Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Hukum Pacaran di Bulan Puasa?

Kompas.com, 20 Maret 2023, 18:00 WIB
Apa Hukum Pacaran di Bulan Puasa Sumber Gambar: Pexels.com Apa Hukum Pacaran di Bulan Puasa
Rujukan artikel ini:
Puasa, Jalan Cinta Menuju Allah
Pengarang: Khaliel Anwar
|
Editor Ratih Widiastuty

Apa hukum pacaran di bulan puasa? Banyak orang bertanya-tanya, khususnya anak muda, akan jawaban dari pertanyaan tersebut karena takut jika interaksi atau hubungan dengan lawan jenis bisa memengaruhi ibadah mereka selama bulan suci Ramadhan.

Tentunya, ketika bulan Ramadhan datang, sebagai umat Muslim, kita harus mampu menahan segala hawa nafsu yang berpotensi membatalkan ibadah puasa, salah satunya termasuk berpacaran.

Pasalnya, ibadah puasa tidak hanya mengharuskan umat Muslim untuk menahan hawa nafsu makan dan minum saja, tapi juga termasuk menahan hasrat pada pasangan.

Maka, selama bulan Ramadhan berlangsung, bukan berarti kamu tidak kamu harus menjauh sampai tidak bertemu sama sekali dengan pasangan, tapi alangkah lebih baik jika menghabiskan waktu dengan kegiatan ibadah bersama yang tentunya tidak hanya berduaan, tapi bersama umat Muslim lainnya.

Berpacaran dengan berdua-duaan sambil bermesraan dengan lawan jenis sendiri bukanlah sesuatu yang patut untuk dilakukan, apalagi di bulan suci Ramadhan, karena memang bukan mahramnya.

Berduaan dengan lawan jenis bukanlah sesuatu yang dihalalkan dalam agama Islam, sehingga sudah barang tentu haram hukumnya jika dilakukan, apalagi saat bulan suci Ramadhan yang seharusnya diisi dengan kegiatan dan perbuatan yang mendulang pahala.

Sebelum membahas secara lebih jauh dan mendalam tentang hukum berpacaran saat bulan puasa, alangkah jauh lebih baik kita pahami terlebih dahulu hukum berpacaran sendiri dalam agama Islam.

Lalu, apa hukum berpacaran dalam agama Islam? Bagaimana hukum berpacaran saat bulan puasa? Simak jawabannya berikut ini.

Hukum Berpacaran dalam Pandangan Agama Islam

Menurut pandangan agama Islam, berpacaran adalah kesempatan untuk berdua-duaan bersama lawan jenis yang bukanlah mahramnya, sehingga hal ini pun diharamkan.

Apalagi sudah ada hadis yang menyebutkan perihal berpacaran yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad yang berbunyi:

Tidaklah sekali-kali seorang laki-laki berduaan bersama seorang perempuan kecuali setan akan menjadi yang ketiga.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Hadis di atas sudah secara gamblang dan jelas menyebutkan jika agama Islam melarang laki-laki dan perempuan untuk berdua-duaan tanpa adanya mahram.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Sementara yang ketiganya adalah setan ada di antara mereka yang sudah pasti hadir untuk menggoda dan menyesatkan umat manusia agar berbuat dosa.

Apalagi, biasanya iman manusia itu sangat mudah sekali goyah, sehingga bisa saja hal-hal dan perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt bisa terjadi dan malah menimbulkan dosa.

Maka dari itu, demi menghindari hal tersebut terjadi, agama Islam pun melarang laki-laki dan perempuan untuk berduaan tanpa adanya mahram yang biasanya sering dilakukan ketika berpacaran.

Hukum Berpacaran di Bulan Puasa

Ketika bulan puasa, memang bergandengan tangan atau memandang lawan jenis tidaklah membatalkan ibadah puasa, tapi pahala puasa itu sendiri bisa berkurang dan tidak diterima sama sekali oleh Allah Swt jika disertai hawa nafsu di dalamnya.

Apalagi jika hal ini dilakukan oleh sepasang kekasih yang belum menikah dan hanya terikat status berpacaran karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, berpacaran sendiri haram hukumnya dalam agama Islam.

Memang berpacaran di bulan Ramadhan tidak akan membatalkan ibadah puasa jika hanya saling bertatapan, tapi apabila hasrat sudah terlibat, maka tentu saja ibadah puasa akan berjalan dengan sia-sia karena tidak diterima oleh Allah Swt.

Contohnya saja seperti ketika seorang laki-laki memandang perempuan yang memancing syahwat sampai mengeluarkan air mani, sudah dipastikan ibadah puasa pun dianggap batal.

Jadi, alangkah lebih baik jika kita tidak berdua-duaan bersama pasangan ketika bulan puasa untuk menghindari hal-hal yang bisa memicu batalnya ibadah puasa.

Mungkin cukup dengan berkomunikasi via chat atau telepon untuk saling melepas rindu dengan catatan tidak menyertakan hawa nafsu selama melakukannya.

Agar lebih khusyuk dalam menjalani ibadah puasa, maka buku Puasa, Jalan Cinta Menuju Allah bisa dipilih sebagai bahan bacaan yang tepat untuk memahami makna ibadah puasa agar bisa menjalankannya dengan lebih baik lagi.

Buku ini menggambarkan bulan Ramadhan seperti kendaraan yang mengantar kita pulang kembali menuju kampung halaman jiwa yang bisa melimpahkan bahagia jika mampu dijalankan secara takwa.

Tidak hanya itu, buku ini juga akan mendobrak kesadaran kita, bahwasanya tujuan sejati kita adalah meraih kebahagiaan sempurna ketika tengah berada di alam arwah.

Yuk, segera akses dan order bukunya di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau