Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tertarik untuk Menjadi Pengacara? Ini Rekomendasi Buku untuk Belajar Hukum yang Bisa Kamu Baca

Kompas.com, 22 Maret 2022, 18:00 WIB
Sumber Gambar: Freepik.com
Rujukan artikel ini:
Hukum Adat Indonesia
Pengarang: Soerjono Soekanto
Penulis Okky Olivia
|
Editor Ratih Widiastuty

Buku merupakan sumber ilmu pengetahuan yang bisa memperkaya wawasan dan membantumu merubah pola pikir ke arah yang lebih baik.

Selain sebagai jendela ilmu, buku juga bisa menjadi sumber referensi yang akan membantu seseorang untuk mencari banyak informasi.

Keberadaan buku ini sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap kalangan, terutama bagi pelajar dan mahasiswa.

Bagi mahasiswa yang sedang menempuh jurusan hukum, kamu pasti membutuhkan banyak sekali referensi buku yang akan membantu kamu memahami literatur hukum, tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia internasional.

Membaca banyak referensi buku hukum ini akan membantu melatih dan mempertajam daya ingat, sehingga kamu bisa berpikir secara kritis yang didasarkan pada data yang valid.

Tidak hanya itu, kamu juga akan lebih mengenal berbagai istilah dan kosakata hukum.

Untuk lebih mengenal dunia hukum lebih dalam lagi, berikut adalah beberapa rekomendasi buku belajar hukum yang bisa kamu baca.

Rekomendasi Buku Belajar Hukum

1. Hukum Adat Indonesia – Soerjono Soekanto

Hukum adat termasuk salah satu hukum tidak tertulis yang penerapannya didasarkan pada proses interaksi masyarakat adat itu sendiri.

Di dalam hukum adat, ada banyak sekali peraturan yang mengatur tingkah laku dan apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan oleh masyarakat adat.

Dari sinilah tercipta kerukunan dan ketentraman dalam kehidupan mereka.

Dalam buku ini kamu akan mengetahui seluk beluk hukum adat yang ada di Indonesia, tentang bagaimana cara pendekatan hukumnya, contoh penerapannya, dan bagaimana cara menyelesaikan setiap konflik yang didasarkan pada hukum adat di beberapa daerah di Indonesia.

Dengan membaca buku ini, kamu akan semakin menyadari bahwa Indonesia memang negara yang sangat kaya dengan berbagai macam kebudayaan dan aturan adat yang berbeda satu sama lain, tapi hal itu justru yang membuatnya terlihat unik dan tidak bisa disamakan dengan negara lain.

2. Teori Hierarki Norma Hukum - Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H

Norma merupakan suatu aturan yang mengikat dan mengatur tingkah laku manusia, isinya berupa perintah, larangan, dan sanksi yang tidak boleh dilanggar oleh setiap manusia yang tinggal di dalam kelompok masyarakat.

Sebagai negara hukum, norma hukum punya posisi yang penting di negara ini, terbukti dengan dicantumkannya ketetapan norma ini dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 1 ayat 3.

Dalam buku ini, kamu akan mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai teori hierarki norma hukum yang dikembangkan oleh Hans Kalsen, seorang ahli hukum dari Austria.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Selain itu, kamu juga akan belajar bagaimana wujud penerapan norma ini di dalam sistem hukum di Indonesia.

3. Pengantar Hukum Internasional – Aris Pria Agus Santoso, dkk.

Hukum memang terbukti menjadi salah satu aspek yang paling penting, tidak hanya bagi Indonesia, tapi juga bagi negara-negara lain di dunia.

Bagi negara-negara di dunia yang sudah merdeka, berdaulat, dan mampu berdiri sendiri, ada satu jenis hukum yang berhasil disepakati dan kemudian diterapkan dengan nama hukum internasional.

Dalam buku ini, kamu tidak hanya akan belajar isi dari hukum internasional tersebut, tapi kamu juga akan belajar banyak hal mengenai sejarah pertumbuhan hukumnya, bagaimana jalannya hukum tersebut dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, dan bagaimana cara menerapkan hukum tersebut ke dalam kehidupan masyarakat.

Setelah membaca buku ini, kamu akan semakin memahami bagaimana pentingnya ketentuan hukum bagi suatu negara dan bagi masyarakat itu sendiri.

4. What Would Your Lawyer Say? – Michael Sugijanto, B.A. S.,H., M.H

Bagi kamu yang sedang mempelajari dunia hukum dan bermimpi menjadi seorang pengacara, kamu harus belajar bagaimana caranya berbicara dan berargumentasi dengan lawan bicara, karena seorang pengacara sejatinya harus sebisa mungkin memenangkan argumentasi terutama saat memegang sebuah kasus penting.

Melalui buku ini, kamu akan belajar bagaimana menemukan kata atau kalimat yang tepat untuk diucapkan kepada lawan bicara saat sedang berargumen.

Selain itu, kamu juga akan diajarkan bagaimana caranya menyelesaikan dan mengatasi suatu permasalahan tanpa harus melahirkan permasalahan baru.

Setelah membaca buku ini, kamu akan lebih memahami bagaimana caranya berbicara dan berargumentasi dengan baik terutama saat berada di tengah ruang sidang.

Nah, itu dia beberapa rekomendasi buku hukum yang bisa kamu baca untuk membantu menambah pemahamanmu mengenai hukum, serta membantumu menjadi seorang calon pengacara yang baik dan terpercaya.

Tidak hanya itu saja, kamu juga harus rajin membaca dan menambah referensi bacaan bertema hukum lainnya sehingga kamu bisa terus mengetahui kondisi terbaru dalam dunia hukum.

Dengan begitu, kamu bisa menjadi manusia yang cerdas dalam menganalisa berbagai persoalan hukum di kemudian hari.

Untuk mendapatkan buku-buku ini, kamu bisa membelinya di Gramedia.com, atau kamu juga bisa membacanya melalui e-book di Gramedia Digital.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, borong semua buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau