Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bagaimana Proses Pembentukan Urine?

Kompas.com, 27 Juni 2023, 16:00 WIB
Proses Pembentukan Urine Sumber Gambar: Freepik.com Proses Pembentukan Urine
Rujukan artikel ini:
Jam Piket Harian Organ Tubuh…
Pengarang: Adi D. Tilong
|
Editor Puteri

Dalam menjaga keseimbangan kesehatan tubuh, setiap orang akan mengalami ekskresi yaitu proses pembuangan zat-zat sisa metabolisme.

Salah satu zat yang harus dikeluarkan melalui proses tersebut adalah urine yang biasa terjadi ketika kita buang air kecil.

Pada dasarnya urine dikeluarkan tubuh melalui saluran kemih untuk membuang sisa-sisa metabolisme, di antaranya seperti urea serta racun yang ada dari dalam tubuh.

Proses pembentukan urine membutuhkan beberapa tahapan yang melibatkan sejumlah organ dalam tubuh.

Untuk lebih mengetahui bagaimana proses pembentukan urine, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Bagaimana Proses Pembentukan Urine?

Proses pembentukan urine terjadi di ginjal melalui tiga tahapan, yaitu penyaringan atau filtrasi, penyerapan kembali atau reabsorpsi, dan pengumpulan atau augmentasi.

Adapun tahapan proses pembentukan urine di dalam ginjal, yaitu:

1. Filtrasi

Pada tahap ini, ginjal akan menerima darah yang membawa air dan zat sisa metabolisme dari dalam tubuh, kemudian menyaringnya untuk menghilangkan zat sisa metabolisme berupa limbah dalam darah.

2. Reabsorpsi

Setelah melewati tahap penyaringan, air dan zat sisa yang masih diperlukan oleh tubuh seperti natrium, asam amino, dan protein akan diserap kembali ke aliran darah.

Sedangkan zat-zat yang tidak digunakan dan kelebihan air pada tubuh akan membentuk urine sekunder yang akan menjalani penyerapan kembali untuk kemudian membentuk urine.

3. Sekresi

Sekresi adalah proses akhir dari pembentukan urine di dalam tubuh yang ditandai dengan dikeluarkannya beberapa zat, seperti reatinin dan ion hidrogen.

Setelah itu, maka terbentuklah urine yang mengalir ke ureter dan kandung kemih yang membuat seseorang akan merasakan keinginan untuk buang air kecil ketika kandung kemih penuh.

Saat buang air kecil, urine dikeluarkan dari tubuh melalui saluran uretra.

Selain mengetahui tahapan proses pembentukan urine, penting juga untuk memahami tentang menjaga kesehatan saluran kemih.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, organ yang berperan dalam pembentukan urine memiliki peran penting dalam melancarkan proses pembuangan zat-zat beracun dalam tubuh.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Oleh karena itu, jika salah satu organ mengalami masalah justru akan membuat proses pembentukan urine bermasalah dan menimbulkan masalah kesehatan.

Nah, untuk menjaga agar saluran kemih tetap sehat sehingga proses pembentukan urine dapat berjalan lancar, lakukan tips berikut ini.

Tips Menjaga Kesehatan Saluran Kemih

  1. Konsumsi air mineral minimal 8 gelas setiap hari atau setara 2 liter untuk memenuhi asupan cairan di dalam tubuh.
  2. Menerapkan pola makan sehat, seperti meningkatkan asupan protein tanpa lemak.
  3. Rutin berolahraga, terutama melakukan senam kegel agar otot panggul lebih kencang.
  4. Hindari menahan buang air kecil karena dapat meningkatkan infeksi saluran kemih.
  5. Segera buang air kecil setelah melakukan hubungan intim suami-istri.
  6. Bersihkan vagina dan penis setelah buang air kecil.
  7. Lakuakn seks aman dengan memakai kondom dan tidak berganti-ganti pasangan.

Selain menerapkan tips di atas, kamu juga perlu memperhatikan pola hidup yang sehat dengan membatasi asupan garam dan gula, berolahraga secara rutin, tidak merokok, serta beristirahat yang cukup.

Jika mengalami keluhan seperti nyeri saat buang air kecil, tidak kencing sama sekali, nyeri panggul ataupun kejanggalan dalam kondisi tubuh lainnya, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Pada dasarnya, urine yang keluar dari tubuh manusia rata-rata sebanyak 1-2 liter per hari.

Meski begitu, jumlah tersebut akan berbeda untuk setiap orang karena tergantung pada asupan air yang masuk ke tubuh hingga adanya peran hormon antidiuretik.

Tak hanya menjaga organ yang berperan penting dalam proses pembentukan urine, di dalam setiap organ tubuh juga memiliki jam piket atau jam biologis.

Aktivitas yang dilakukan sesuai dengan jam biologis setiap organ tubuh dapat meningkatkan kesehatan lebih baik.

Kamu bisa membaca buku Jam Piket Harian Organ Tubuh Manusia untuk lebih memahami aktivitas apa saja yang harus dilakukan sesuai pada jam biologis setiap organ tubuh.

Menerapkan hal tersebut dapat meminimalisir kerusakan atau kelainan pada salah satu organ yang bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan tubuh hingga memicu kematian.

Dalam buku ini, penulis membahas secara detail tentang jam piket organ tubuh manusia sekaligus aktivitas yang bisa dilakukan pada waktu tersebut.

Buku ini juga menjelaskan tentang ragam penyakit yang dapat menyerang organ tubuh manusia akibat kurangnya pengetahuan tentang jam piket setiap organ tubuh.

Selain itu, buku ini secara detail juga menjelaskan tentang cara menjaga kesehatan dan mengoptimalkan kinerja otak sebagai salah satu organ penting dalam tubuh manusia.

Adapun bagian organ tubuh yang dibahas dalam buku ini yaitu mulai dari jam piket otak, lambung, limpa, ginjal, hati, paru-paru, usus besar, dan jantung.

Penasaran dengan buku Jam Piket Harian Organ Tubuh Manusia? Buku ini dapat kamu beli di toko buku Gramedia atau secara online melalui Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Aturan Perjalanan Mudik Menggunakan Kendaraan Pribadi yang Perlu Kamu Ketahui

Aturan Perjalanan Mudik Menggunakan Kendaraan Pribadi yang Perlu Kamu Ketahui

buku
Mengenal Kekuatan Militer Indonesia dan Peran TNI dalam Menjaga Kedaulatan Negara

Mengenal Kekuatan Militer Indonesia dan Peran TNI dalam Menjaga Kedaulatan Negara

buku
Cara Membuat Gulai Tikungan Otentik ala Blok M, Gurih dan Bikin Nagih

Cara Membuat Gulai Tikungan Otentik ala Blok M, Gurih dan Bikin Nagih

buku
Cara Membuat Abstrak yang Baik untuk Publikasi Jurnal Ilmiah

Cara Membuat Abstrak yang Baik untuk Publikasi Jurnal Ilmiah

buku
Perbedaan Pilates dan Yoga: Mana yang Lebih Cocok untuk Tubuh dan Gaya Hidupmu?

Perbedaan Pilates dan Yoga: Mana yang Lebih Cocok untuk Tubuh dan Gaya Hidupmu?

buku
13 Rekomendasi Tempat Makan di Central Park 2026

13 Rekomendasi Tempat Makan di Central Park 2026

buku
Menelusuri Jejak Sejarah Perang Banten 1888

Menelusuri Jejak Sejarah Perang Banten 1888

buku
10 Inspirasi Pose Photobooth Grup yang Seru & Estetik

10 Inspirasi Pose Photobooth Grup yang Seru & Estetik

buku
Baju Olahraga yang Nyaman untuk Pilates agar Latihan  Terasa Maksimal

Baju Olahraga yang Nyaman untuk Pilates agar Latihan  Terasa Maksimal

buku
Perbedaan Gultik dengan Gulai Biasa: Ini Ciri Khas yang Banyak Orang Belum Tahu

Perbedaan Gultik dengan Gulai Biasa: Ini Ciri Khas yang Banyak Orang Belum Tahu

buku
Seri Komik AKASHA: Sang Pembedah Kebenaran dan Pemberi Hukuman di Tengah Keadilan yang Retak

Seri Komik AKASHA: Sang Pembedah Kebenaran dan Pemberi Hukuman di Tengah Keadilan yang Retak

buku
ABC Dinosaurs: Petualangan Prasejarah Mengenal Huruf A-Z

ABC Dinosaurs: Petualangan Prasejarah Mengenal Huruf A-Z

buku
Rekomendasi Makanan di Pujasera Blok M Square

Rekomendasi Makanan di Pujasera Blok M Square

buku
Melihat Dunia Kamen Rider Lebih Dalam: Dari Kota Misterius hingga Organisasi Rahasia

Melihat Dunia Kamen Rider Lebih Dalam: Dari Kota Misterius hingga Organisasi Rahasia

buku
7 Kesalahan Pemula Saat Pilates yang Sering Dianggap Sepele

7 Kesalahan Pemula Saat Pilates yang Sering Dianggap Sepele

buku
Bahan-Bahan Utama Gultik ala Blok M, Lengkap dan Praktis

Bahan-Bahan Utama Gultik ala Blok M, Lengkap dan Praktis

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau