Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berapa Lama Pria Bisa Menahan Rindu? Bagaimana Cara Mereka Melampiaskan Kerinduannya?

Kompas.com, 7 Juli 2022, 09:00 WIB
Sumber Gambar: Pexels.com
Rujukan artikel ini:
Seni Memahami Pria
Pengarang: Claudia Sabrina
|
Editor Ratih Widiastuty

Salah satu ganjalan yang kerap dirasakan oleh kaum wanita ialah ketika harus menjalani hubungan jarak jauh alias Long Distance Relationship (LDR), karena takut jika pria yang menjalin hubungan dengan mereka tidak mampu menahan rindu.

Di balik kerinduan yang dirasakan oleh pria terhadap seseorang, justru tidaklah selalu berakhir buruk karena jika pria kesulitan untuk bertemu dan berkomunikasi dengan pasangannya, maka justru rasa rindu itu dapat menjadi cinta yang jauh lebih besar.

Bayangkan saja jika setiap detik dan menit harus terus berkomunikasi meskipun menjalin hubungan LDR, pastinya hubungan tersebut akan terasa membosankan.

Rasa rindu juga dapat dikatakan sebagai bumbu dan rasa sayang pria terhadap pasangan mereka yang menandakan jika rindu hadir, maka pertanda cinta ada di dalam hati mereka.

Pria dan wanita sendiri biasanya memiliki cara yang berbeda untuk mengobati rasa rindu mereka, sehingga wajar saja sering ada kesalahpahaman dalam sebuah hubungan jarak jauh.

Namun, jangan selalu mengindikasikan jika pria yang tengah rindu akan mencari wanita lain untuk mengobati rasa rindu mereka, karena pada kenyataannya banyak cara yang bisa pria lakukan untuk melampiaskan rasa rindu tersebut.

Bahkan, terkadang pria terasa jauh lebih sulit untuk mengungkapkan rasa rindu mereka pada pasangan, sehingga sering salah dimengerti.

Oleh karenanya, dalam menjalin sebuah hubungan jarak jauh, dibutuhkan kesabaran dan strategi tertentu dalam berkomunikasi agar hubungan yang dijalin bisa bertahan lama, sebab kerinduan yang diobati dengan hubungan yang mengikat dan menuntut justru malah akan terkesan monoton serta membebani.

Lalu, berapa lama pria mampu menahan rasa rindu mereka? Bagaimana cara mereka melampiaskan rasa rindu tersebut? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Berapa Lama Pria Bisa Menahan Rindu?

Terdapat beberapa faktor yang bisa memengaruhi rasa rindu pria terhadap pasangannya, seperti faktor perasaan pria kepada wanita yang ia cintai.

Jika pria baru saja menjalin hubungan dengan seorang wanita, pastinya perasaan cinta yang ia miliki sedang besar-besarnya, sehingga bisa dipastikan dalam beberapa hari atau minggu rasa rindu pria sudah tidak mampu tertahankan lagi.

Berbeda kisahnya jika hubungan yang sudah dijalin oleh pria telau berjalan selama beberapa tahun, mungkin perasaan cintanya sudah tidak menggebu-gebu, sehingga mampu menahan rindu dalam kurun waktu yang cukup lama antara bulanan hingga tahunan.

Selain itu frekuensi dalam bertemu dengan pasangan pun menjadi faktor penentu lainnya bagi pria dalam menahan rasa rindu mereka.

Jika pria mempunyai kesempatan bertemu dengan pasangannya relatif sedikit, maka karena terbiasa, mungkin pria mampu menahan rindu dengan durasi waktu yang cukup lama.

Namun, jika setiap hari atau minggu saja sudah sering berkomunikasi melalui video call, bisa dipastikan hasrat untuk menahan rindu akan sulit terealisasikan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium


Baca juga: Kata-kata Rindu


Cara Pria Melampiaskan Rasa Rindunya

1. Bernyanyi dan Bermain Gitar

Jika wanita lebih memilih untuk mendengarkan lagu-lagu galau untuk melampiaskan kerinduan mereka, berbeda halnya dengan pria yang lebih memilih untuk bernyanyi dan bermain gitar untuk mencurahkan rasa rindu mereka.

Cara ini tampak jauh lebih gentleman bagi pria dalam mengungkapkan rasa rindu yang sesungguhnya terhadap wanita yang mereka cintai.

2. Melihat Foto-Foto Lama

Cara lainnya yang dipilih pria untuk menuntaskan rasa rindu ialah dengan cara melihat kembali foto-foto kebersamaan bersama orang yang paling mereka cintai.

Dengan melihat kembali momen bersama wanita yang dicintainya, pria mampu mengalihkan kerinduan mereka dengan mengingat kenangan yang indah.


Baca juga: Kumpulan Quotes Rindu


3. Menonton Film Favorit

Mungkin sebagian besar pasangan mempunyai judul film favorit yang mereka biasa tonton bersama.

Oleh karena itu, untuk menahan rasa rindunya, pria akan memilih untuk menonton kembali film favorit mereka bersama pasangan sebagai bentuk pengalihan dari rasa rindu yang muncul dalam hati.

Setelah kamu tahu tentang berapa lama pria menahan rasa rindu dan bagaimana cara mereka melampiaskan rindu tersebut, mungkin ini sudah saatnya untuk bisa lebih memahami pria secara lebih mendalam lagi.

Buku Seni Memahami Pria yang ditulis oleh Claudia Sabrina akan membantu setiap pasangan, khususnya wanita, dalam memahami tingkah laku pria yang biasanya sangat berbeda jauh dengan wanita.

Dalam memahami pria pastinya akan sulit dilakukan oleh wanita karena pemikiran dan perasaan mereka akan perilaku masing-masing jelas jauh berbeda, maka dari itulah buku ini hadir sebagai solusi untuk meminimalisir konflik dalam hubungan.

Buku ini berisikan pembahasan tentang segala hal yang berkaitan dengan pria yang disertai dengan tips menarik untuk memahami pria.

Buku ini dapat langsung dipesan dan dibeli di Gramedia.com!

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

5 Cara Menghasilkan Uang dari Threads Meta 2026, Terbukti Cuan!

5 Cara Menghasilkan Uang dari Threads Meta 2026, Terbukti Cuan!

buku
Ciri-Ciri Kopi Arabika vs Robusta, Apa Perbedaannya? 

Ciri-Ciri Kopi Arabika vs Robusta, Apa Perbedaannya? 

buku
Lama Clearance Yellow Line Impor dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

Lama Clearance Yellow Line Impor dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

buku
Buying Time Artinya Apa dan Bagaimana Cara Menggunakannya secara Efektif?

Buying Time Artinya Apa dan Bagaimana Cara Menggunakannya secara Efektif?

buku
Perbedaan Americano dan Espresso yang Sering Belum Diketahui 

Perbedaan Americano dan Espresso yang Sering Belum Diketahui 

buku
Misi di Balik Mandat Palsu: Menguak Strategi dan Tujuan Angkatan Perang Ratu Adil

Misi di Balik Mandat Palsu: Menguak Strategi dan Tujuan Angkatan Perang Ratu Adil

buku
Proses Yellow Line Berapa Hari dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

Proses Yellow Line Berapa Hari dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

buku
15 Konsep Acara Natal yang Menarik dan Kreatif

15 Konsep Acara Natal yang Menarik dan Kreatif

buku
Mengenal Kota Bisnis Terbesar di Amerika Serikat yang Jadi Pusat Perdagangan Dunia 

Mengenal Kota Bisnis Terbesar di Amerika Serikat yang Jadi Pusat Perdagangan Dunia 

buku
Kenapa New York City Jadi Pusat Ekonomi? Ini Faktor yang Membuatnya Berpengaruh di Dunia

Kenapa New York City Jadi Pusat Ekonomi? Ini Faktor yang Membuatnya Berpengaruh di Dunia

buku
Mengenal Pusat Industri di Amerika Serikat dan Perkembangannya 

Mengenal Pusat Industri di Amerika Serikat dan Perkembangannya 

buku
Perbedaan Buying Time dan Delaying dalam Pengambilan Keputusan

Perbedaan Buying Time dan Delaying dalam Pengambilan Keputusan

buku
Peran Wall Street dalam Ekonomi Dunia dan Pengaruhnya terhadap Pasar Global

Peran Wall Street dalam Ekonomi Dunia dan Pengaruhnya terhadap Pasar Global

buku
Cara Menyeimbangkan Peran Ibu dan Ayah dalam Rumah Tangga

Cara Menyeimbangkan Peran Ibu dan Ayah dalam Rumah Tangga

buku
Unlocking Knowledge: Bahasa Inggris dan Akses Pengetahuan

Unlocking Knowledge: Bahasa Inggris dan Akses Pengetahuan

buku
Bebas dari Beban Ganda, Ini Kunci Berhenti Jadi Generasi Sandwich

Bebas dari Beban Ganda, Ini Kunci Berhenti Jadi Generasi Sandwich

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau