Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Belajar Mengendalikan Emosi? Ini Tips Biar Kamu Tidak Gampang Nangis

Kompas.com, 29 Desember 2021, 16:00 WIB
Sumber Foto: Unsplash.com
Rujukan artikel ini:
It's Okay To Cry
Pengarang: TWOEGO
Penulis Okky Olivia
|
Editor Almira Rahma Natasya

Banyak orang yang masih beranggapan bahwa emosi hanya bisa ditunjukkan dengan kemarahan, padahal tangisan juga sebenarnya merupakan salah satu bagian dari emosi.

Menangis adalah bentuk emosi yang wajar dilakukan saat kita melihat atau mendengar suatu hal yang membuat kita merasa sedih atau kecewa.

Tapi kita juga harus tetap menyadari situasi dan kondisi yang ada di sekitar, jangan sampai kita menangis di depan banyak orang yang nantinya malah akan membuat kita menjadi pusat perhatian.

Oleh karena itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan diri supaya kamu tidak mudah menangis, berikut penjelasannya.

Cara Mengendalikan Diri Biar Tidak Gampang Nangis

1. Mengatur Napas

Dengan mengatur napas, kita akan merasa lebih rileks sehingga emosi yang ada dalam diri sedikit demi sedikit bisa diredam.

Untuk mulai mengatur napas, cobalah untuk memejamkan mata kemudian tarik napas yang dalam melalui hidung, lalu hembuskan napas lewat mulut sepelan mungkin.

Dalam setiap tarikan napas ini, cobalah fokus pada satu hal saja, sehingga ini bisa membantu untuk mengalihkan pikiran dari apapun yang membuatmu merasa sedih.

2. Meregangkan Otot Wajah

Saat seseorang menangis biasanya otot wajahnya akan cenderung lebih tegang dari biasanya, oleh karena itu kita bisa coba untuk menggerakan bagian wajah supaya otot menjadi lebih rileks.

Coba lakukan gerakan beberapa kali gerakan seperti berkedip beberapa kali, menaikkan alis, menggerakan lidah ke bagian atas mulut, atau bisa juga dengan memijat pipi menggunakan tangan.

Cara ini bisa dijadikan salah satu solusi untuk menahan diri dan membuat kita tidak mudah untuk menangis.

3. Minum Air

Menangis juga bisa memengaruhi sistem saraf, salah satu yang akan bereaksi adalah membukanya otot bagian belakang tenggorokan yang disebut sebagai glotis.

Minum air putih segar bisa membantu mengembalikan saraf yang sempat tegang tadi dan membuat perasaan kita jauh lebih tenang.

4. Pikirkan Hal-Hal yang Positif

Pikiran memang menjadi salah satu hal yang paling berpengaruh, maka cobalah untuk mengalihkan pikiran dan memikirkan sesuatu yang lucu atau konyol untuk membantumu menangkal emosi serta membuat kamu bisa menahan diri untuk tidak menangis.

Walaupun tidak mudah, tapi cara ini bisa sedikit membantumu keluar dari perasaan sedih yang mengganggu konsentrasi kamu.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

5. Olahraga

Salah satu penyebab kamu mudah menangis sebenarnya bisa disebabkan karena banyaknya tekanan, yang akhirnya membuat tubuh dan pikiran kamu menjadi stres.

Untuk menangani hal ini, kamu bisa coba untuk berolahraga yang ternyata bisa membantumu untuk mengontrol emosi.

Sebagai pemula, cobalah untuk melakukan olahraga-olahraga ringan misalnya seperti lari, yoga, atau bersepeda.

Lakukan secara rutin untuk mendapatkan hasil yang signifikan.

6. Menulis Jurnal

Jika menahan tangisan rasanya sangat sulit, kamu mungkin bisa coba menyalurkan emosi melalui tulisan di buku harian.

Kamu bisa menulis apapun yang ingin kamu sampaikan supaya perasaan menjadi sedikit lebih lega dan bahkan bisa membuatmu kehilangan keinginan untuk menangis.

7. Istirahat yang Cukup

Kurang tidur bisa disebabkan karena adanya perubahan hormon dan stres yang akhirnya membuatmu sulit untuk mengendalikan emosi dan jadi mudah sekali menangis.

Cobalah untuk memikirkan hal-hal yang membuatmu tenang.

Kamu juga harus mencoba untuk istirahat sesuai dengan waktu yang ideal karena akan sangat membantu tubuh dan pikiran supaya bisa lebih sehat serta segar.

Namun menurut buku It’s Okay to Cry karya Twoego, perlu kamu tahu bahwa orang yang mudah menangis sebenarnya bukanlah orang yang cengeng.

Hal ini karena tangisan sejatinya adalah sebuah bentuk luapan emosi yang tidak bisa tersampaikan.

Buku ini juga menjelaskan bahwa saat kamu merasa sakit hati, kamu tidak perlu terus memaksakan diri untuk tersenyum.

Tidak masalah untuk menangis karena ini mungkin bisa menjadi satu-satunya cara supaya kamu bisa lebih lega dan menerima diri sendiri.

Untuk mendapatkan buku ini, kamu bisa membelinya di Gramedia.com atau kamu juga bisa membaca buku versi digitalnya di aplikasi Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

buku
Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

buku
6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

buku
Tren

Tren "Marriage Is Scary": Benarkah Menikah Adalah 'Ijazah Kelulusan' Hidup yang Wajib Dikejar?

buku
Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

buku
Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

buku
Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

buku
Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

buku
Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

buku
Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

buku
Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

buku
Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

buku
Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

buku
7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

buku
Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

buku
Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau