Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Ciri-Ciri Cowok Posesif yang Harus Diwaspadai 

Kompas.com, 21 November 2024, 16:00 WIB
Cowok Posesif Sumber Gambar: Pexels.com Cowok Posesif
Rujukan artikel ini:
A Handbook For Toxic Relationship
Pengarang: Astrid Savitri
|
Editor Laila Wulanalfi

Posesif merupakan suatu sikap seseorang yang selalu berpikiran dan merasa jika pasangannya adalah miliknya seutuhnya sehingga jika ada hal yang memantik rasa curiga dan cemburu, emosi akan langsung menguasai.

Pada dasarnya, keinginan untuk mencintai dan memiliki seseorang merupakan hal yang sah-sah saja, tapi jika hal itu sudah mengarah pada obsesi yang buruk dan berlebihan tentunya ini bisa menjadi tanda bahaya.

Apalagi jika hal tersebut sampai mengatur dan membatasi hidup pasangan, tentunya ini sudah tidak sehat lagi dalam sebuah hubungan karena hanya akan menimbulkan perselisihan.

Ketika menjalin hubungan asmara, cowok posesif biasanya akan membatasi, menuntut, melarang, hingga mengatur hidup pasangannya dengan alasan demi kebaikan bersama.

Meskipun rasa cemburu kerap dianggap sebagai bumbu cinta dalam hubungan asmara, namun apabila terlalu berlebihan, cemburu bisa menjadi tanda red flag yang memperlihatkan betapa posesifnya pasangan.

Cowok posesif terlihat menandakan jika mereka cinta dan perhatian pada pasangan, tapi hal ini akan menjadi tekanan dan kekangan yang malah membuat hubungan dipenuhi dengan kebohongan.

Apalagi jika cowok posesif memaksa untuk mengatur dan melihat seluruh kehidupan pasangannya, ini terasa sudah sangat tidak wajar.

Karena apa pun yang sifatnya berlebihan pastinya itu tidak akan baik serta ini dapat menjadi indikasi jika kedepannya cowok posesif akan selalu mengikuti dan menempel terus pada pasangannya.

Lalu, apa saja ciri-ciri cowok posesif yang mesti diwaspadai? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Ciri-Ciri Cowok Posesif

1. Cemburu Berlebihan

Cowok posesif biasanya akan amat mudah cemburu pada pasangan, meskipun hanya sekedar untuk pergi jalan-jalan bersama teman.

Apalagi saat pasangan berinteraksi dengan lawan jenis atau orang lain yang tidak disukai, maka cowok posesif bisa sangat cemburu buta.

Hal ini tentunya akan menimbulkan konflik setiap saat pasangan berinteraksi dengan orang lain.

Tidak cuma cemburu pada teman atau rekan kerja saja, cowok posesif juga bisa cemburu pada anggota keluarga pasangan karena saking posesifnya.

2. Tidak Menghargai Pasangan

Dalam tingkat ekstrem, cowok posesif tidak akan menghargai pasangannya dengan memperlihatkan sikap kasar, tidak sopan, dan sarkas kepada pasangan.

Mereka akan menyepelekan perasaan pasangan hanya demi menjaga ego semata yang tidak beralasan.

Hal ini dilakukan untuk membuat rasa percaya diri pasangan menurun dan menjadi tidak berdaya, sehingga akan ketergantungan pada mereka.

Pasangan akan merasa kurang dihargai dan pada akhirnya hanya akan terjebak dalam toxic relationship.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

3. Manipulatif

Cowok posesif juga dikenal kerap mampu memanipulasi pasangan dengan memaksakan pendapat dan sudut pandang mereka agar bisa diterima.

Mereka akan dengan mudah memutarbalikkan fakta untuk memperdaya pasangan agar tampak dan merasa bersalah akan sesuatu hal yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Cowok posesif juga pintar memainkan peran untuk seolah-olah menjadi korban ketika beradu mulut agar mampu memperdaya pasangan mereka.

Hal ini tentunya menjadi alarm berbahaya untuk segera sadar meninggalkan cowok posesif yang sering memanipulasi pasangan.

4. Kerap Mengancam

Cowok posesif akan membuat aturan yang apabila dilanggar oleh pasangan, mereka akan mengeluarkan ancaman.

Ancaman yang dilontarkan cowok posesif tidak cuma merugikan pasangan saja, tetapi juga bisa menjadi sesuatu yang jika dibiarkan bisa sampai mengancam nyawa.

Ancaman ini dilakukan untuk mengikat pasangan agar mereka bisa dikontrol dan menurut pada cowok posesif.

Ancaman yang dikeluarkan bukan tanda cinta sesungguhnya, tapi sudah mengarah pada kekerasan yang dapat menimbulkan luka batin dan mental.

5. Mengontrol secara Berlebihan

Cowok posesif akan selalu berusaha untuk mengendalikan pasangannya yang akan membuat pasangan merasa tidak bebas karena penuh dengan aturan.

Kontrol yang berlebihan pada pasangan tentunya akan menjadi beban dan tekanan yang membuat hubungan terasa tidak nyaman lagi.

Alih-alih mendapatkan rasa aman dan nyaman, cowok posesif justru malah menimbulkan bibit-bibit perselisihan dari kontrol yang berlebihan.

Pasangan akan sering berbohong pada cowok posesif karena takut malah menciptakan konflik.

Penting sekali untuk bisa terhindar dan keluar dari toxic relationship agar hubungan asmara yang dijalankan bisa benar-benar dipenuhi dengan kebahagiaan.

Buku A Handbook for Toxic Relationship akan membahas tentang jenis-jenis hubungan, baik yang sehat maupun yang toxic.

Tidak hanya itu, buku ini pun turut membahas jenis-jenis toxic people yang umum dan mungkin ada di sekitar kita.

Di bagian akhir, buku ini juga akan membahas mengenai cara-cara berdamai dengan diri sendiri setelah seseorang melepaskan diri dari sebuah hubungan toxic.

Pesan bukunya sekarang juga di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Puncak Festival Literasi Anak Rimba Kata Resmi Dimulai, Hari Pertama Disambut Antusias

Puncak Festival Literasi Anak Rimba Kata Resmi Dimulai, Hari Pertama Disambut Antusias

buku
Semesta Buku Anak Meriahkan Festival Literasi Anak Rimba Kata di Bintaro Xchange

Semesta Buku Anak Meriahkan Festival Literasi Anak Rimba Kata di Bintaro Xchange

buku
Buku Anak Jadi Jembatan, Watiek Ideo dan Yanne TW Dorong Pendidikan Seksual Sejak Dini

Buku Anak Jadi Jembatan, Watiek Ideo dan Yanne TW Dorong Pendidikan Seksual Sejak Dini

buku
Puncak Festival Literasi Anak Rimba Kata Resmi Dimulai, Soroti Perkembangan Dunia Buku Anak Indonesia

Puncak Festival Literasi Anak Rimba Kata Resmi Dimulai, Soroti Perkembangan Dunia Buku Anak Indonesia

buku
7 Keutamaan Membaca Surah Maryam Setiap Hari untuk Mentalitas Pejuang

7 Keutamaan Membaca Surah Maryam Setiap Hari untuk Mentalitas Pejuang

buku
Berapa Biaya Hidup di Nagoya Jepang per Bulan? Ini Estimasi yang Perlu Disiapkan

Berapa Biaya Hidup di Nagoya Jepang per Bulan? Ini Estimasi yang Perlu Disiapkan

buku
Kenapa Penolakan Justru Bisa Jadi Jalan Menuju Kesuksesan?

Kenapa Penolakan Justru Bisa Jadi Jalan Menuju Kesuksesan?

buku
Bagaimana Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Lahar? Berikut Penjelasannya

Bagaimana Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Lahar? Berikut Penjelasannya

buku
Bisnis Tanpa Kepercayaan Pasti Tumbang! Ini Cara Menjaganya

Bisnis Tanpa Kepercayaan Pasti Tumbang! Ini Cara Menjaganya

buku
Influencer Dian Widayanti Bongkar Mitos Halal Lewat Buku “Ini Halal Gak?”

Influencer Dian Widayanti Bongkar Mitos Halal Lewat Buku “Ini Halal Gak?”

buku
Kenapa Wajah Orang Jawa Beragam? Ini Penjelasannya

Kenapa Wajah Orang Jawa Beragam? Ini Penjelasannya

buku
Berapa Biaya Hidup di Fukuoka Jepang per Bulan? Yuk, Cari Tahu!

Berapa Biaya Hidup di Fukuoka Jepang per Bulan? Yuk, Cari Tahu!

buku
Fungsi Utama Garis Lintang dan Bujur dalam Pelayaran

Fungsi Utama Garis Lintang dan Bujur dalam Pelayaran

buku
7 Perlengkapan Esensial untuk Tas Siaga Bencana yang Perlu Disiapkan

7 Perlengkapan Esensial untuk Tas Siaga Bencana yang Perlu Disiapkan

buku
Tradisi Tenun Mana yang Paling Populer di Indonesia?

Tradisi Tenun Mana yang Paling Populer di Indonesia?

buku
7 Tempat Wisata Warisan Budaya yang Populer di Indonesia

7 Tempat Wisata Warisan Budaya yang Populer di Indonesia

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau