Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Efek Diet Rendah Gula yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Kompas.com, 20 Januari 2026, 12:00 WIB
Efek dari Diet Rendah Gula  Sumber Gambar: Pexels.com Efek dari Diet Rendah Gula 
Rujukan artikel ini:
Diet Nge Meal Ala Dr.…
Pengarang: dr. Cindiawaty Josito Pudjiadi…
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Banyak orang menjalani diet rendah gula dengan tujuan utama menurunkan berat badan atau mengontrol kadar gula darah.

Namun, ternyata ada sejumlah efek lain yang sering kali luput dari perhatian.

Mulai dari perubahan suasana hati hingga kualitas tidur yang membaik, tubuh mengalami berbagai transformasi menarik ketika asupan gula tambahan mulai berkurang.

Penasaran apa saja dampaknya? Inilah efek diet rendah gula yang mungkin belum pernah kamu bayangkan sebelumnya.

Perubahan Energi Tubuh yang Lebih Stabil

Mengurangi konsumsi gula membuat tubuh tidak lagi mengalami lonjakan dan penurunan kadar gula darah secara ekstrem.

Kondisi ini memberikan dampak langsung pada ritme energi harian.

Berikut beberapa perubahan yang dapat dirasakan setelah menjalani diet rendah gula.

1. Energi Lebih Konsisten Sepanjang Hari

Saat banyak mengonsumsi gula, tubuh merespons dengan cepat melepaskan insulin yang kemudian menyebabkan energi menurun tiba-tiba.

Dengan diet rendah gula, kadar glukosa dalam darah lebih stabil sehingga kamu bisa beraktivitas tanpa mudah merasa lemas atau lelah mendadak.

2. Nafsu Makan Lebih Terkontrol

Lonjakan gula memicu rasa lapar palsu, terutama keinginan untuk mengonsumsi camilan manis atau berkarbohidrat tinggi.

Ketika asupan gula dikurangi, tubuh tidak lagi mengalami gelombang lapar yang berlebihan sehingga pola makan menjadi lebih teratur.

3. Fokus dan Produktivitas Meningkat

Kestabilan energi membantu otak bekerja lebih optimal.

Tidak ada lagi rasa kantuk yang muncul tiba-tiba setelah makan.

Konsentrasi saat bekerja, belajar, atau berkegiatan pun cenderung lebih baik karena tubuh lebih cepat beralih menggunakan lemak sebagai bahan bakar.

Jika gula tidak tersedia dalam jumlah besar, tubuh mulai memanfaatkan simpanan lemak sebagai sumber energi.

Ini dapat mendukung metabolisme yang lebih efisien dan membantu menjaga berat badan tetap stabil.

4. Kualitas Tidur Membaik

Konsumsi gula yang tinggi dapat mengacaukan hormon tidur seperti melatonin dan membuat detak jantung meningkat di malam hari.

Dengan mengurangi gula, proses relaksasi tubuh menjadi lebih alami sehingga tidur terasa lebih nyenyak dan pemulihan tubuh berlangsung lebih optimal.

5. Tidak Mudah Mengalami Mood Swing

Perubahan gula darah yang naik turun tidak hanya memengaruhi energi fisik tetapi juga suasana hati.

Diet rendah gula membantu menjaga kestabilan hormon dan neurotransmiter yang berkaitan dengan emosi.

Kulit Lebih Sehat Berkat Minim Peradangan

Gula tambahan dalam makanan dapat memicu peradangan di dalam tubuh, termasuk pada lapisan kulit.

Ketika konsumsi gula berkurang, kulit mulai menunjukkan perubahan positif yang cukup jelas.

Berikut manfaat yang bisa dirasakan:

1. Mengurangi Risiko Jerawat

Asupan gula tinggi dapat meningkatkan produksi sebum dan memicu peradangan yang menyebabkan munculnya jerawat.

Dengan diet rendah gula, produksi minyak lebih terkontrol dan kulit terlihat lebih bersih.

2. Tekstur Kulit Lebih Halus

Kebiasaan mengonsumsi gula berlebih dapat mempercepat proses glikasi, yaitu kerusakan kolagen yang membuat kulit tampak kusam dan lebih cepat muncul garis halus.

Mengurangi gula membantu kolagen bekerja lebih optimal sehingga kulit tampak lebih kenyal.

3. Warna Kulit Lebih Merata

Inflamasi akibat gula sering memicu kemerahan atau noda pada kulit.

Saat gula ditekan, proses penyembuhan kulit berjalan lebih baik dan warna kulit terlihat lebih merata.

4. Kulit tampak lebih terhidrasi

Stabilnya hormon dan menurunnya produksi minyak secara berlebihan membuat kulit mampu mempertahankan kelembaban alami.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Hasilnya, kulit tidak terlalu kering ataupun terlalu berminyak.

5. Membantu Memperlambat Tanda Penuaan

Diet rendah gula mendukung regenerasi sel kulit dengan lebih efisien.

Elastisitas lebih terjaga dan munculnya tanda penuaan dini dapat ditekan.

Dampak Positif pada Kesehatan Mental dan Fungsi Otak

Kebiasaan mengonsumsi gula berlebih ternyata tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga memengaruhi kinerja otak dan kondisi mental.

Saat tubuh mulai terbiasa dengan diet rendah gula, ada serangkaian perubahan baik yang terjadi pada sistem saraf dan fungsi kognitif.

Berikut manfaat yang bisa dirasakan:

1. Mood Lebih Stabil Sepanjang Hari

Fluktuasi kadar gula darah dapat memengaruhi produksi hormon yang berperan dalam mengatur suasana hati.

Ketika kadar gula lebih stabil, tubuh tidak mengalami gejolak emosional yang ekstrem sehingga mood terasa lebih seimbang dan tidak mudah berubah mendadak.

2. Menurunkan Tingkat Kecemasan dan Stres Berlebih

Peradangan di otak yang dipicu oleh konsumsi gula tinggi dapat mengganggu kestabilan neurotransmiter terkait rasa tenang dan kebahagiaan.

Dengan mengurangi gula, sistem saraf menjadi lebih seimbang sehingga gejala cemas dan stres berangsur menurun.

3. Kinerja Otak Lebih Optimal

Asupan gula yang rendah membantu menjaga aliran energi ke otak tetap teratur.

Hal ini mendorong peningkatan fokus, kemampuan mengambil keputusan, serta daya ingat.

Aktivitas seperti bekerja, belajar, hingga berkreasi dapat dilakukan dengan lebih maksimal.

4. Tidur Malam yang Lebih Nyenyak

Tidur sangat berperan dalam proses pemulihan mental.

Konsumsi gula tinggi dapat membuat tubuh sulit rileks, bahkan memicu detak jantung lebih cepat pada malam hari.

Dengan diet rendah gula, siklus tidur menjadi lebih alami sehingga otak dapat beristirahat dan pulih secara optimal.

5. Menekan Risiko Penurunan Fungsi Otak di Masa Mendatang

Dalam jangka panjang, konsumsi gula berlebih dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kognitif seperti demensia dan gangguan memori.

Menjalani diet rendah gula mendukung otak tetap sehat, responsif, dan tajam hingga usia lanjut.

6. Lebih Jarang Mengalami Brain Fog

Banyak orang yang mengurangi gula melaporkan hilangnya rasa “kepala penuh” yang membuat sulit berkonsentrasi.

Kadar gula darah yang stabil membuat pikiran lebih jernih dan kesadaran mental meningkat.

Menerapkan diet rendah gula membutuhkan kesadaran dan latihan untuk membiasakan tubuh dan pikiran hidup dengan asupan gula yang lebih rendah tanpa harus kehilangan kenikmatan makanan sepenuhnya.

Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan adalah mulai mengurangi gula dari kebiasaan ngemil karena camilan manis sering kali menjadi sumber asupan gula yang tinggi.

Dengan mengganti camilan tinggi gula dengan pilihan yang lebih sehat, tubuh dapat beradaptasi secara bertahap tanpa rasa tersiksa.

Semakin memahami prinsip ini dengan baik, tubuh akan lebih mudah menyesuaikan energi, kulit menjadi lebih sehat, mood lebih stabil, dan fungsi otak tetap optimal.

Selain itu, pola makan rendah gula juga membantu menjaga kestabilan kadar gula darah sehingga menurunkan risiko diabetes.

Untuk memahami cara mengatur pola makan dan kebiasaan ngemil secara tepat, buku Diet Nge “Meal” Ala Dr. Cindy: #MakanSering, Badan Ramping layak dijadikan referensi bacaan.

Buku ini mengulas metode ala Dr. Cindy dalam menjaga berat badan tetap terkontrol meskipun makan dan ngemil dilakukan secara rutin dengan menekankan pemilihan jenis makanan yang tepat dan seimbang.

Melalui buku ini, pembaca diajak memantau komposisi tubuh (body composition), mulai dari lemak, otot, hingga kadar air, termasuk konsumsi gula tetap terjaga sesuai kebutuhan tubuh.

Ditulis oleh Dr. Cindy, dokter spesialis gizi yang telah membantu banyak orang mencapai tubuh idealnya, buku ini juga dilengkapi dengan berbagai tips dan trik serta rekomendasi makanan untuk menjalani diet yang tetap enak untuk diterapkan sehari-hari.

Buku ini bisa kamu dapatkan di Gramedia.com atau membaca versi digitalnya melalui Gramedia Digital.

Yuk, segera baca bukunya dan dapatkan insight baru untuk menjaga pola makan yang lebih sehat.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

7 Cara Mengurangi Screen Time untuk Meningkatkan Produktivitas

7 Cara Mengurangi Screen Time untuk Meningkatkan Produktivitas

buku
Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

buku
PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

buku
Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

buku
Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

buku
Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

buku
Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

buku
Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

buku
5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

buku
7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

buku
Perbedaan Roller Skate dan Inline Skate, Mana yang Cocok untuk Pemula?

Perbedaan Roller Skate dan Inline Skate, Mana yang Cocok untuk Pemula?

buku
Apa itu Weton Tulang Wangi? Arti, Ciri-ciri, dan Daftar Lengkapnya Menurut Primbon

Apa itu Weton Tulang Wangi? Arti, Ciri-ciri, dan Daftar Lengkapnya Menurut Primbon

buku
Mengapa Anak Sering Tidak Mau Mendengar? Pelajaran Berharga dari Buku Seni Berbicara pada Anak 

Mengapa Anak Sering Tidak Mau Mendengar? Pelajaran Berharga dari Buku Seni Berbicara pada Anak 

buku
Menjelajah Dunia Satwa bersama “Big & Little Animals – Hewan Besar dan Kecil”

Menjelajah Dunia Satwa bersama “Big & Little Animals – Hewan Besar dan Kecil”

buku
How to Start Your Own Business: Sepakati Aturan Ini Sebelum Bekerja dengan Teman atau Keluarga

How to Start Your Own Business: Sepakati Aturan Ini Sebelum Bekerja dengan Teman atau Keluarga

buku
Petualangan Seru Mengenal Beragam Hewan Unik di Dunia

Petualangan Seru Mengenal Beragam Hewan Unik di Dunia

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau