Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Babi Itu Haram? Penjelasan dari Sisi Agama, Kesehatan, dan Ilmiah

Kompas.com - 04/03/2025, 09:00 WIB
Rujukan artikel ini:
Kerja Halal Hidup Berkah
Pengarang: Al Harits Al Muhasibi
Penulis Rofik
|
Editor Ratih Widiastuty

Babi adalah salah satu hewan yang diharamkan dalam Islam, tetapi apakah kamu tahu alasan di balik larangan tersebut?

Selain dari sisi agama, ada banyak faktor lain yang membuat babi dianggap tidak layak dikonsumsi, termasuk dari aspek kesehatan dan ilmiah.

Banyak penelitian telah mengungkapkan bahwa daging babi mengandung berbagai risiko kesehatan yang bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Di sisi lain, larangan makan babi juga bukan hanya ditemukan dalam ajaran Islam, tetapi juga dalam beberapa kepercayaan lain.

Menariknya, jika ditelusuri lebih dalam, alasan ilmiah dan medis justru semakin memperkuat aturan yang telah ditetapkan dalam agama sejak ribuan tahun lalu.

Nah, pada artikel ini kita akan membahas secara lengkap kenapa babi itu haram dari berbagai sudut pandang agar kamu lebih memahami larangan ini secara menyeluruh.

Pandangan Agama tentang Keharaman Babi

Dalam Islam, keharaman babi disebutkan secara jelas dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam Surah Al-Baqarah ayat 173 yang menyatakan bahwa daging babi haram dikonsumsi oleh umat Muslim.

Selain dalam Islam, ajaran agama lain seperti Yahudi juga melarang mengonsumsi babi, sebagaimana tercantum dalam kitab Taurat dalam Imamat 11:7-8.

Larangan ini bukan hanya sekadar aturan tanpa alasan, tetapi juga berkaitan dengan prinsip kebersihan dan kesehatan yang dijunjung dalam ajaran agama.

Dalam Islam, segala sesuatu yang diharamkan diyakini memiliki mudarat atau bahaya bagi manusia, baik secara jasmani maupun rohani.

Para ulama menjelaskan bahwa larangan ini adalah bentuk ketaatan kepada Allah serta ujian bagi manusia dalam menaati perintah-Nya.

Banyak ulama juga berpendapat bahwa jika sesuatu telah diharamkan oleh Allah, maka pasti ada keburukan di dalamnya, meskipun manusia belum sepenuhnya memahami alasannya.

Dalil dalam Islam yang Mengharamkan Babi

Salah satu dalil utama yang mengharamkan babi dalam Islam terdapat dalam Al-Qur'an, yaitu Surah Al-Baqarah ayat 173 yang menyatakan bahwa daging babi, darah, bangkai, dan yang disembelih selain atas nama Allah adalah haram.

Selain itu, dalam Surah Al-Ma'idah ayat 3, Allah kembali menegaskan larangan mengonsumsi daging babi serta berbagai makanan yang diharamkan.

Surah Al-An’am ayat 145 juga menyebutkan secara eksplisit bahwa daging babi diharamkan karena merupakan najis atau kotor.

Dalam Surah An-Nahl ayat 115, Allah mengulangi larangan ini sebagai pengingat bahwa babi adalah sesuatu yang dilarang bagi umat Muslim.

Para ulama sepakat bahwa keharaman babi bersifat mutlak dan tidak ada pengecualian kecuali dalam keadaan darurat yang mengancam nyawa.

Hadis Rasulullah SAW juga memperkuat larangan ini, seperti yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim yang menegaskan bahwa babi adalah najis dan tidak boleh dikonsumsi.

Alasan Kesehatan Risiko Mengonsumsi Daging Babi

1. Mengandung Parasite Berbahaya

Daging babi rentan terinfeksi cacing Trichinella spiralis yang dapat menyebabkan trichinosis, yaitu penyakit serius yang menyerang otot dan sistem saraf manusia.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

2. Tinggi Kandungan Lemak Jahat

Dibandingkan dengan daging lain, babi mengandung lebih banyak lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan kolesterol tinggi.

3. Berisiko Menularkan Penyakit Zoonosis

Babi juga dapat membawa berbagai virus dan bakteri seperti hepatitis E, virus Nipah, dan salmonella yang bisa menular ke manusia melalui konsumsi daging yang kurang matang.

4. Mengandung Toksin yang Berbahaya bagi Tubuh

Babi tidak memiliki mekanisme pembuangan racun yang efektif sehingga dagingnya dapat mengandung zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

5. Meningkatkan Risiko Kanker

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging babi yang diproses, seperti bacon dan sosis, berhubungan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal.

6. Berpotensi Menyebabkan Resistensi Antibiotik

Peternakan babi sering menggunakan antibiotik dalam jumlah besar yang dapat memicu resistensi antibiotik dan berbahaya bagi kesehatan manusia.

Fakta Ilmiah tentang Babi dan Penyakit

Ilmu pengetahuan telah mengungkap berbagai fakta tentang babi dan kaitannya dengan penyakit yang dapat membahayakan manusia.

1. Babi Memiliki Sistem Pencernaan yang Cepat

Babi mencerna makanan dengan sangat cepat sehingga tubuhnya tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyaring racun, membuat dagingnya rentan mengandung zat berbahaya.

2. Daging Babi Bisa Mengandung Cacing dan Parasit

Penelitian menunjukkan bahwa babi sering terinfeksi cacing pita Taenia solium yang dapat menyebabkan gangguan saraf dan bahkan kejang pada manusia.

3. Babi Membawa Berbagai Virus Berbahaya

Virus seperti swine flu (H1N1) dan virus Nipah berasal dari babi dan dapat menyebabkan wabah penyakit yang berbahaya bagi manusia.

4. Daging Babi Mengandung Bakteri yang Kebal terhadap Antibiotik

Beberapa studi menemukan bahwa daging babi mentah sering terkontaminasi bakteri MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus) yang sulit diobati dengan antibiotik biasa.

5. Konsumsi Daging Babi Bisa Memicu Peradangan dalam Tubuh

Tingginya kandungan lemak jenuh dalam daging babi dapat menyebabkan inflamasi kronis yang berkontribusi pada penyakit seperti diabetes dan gangguan jantung.

6. Babi Rentan Menyerap Logam Berat dan Racun dari Lingkungan

Karena pola makan dan metabolisme babi, tubuhnya cenderung menyimpan zat-zat berbahaya seperti merkuri, arsenik, dan timbal yang bisa berbahaya bagi manusia yang mengonsumsinya.

Memahami alasan keharaman babi dari sisi agama, kesehatan, dan ilmiah memberi kita perspektif yang lebih luas tentang keputusan yang telah ditetapkan dalam ajaran Islam.

Bukan hanya soal kepercayaan, tetapi juga tentang menjaga kesehatan dan kebersihan karena ada banyak risiko yang tersembunyi di balik konsumsi daging babi.

Fakta ilmiah yang mendukung larangan ini semakin memperjelas bahwa aturan agama sering kali sejalan dengan manfaat bagi manusia dalam jangka panjang.

Menjalani hidup sesuai dengan prinsip halal bukan hanya soal makanan, tetapi juga menyangkut seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam menjalankan usaha dan mencari rezeki yang berkah.

Yuk, temukan panduan lengkap untuk hidup halal dan berkah dalam buku Kerja Halal Hidup Berkah.

Buku ini membahas prinsip-prinsip penting dalam bekerja dan berpenghasilan halal, serta bagaimana cara mendapatkan rezeki yang berkah sesuai dengan al-Quran dan hadis Nabi.

Terdiri dari 200 halaman, buku ini memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami, cocok untuk siapa saja yang ingin menjalani hidup dengan cara yang lebih baik dan penuh berkah.

Segera dapatkan bukunya dan pesan di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau