Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Cara Sederhana Mengurangi Pemanasan Global yang Bisa Dilakukan Sehari-hari

Kompas.com, 13 Desember 2022, 12:30 WIB
cara mengantisipasi pemanasan global Sumber: freepik.com cara mengantisipasi pemanasan global
Rujukan artikel ini:
Yuk Lebih Dekat Mengenal Peristiwa…
Pengarang: Bambang Joko Susilo
|
Editor Rahmad

Pemanasan global membuat beberapa tempat di wilayah tertentu di dunia mengalami perubahan secara ekstrem. Mulai dari mencairnya gletser abadi yang ada di kutub utara serta gunung-gunung es seperti Jaya Wijaya dan Kilimanjaro.

Cara mengatasi pemanasan global hingga saat ini juga masih diupayakan. Kondisi bumi sudah semakin memburuk yang juga disebabkan oleh perbuatan manusia yang merusak alam.

Semakin banyaknya penebangan luar yang digunakan untuk membuka lahan baru, sampai meningkatkan penggunaan kendaraan yang menjadi salah satu penyebab terjadinya peningkatan pemanasan global.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa secara keseluruhan, pada tahun 2016 adalah tahun terpanas dengan nilai anomaly sebesar 0,8o C sepanjang periode pengamatan tahun 1981 sampai 2020.

Di tahun 2020, menempati urutan kedua sebagai tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0,7o C. meskipun pemanasan global sudah menjadi bahan pembicaraan, tetapi hingga saat ini masih terus terjadi.

Untuk itu, perlu dilakukan Kerjasama dari berbagai pihak, termasuk masyarakat. Berikut adalah cara untuk mengurangi pemanasan global yang bis akita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Cara Mengurangi Pemanasan Global

cara mengantisipasi pemanasan global cara mengantisipasi pemanasan global

1. Menghemat energi

Cara mengurangi pemanasan global yang pertama adalah dengan mematikan semua alat elektronik yang tidak kita gunakan. Melansir dalri Department of Energy, AC yang ada di Gedung menjadi salah satu penggunaan energi terbesar setiap harinya.

AC mengumbangkan hamper setengah sebanyak 35% dari penggunaan energi rumahan. Jadi, cara yang bisa kita lakukan adalah dengan membuat ruangan menjadi lebih hemat energi.

Selain itu, penggunaan lampu LED juga menjadi salah satu cara yang efisien. Kamu bisa memilih lampu LED dengan sensor cahaya, sehingga bisa mati dengan otomatis.

Beberapa perangkat seperti TV dan komputer juga mempunyai fitur standby, sehingga bisa menghemat penggunaan energi.

2. Reduce, reuse, recycle

Mengurangi pemanasan global yang selanjutnya adalah dengan melakukan reduce, reuse, dan recycle. Reduce adalah kegiatan menggunakan produk kemasan, termasuk penggunaan plastik seminimal mungkin.

Lalu, kamu juga bisa melakukan reduce dengan membeli produk yang dapat digunakan Kembali. Reuse adalah langkah dalam penggunaan kembali benda-benda yang tidak terpakai, seperti kantong plastik dan botol plastik.

Sementara itu, recycle merupakan kegiatan daur ulang barang yang tak terpakai, sehingga bisa digunakan kembali, seperti mendaur ulang plastik, kaleng kaca, serta limbah yang dijadikan benda bermanfaat.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

3. Menanam pohon

Penghijauan menjadi salah satu cara untuk mengatasi pemanasan global. Proses fotosintesis yang terjadi pada tanaman dan pohon mampu menyerap karbondioksida dan mampu menghasilkan oksigen.

Tanaman juga menjadi sebuah bagian dari siklus pertukaran atmosfer secara alami. Beberapa jenis tanaman juga bisa melawan dalam peningkatan karbondioksida yang disebabkan oleh pabrik ataupun kendaraan.

4. Penggunaan transportasi umum

Salah satu penyebab pemanasan global adalah kepadatan penduduk di dunia yang populasinya semakin bertambah. Dengan pertambahan jumlah penduduk, maka jumlah kendaraan yang digunakan juga akan semakin bertambah.

Dengan begitu, kendaraan bisa mengeluarkan asap yang mengandung gas karbon monoksida. Gas inilah yang sangat berbahaya untuk lingkungan, karena bisa menjadi penghalang dalam pemantulan panas bumi yang bisa menyebabkan terjadinya efek rumah kaca.

5. Mengurangi pemakaian air panas

Cara untuk mengurangi pemanasan global yang selanjutnya adalah dengan melakukan penghematan listrik, salah satunya adalah dengan mengurangi pemakaian pemanas air.

Kamu dapat mengurangi penggunaan pemanas air pada 120 derajat untuk bisa menghemat energi. Penggunaan pancuran yang rendah dapat menghemat air panas serta mengurangi hampir sekitar 350 pon karbondioksida dalam per tahunnya.

Itulah beberapa cara yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari yang bisa membantu dalam mengurangi pemanasan global. Beragamnya fenomena alam bisa mempengaruhi kehidupan manusia yang cukup signifikan.

Dalam buku Yuk Lebih Dekat Mengenal Peristiwa Alam dan Pemanasan Global, diterangkan bahwa terjadinya peristiwa angin, hujan, petir, serta pemanasan global menjadi salah satu fenomena alam yang memiliki dampak besar untuk kehidupan manusia yang ada di bumi.

Pasalnya, pemanasan global terjadi bukan semata-mata karena peristiwa alam saja, tetapi juga ada campur tangan manusia di dalamnya.

Ditulis dengan Bahasa yang mudah untuk dipahami dan empatik, dilengkapi juga dengan ilustrasi atau gambar yang atraktif, buku ini bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para siswa, khususnya mengenai peristiwa alam serta pemanasan global.

Buku ini bisa langsung kamu pesan dan beli melalui gramedia.com.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Pilates untuk Fleksibilitas Tubuh: Cara Aman agar Tubuh Lebih Lentur

Pilates untuk Fleksibilitas Tubuh: Cara Aman agar Tubuh Lebih Lentur

buku
Stimulasi Motorik Halus: Cara Sederhana Melatih Ketangkasan Tangan Anak Sejak Dini

Stimulasi Motorik Halus: Cara Sederhana Melatih Ketangkasan Tangan Anak Sejak Dini

buku
Panduan Praktis Pilates untuk Pemula, Bisa Dilakukan di Rumah

Panduan Praktis Pilates untuk Pemula, Bisa Dilakukan di Rumah

buku
Manfaat Spiritual dan Kesehatan dari Ibadah Puasa yang Jarang Disadari

Manfaat Spiritual dan Kesehatan dari Ibadah Puasa yang Jarang Disadari

buku
Bola Padel Terbuat dari Apa? Cari Tahu Jawabannya di Sini!

Bola Padel Terbuat dari Apa? Cari Tahu Jawabannya di Sini!

buku
Apa Itu Darurat Militer? Ini Pengertian, Tujuan, dan Dampaknya

Apa Itu Darurat Militer? Ini Pengertian, Tujuan, dan Dampaknya

buku
Apakah Pilates Aman untuk Pemula? Berikut Penjelasannya 

Apakah Pilates Aman untuk Pemula? Berikut Penjelasannya 

buku
Kenapa Emas Sering Disebut Safe Haven? Ini Penjelasannya

Kenapa Emas Sering Disebut Safe Haven? Ini Penjelasannya

buku
Mengenal Hewan Predator Buas yang Menakjubkan

Mengenal Hewan Predator Buas yang Menakjubkan

buku
Hasil Pilates Setelah 1 Bulan: Perubahan Nyata yang Mulai Terlihat di Tubuh dan Postur

Hasil Pilates Setelah 1 Bulan: Perubahan Nyata yang Mulai Terlihat di Tubuh dan Postur

buku
Cara Stimulasi Bayi 3 Bulan untuk Dukung Tumbuh Kembang

Cara Stimulasi Bayi 3 Bulan untuk Dukung Tumbuh Kembang

buku
Peraturan Resmi Mengenai Bola Padel untuk Turnamen: Standar yang Wajib Dipahami Sebelum Ikut Kompetisi

Peraturan Resmi Mengenai Bola Padel untuk Turnamen: Standar yang Wajib Dipahami Sebelum Ikut Kompetisi

buku
Storytelling: Bagaimana Orang Menjadi Kaya? – Mengajarkan Anak tentang Proses, Kerja Keras, dan Pola Pikir Finansial

Storytelling: Bagaimana Orang Menjadi Kaya? – Mengajarkan Anak tentang Proses, Kerja Keras, dan Pola Pikir Finansial

buku
Neon Genesis Evangelion Collector’s Edition: Pertarungan Melawan Angel dan Harapan Umat Manusia di Tangan Para Pilot Muda

Neon Genesis Evangelion Collector’s Edition: Pertarungan Melawan Angel dan Harapan Umat Manusia di Tangan Para Pilot Muda

buku
10 Ide Kegiatan Keluarga yang Bermanfaat Selama Ramadan

10 Ide Kegiatan Keluarga yang Bermanfaat Selama Ramadan

buku
4 Ciri-Ciri Bola Padel yang Sudah Tidak Layak Pakai

4 Ciri-Ciri Bola Padel yang Sudah Tidak Layak Pakai

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau