Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mindfulness, Cara Menjalani Hidup yang Lebih Waras

Kompas.com, 9 Juni 2023, 13:00 WIB
Mindfulness Sumber Gambar: Freepik.com Mindfulness
Rujukan artikel ini:
Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo…
Pengarang: Mark Manson
|
Editor Puteri

Distraksi yang diberikan kehidupan tentunya tidak jarang akan menimbulkan beban dan tekanan yang berpengaruh pada kesehatan mental.

Maka dari itu diperlukan cara yang tepat untuk menangani hal ini supaya kesehatan mental terjaga dan tetap waras dalam menghadapi setiap problematika kehidupan.

Mindfulness merupakan salah satu cara yang dapat dipilih sebagai solusi untuk membuat mental menjadi lebih sehat karena mampu menjadikan seseorang lebih fokus serta memberikan perhatian pada situasi saat ini dengan menerimanya, tanpa menghakimi.

Jika dipraktikkan, mindfulness mampu menjadikan kita jauh lebih mencintai dan menghargai diri sendiri, sehingga kehidupan ini terasa lebih berarti untuk dijalani.

Mindfulness bisa membantu kita supaya lebih sadar terhadap keadaan sekitar dan mampu menerima emosi dengan pikiran yang terbuka.

Pasalnya, apabila kita lebih banyak menghabiskan waktu dengan pikiran negatif, maka bukan hanya menyia-nyiakan waktu, tapi juga turut menguras tenaga, baik fisik maupun mental.

Saat ini, praktik mindfulness banyak dipilih orang sebagai salah satu terapi mental untuk mengurangi stres maupun kecemasan yang sering terjadi.

Menemukan cara yang sesuai untuk menerapkan mindfulness adalah tindakan yang tepat untuk membuat hidup ini terasa jauh lebih bermakna untuk dijalani.

Cara Menerapkan Mindfulness dalam Kehidupan

1. Merangkul Ketidakpastian

Selalu berharap atau berekspektasi pada suatu hal dapat menyebabkan kekecewaan yang besar jika hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Kehidupan akan selalu berdampingan dengan ketidakpastian sehingga suka atau tidak kita harus mulai berdamai dan merangkulnya.

Dengan merangkul ketidakpastian kita akan jauh lebih siap dalam menghadapi setiap masalah yang hadir tanpa disertai dengan rasa cemas atau takut.

Mindfulness akan mengajarkan kita untuk bisa hidup berdampingan dengan ketidakpastian supaya bisa menikmati setiap momen tanpa diwarnai dengan kekhawatiran.

2. Menjauh dan Menenangkan Diri

Tidak bisa disangkal jika orang-orang di sekitar kita justru merupakan faktor yang menyebabkan emosi dan energi menjadi terkuras.

Tindakan dan opini mereka yang kerap menuntut serta menekan malah membuat hidup jadi dipenuhi dengan kecemasan dan kekhawatiran karena takut tidak mampu memenuhi ekspektasi mereka.

Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk menghindari dan menjauhi orang-orang yang menguras energi serta emosi kita dengan cara yang negatif.

Menenangkan diri dan menjauh adalah langkah yang tepat untuk bisa menjalankan mindfulness dengan lingkungan yang tenang dan damai.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

3. Berhenti Mencemaskan Berbagai Hal

Otak kita selalu saja memikirkan berbagai macam hal yang menimbulkan rasa cemas dan tidak tenang dalam menjalani kehidupan.

Bahkan hal remeh temeh sekalipun sering kali menjadi sumber kekhawatiran yang berlebihan jika tidak bisa dikontrol dengan baik.

Mindfulness akan membantu kita untuk mulai mengurai dan menghilangkan rasa cemas tak beralasan yang hadir dalam pikiran.

Sadar akan momen yang dijalani dan bahwasanya hidup tidak akan pernah lepas dari masalah dapat membantu menekan rasa cemas di dalam diri.

4. Jangan Ikut Campur dengan Perkara Orang Lain

Masalah diri sendiri saja sudah sangat menyita waktu dan tenaga, apalagi mengurusi masalah orang lain.

Oleh karena itu, jangan pernah mencampuri perkara orang lain karena hanya akan menimbulkan ketidaknyamanan yang menyeret diri kita dalam masalah yang berlarut-larut.

Alih-alih ikut campur, alangkah lebih bijak apabila kita hanya memberikan saran pada permasalahan orang lain, itu pun jika opini kita diminta atau diperlukan.

Mengurai masalah sendiri lewat mindfulness akan terasa lebih bijak dilakukan daripada mencampuri perkara orang lain tanpa persetujuan mereka.

5. Menikmati Setiap Momen yang Dilalui

Waktu merupakan hal yang tidak bisa diulang kembali sehingga sangat berharga untuk dinikmati setiap detiknya.

Nikmati dan rasakan setiap momen yang kita lalui agar tidak ada penyesalan dalam hidup karena sudah mampu mensyukuri setiap kejadian yang dilalui.

Apalagi jika momen yang dihabiskan turut menyertakan orang-orang yang kita sayang, sudah pasti mindfulness amat sangat diperlukan.

Kesadaran akan momen yang dilalui dengan cara menikmati setiap detiknya adalah cara yang bermakna dalam menjalani hidup.

Kehidupan memang menyuguhkan masalah yang seakan tidak ada habisnya, namun kamu juga bisa menjadi lebih bijak untuk menjalaninya dengan prinsip-prinsip dari buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat.

Pengalaman hidup Mark Manson yang tidak mudah membuat dirinya menemukan prinsip-prinsip yang bisa membuat kita menjadi lebih waras dalam menjalani kehidupan.

Buku ini mampu membuat usaha kita untuk hidup dengan mindfulness menjadi jauh lebih mudah dilakukan karena ternyata tujuannya yang hampir sejalan.

Pesan dan dapatkan bukunya di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Berapa Gaji Software Engineer dan Programmer 2026? 

Berapa Gaji Software Engineer dan Programmer 2026? 

buku
Red Line Bea Cukai Artinya Apa? Simak Penjelasannya Berikut Ini

Red Line Bea Cukai Artinya Apa? Simak Penjelasannya Berikut Ini

buku
Pusat Perdagangan Amerika Serikat, Ada Wall Street hingga Silicon Valley 

Pusat Perdagangan Amerika Serikat, Ada Wall Street hingga Silicon Valley 

buku
Jenjang Karier Software Engineer vs Programmer: Mana yang Lebih Menjanjikan?

Jenjang Karier Software Engineer vs Programmer: Mana yang Lebih Menjanjikan?

buku
Mengenal Trivia Night, Permainan Kuis Kelompok yang Semakin Populer 

Mengenal Trivia Night, Permainan Kuis Kelompok yang Semakin Populer 

buku
Yuk, Kenalan dengan Komik-Komik Asano-sensei! Awalnya Berasa Slice of Life, Tapi Ternyata Dalem Banget!

Yuk, Kenalan dengan Komik-Komik Asano-sensei! Awalnya Berasa Slice of Life, Tapi Ternyata Dalem Banget!

buku
5 Cara Menghasilkan Uang dari Threads Meta 2026, Terbukti Cuan!

5 Cara Menghasilkan Uang dari Threads Meta 2026, Terbukti Cuan!

buku
Ciri-Ciri Kopi Arabika vs Robusta, Apa Perbedaannya? 

Ciri-Ciri Kopi Arabika vs Robusta, Apa Perbedaannya? 

buku
Lama Clearance Yellow Line Impor dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

Lama Clearance Yellow Line Impor dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

buku
Buying Time Artinya Apa dan Bagaimana Cara Menggunakannya secara Efektif?

Buying Time Artinya Apa dan Bagaimana Cara Menggunakannya secara Efektif?

buku
Perbedaan Americano dan Espresso yang Sering Belum Diketahui 

Perbedaan Americano dan Espresso yang Sering Belum Diketahui 

buku
Misi di Balik Mandat Palsu: Menguak Strategi dan Tujuan Angkatan Perang Ratu Adil

Misi di Balik Mandat Palsu: Menguak Strategi dan Tujuan Angkatan Perang Ratu Adil

buku
Proses Yellow Line Berapa Hari dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

Proses Yellow Line Berapa Hari dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

buku
15 Konsep Acara Natal yang Menarik dan Kreatif

15 Konsep Acara Natal yang Menarik dan Kreatif

buku
Mengenal Kota Bisnis Terbesar di Amerika Serikat yang Jadi Pusat Perdagangan Dunia 

Mengenal Kota Bisnis Terbesar di Amerika Serikat yang Jadi Pusat Perdagangan Dunia 

buku
Kenapa New York City Jadi Pusat Ekonomi? Ini Faktor yang Membuatnya Berpengaruh di Dunia

Kenapa New York City Jadi Pusat Ekonomi? Ini Faktor yang Membuatnya Berpengaruh di Dunia

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau