Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Tanda Mantan Masih Kepo, Yuk Cari Tahu!

Kompas.com, 15 November 2024, 10:00 WIB
 Tanda Mantan Masih Kepo Sumber Gambar: Freepik.com Tanda Mantan Masih Kepo
Rujukan artikel ini:
Men are from Mars, Women…
Pengarang: John Gray
|
Editor Laila Wulanalfi

Setelah putus cinta, tidak sedikit orang yang masih mempunyai harapan untuk kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasih.

Biasanya, hal ini dapat terjadi karena masih ada rasa sayang yang tersisa atau takut merasa kesepian dan kehilangan.

Rupanya nggak semua orang bisa mengakhiri perasaan yang mereka miliki pada mantan kekasih yang pernah dicintai sebelumnya, bahkan ada beberapa orang yang memikirkan kemungkinan untuk dapat kembali bersama dengan mantan kekasih, walaupun hubungan yang pernah terjalin tersebut telah lama usai.

Memang tak ada salahnya untuk mengajak mantan kekasih kembali menjalin hubungan asmara, tapi sebelum mulai mendekati mantan, alangkah lebih baik untuk dipikirkan kembali secara matang.

Pasalnya, dengan mencari tahu aktivitas mantan kekasih akibat masih kepo justru malah akan membuat mereka merasa tidak nyaman dan tidak aman.

Kepo yang berlebihan pada mantan justru malah menandakan sifat obsesif yang akan membuat mantan semakin menjauh dan enggan untuk kembali menjalin hubungan.

Oleh karena itu, penting sekali untuk mencari tahu tanda mantan yang masih kepo agar mereka dapat move on dengan cepat.

Lantas, apa saja tanda-tanda mantan masih kepo yang mesti diketahui? Berikut 3 tanda mantan masih kepo yang patut diwaspadai.

3 Tanda Mantan Masih Kepo

1. Masih Sering Stalking Melalui Media Sosial atau Orang-Orang Terdekat

Salah satu tanda mantan gagal move on adalah mereka kerap berusaha untuk mencari tahu kehidupan kita, baik lewat media sosial pun orang-orang terdekat kita.

Jika mereka tidak memperoleh informasi yang diinginkan lewat media sosial, maka mereka tidak akan merasa ragu ataupun malu untuk bertanya kepada orang-orang terdekat kita.

Apabila mantan menanyakan perihal kabar atau status hubungan yang saat ini tengah kita jalani, maka ini mengindikasikan jika mereka masih mencintai kita sehingga susah move on.

Hal ini tentunya memperlihatkan begitu besarnya rasa cinta mereka hingga akhirnya tetap memilih memedulikan kita meskipun sudah tidak menjalin hubungan asmara lagi.

2. Kerap Mencari-Cari Alasan untuk Berjumpa

Mantan kekasih yang masih menaruh harapan untuk kembali menjalin hubungan asmara biasanya kerap kali mencari-cari alasan untuk bertemu.

Mereka akan mencari berbagai cara untuk berjumpa dengan kita agar terlihat tetap natural tanpa dibuat-buat.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Akan tetapi, tentu saja ini merupakan kesengajaan yang mereka buat supaya dapat berjumpa dengan kita yang masih mereka cintai.

Mereka pun akan berusaha untuk menjalin interaksi yang jauh lebih hangat saat berjumpa dengan kita agar bisa menarik perhatian dari kita.

3. Enggan Menjalin Hubungan Asmara dengan Orang Lain

Jika mantan kekasih masih memiliki perasaan sayang terhadap kita dan mempunyai niat untuk kembali menjalin hubungan asmara, mereka akan memilih untuk tetap menjomlo.

Mereka juga akan memperlihatkan kepada kita jika sejak hubungan berakhir, mereka enggan menjalin hubungan asmara dengan orang lain.

Bahkan, demi memancing perhatian kita, mereka akan mengatakan lewat media sosial jika tak ingin mencari pasangan kekasih terlebih dahulu.

Hal ini dapat menjadi pertanda jika mereka masih sangat kepo dan menyayangi kita setelah hubungan asmara berakhir.

Memang beberapa tanda ini tidak terlalu mencolok, namun kita akan jauh lebih gampang menyadarinya dengan mengetahui tiga tanda tersebut.

Jika kita merasa masih menyukai mereka, tidak ada salahnya juga untuk memberikan kesempatan dan respons positif.

Namun, jika kita merasa tidak nyaman dan tidak aman, cobalah untuk menggunakan cara halus supaya bisa menghindar dan terlepas dari mereka.

Maka dari itu, agar dapat lebih memahami satu sama lain dalam menjalin sebuah hubungan asmara, buku Men are from Mars, Women are from Venus bisa dijadikan referensi untuk lebih memahami satu sama lain.

John Gray menggunakan kiasan jika pria berasal dari Mars dan wanita berasal dari Venus sebagai ilustrasi pertengkaran yang umum terjadi antara pria dan wanita.

Di mana munculnya perbedaan antara kedua jenis kelamin itu yang mengganggu terciptanya hubungan cinta yang saling melengkapi.

Berdasarkan kesuksesannya dalam memberi bimbingan selama bertahun-tahun terhadap pasangan suami istri dan perorangan, John Gray memberikan nasihat tentang cara mengatasi perbedaan dalam gaya berkomunikasi, kebutuhan emosional, dan perilaku untuk meningkatkan pemahaman yang lebih besar antara masing-masing pasangan.

Pesan dan miliki sekarang juga bukunya di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Prinsip Stoikisme dalam Ajaran Islam: Titik Temu Filsafat dan Akidah

Prinsip Stoikisme dalam Ajaran Islam: Titik Temu Filsafat dan Akidah

buku
Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

buku
Karakteristik Planet Bumi: Ciri, Keunikan, dan Alasan Menjadi Tempat Kehidupan

Karakteristik Planet Bumi: Ciri, Keunikan, dan Alasan Menjadi Tempat Kehidupan

buku
Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

buku
Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Kutai sebagai Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai sebagai Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

buku
Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

buku
8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

buku
Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

buku
Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

buku
Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

buku
Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

buku
Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

buku
Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

buku
Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau