi.

Salah satu cara untuk mengantisipasi kondisi seperti ini adalah kamu bisa menyimpan uang atau dalam kata lain menabung.

Di Mana Kamu Bisa Menyimpan Uang?

Kamu bisa menyimpan uang di rumah atau juga di badan keuangan dalam bentuk tabungan sampai ke dalam bentuk investasi dengan tingkat risiko sesuai dengan pilihanmu.

Kamu bisa memilih deposito berjangka agar emergency fund yang kamu punya memiliki laba lebih dibandingkan tabungan biasa.

Sebaiknya tidak memilih investasi dengan risiko yang tinggi karena kamu nantinya akan sangat bergantung pada ketersediaan emergency fund ini.

Bagaimana Caranya agar Bisa Menyimpan Uang?

Ada beberapa tips menabung yang bisa kamu lakukan ketika akan memulai menyimpan uang, yaitu:

1. Ketahui Berapa Budget dan Target Keuanganmu

Untuk menentukan berapa besar yang bisa kamu sisihkan, kamu harus menghitung dulu berapa pengeluaran dan pemasukan serta cadangan untuk biaya tidak terduga.

Setelah mengetahui berapa besar yang bisa kamu sisihkan setiap bulannya.

Tentukan kapan dan berapa besar jumlah uang yang kamu perlukan sebagai emergency fund ini.

Apakah anggaranmu bisa terealisasi? Apakah kamu bisa melakukan penghematan di area lain?

Berbicara tentang penghematan, sebaiknya lakukan dahulu poin nomor dua.

2. Lakukan Analisa

Cobalah untuk memprioritaskan pengeluaran tidak tetap yang nilainya besar.

Apakah budget untuk makan selama ini tinggi karena kamu lebih sering makan di luar? Apakah jika kamu memasak sendiri akan lebih hemat?

Lakukan analisa dan catat beberapa poin yang bisa kamu ubah.

Lalu, bagaimana jika selama ini tidak pernah mencatat? Bagaimana kita bisa mengetahui berapa banyak pengeluaran setiap bulannya?

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Jika seperti ini, kalian bisa melakukan poin nomor tiga.

3. Mencatat Pengeluaran

Salah satu cara lain untuk mencatat pengeluaran selain manual adalah dengan membayar transaksi dengan kartu debit.

Di akhir bulan kamu tinggal mencatat pengeluaran dari laporan rekening yang kamu miliki.

4. Membuat Rencana Menu Mingguan

Dengan membuat rencana menu mingguan, kamu akan lebih bisa membeli bahan-bahan makanan yang sesuai dengan budget dan bahkan lebih sehat.

Kamu juga bisa menghindari adanya impulse buying ketika sedang berbelanja di supermarket atau pasar tradisional.

5. Membayar Utang

Ketika menyusun rencana menyimpan uang, prioritaskan terlebih dahulu untuk membayar utang.

6. Bedakan Antara Hemat dengan Pelit

Kita memang harus melakukan penghematan, namun bukan berarti kita harus pelit terutama perihal makanan.

Makanan tetap harus memenuhi standar gizi yang baik agar imun tubuh juga dapat terjaga.

Jangan sampai terlalu pelit sehingga menyebabkan sakit dan malah membuat pengeluaran tak terduga, yaitu harus pergi ke dokter.

Mengapa Menyimpan Uang Itu Penting?

Menurut buku Psychology of Money yang ditulis oleh Morgan Housel, kekayaan pada akhirnya adalah tentang berapa banyak uang yang kamu simpan dan bukan tentang berapa besar gaji atau uang dari investasi yang kamu terima.

Menyimpan uang adalah jarak antara pendapatan dan ego kamu.

Kamu tentunya punya kebebasan menghabiskan uang untuk memberi makan egomu, namun di ujung hari kamu tidak mempunyai kebebasan yang kamu inginkan.

Housel di dalam bukunya menegaskan bahwa ketika kamu mempunyai uang, kamu mempunyai fleksibilitas di dalam beberapa aspek kehidupanmu, dan itu menimbulkan perasaan aman di dalam diri.

Kamu bisa menentukan kapan saja kamu ingin melakukan sesuatu.

Misalnya saja kamu ingin berinvestasi membeli properti, maka itu akan dapat dilakukan jika kamu memiliki uang.

Saran lain yang penting dari buku ini adalah tentang pentingnya berinvestasi dari sejak muda.

Jadi untuk kaum muda-mudi, segeralah berinvestasi termasuk berinvestasi pada dirimu sendiri, yaitu dengan membekali pengetahuan tentang finansial seperti membaca buku Psychology of Money ini.

Buku ini bisa dengan mudah kamu dapatkan di Gramedia.com.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli bukunya dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

Dapatkan Diskonnya! Dapatkan Diskonnya!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

buku
Karakteristik Planet Bumi: Ciri, Keunikan, dan Alasan Menjadi Tempat Kehidupan

Karakteristik Planet Bumi: Ciri, Keunikan, dan Alasan Menjadi Tempat Kehidupan

buku
Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

buku
Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Kutai sebagai Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai sebagai Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

buku
Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

buku
8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

buku
Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

buku
Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

buku
Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

buku
Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

buku
Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

buku
Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

buku
Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

buku
Merayakan Valentine Lewat Manga: Dari Gengsi Hingga Keajaiban Waktu

Merayakan Valentine Lewat Manga: Dari Gengsi Hingga Keajaiban Waktu

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau