Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Total Biaya Hidup dan Kuliah di Jepang yang Harus kamu Ketahui Sebelum Berangkat!

Kompas.com, 6 Mei 2026, 16:00 WIB
Total Biaya Hidup dan Kuliah di Jepang  Sumber Gambar: Pexels.com  Total Biaya Hidup dan Kuliah di Jepang 
Rujukan artikel ini:
Elite Berilmu dengan Beasiswa Prancis…
Pengarang: Arum Faiza dan Fadil…
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Kuliah di Jepang memang butuh persiapan finansial yang matang sejak awal.

Berdasarkan data resmi dan platform edukasi terbaru, total biaya tidak hanya soal kuliah, tapi juga biaya hidup sehari-hari yang bisa berbeda tergantung kota.

Kalau kamu tidak hitung dari awal, pengeluaran bisa terasa berat di tengah jalan.

Apalagi biaya di Tokyo jelas lebih tinggi dibanding kota lain seperti Kyoto atau Sapporo, jadi penting untuk punya gambaran sejak awal sebelum berangkat.

Gambaran Umum Biaya Kuliah di Jepang

Biaya kuliah di Jepang memang berbeda-beda tergantung jenis kampus, program studi, dan lokasi.

Oleh karena itu, penting untuk membandingkan biaya sejak awal agar bisa menyesuaikan dengan kemampuan finansial dan rencana studi.

1. Biaya Kuliah di Universitas Negeri

Untuk universitas negeri, biaya kuliah umumnya relatif seragam.

Berdasarkan informasi resmi, tuition tahunan berada di kisaran ¥535.800, sedangkan admission fee sekitar ¥282.000 pada tahun pertama.

Artinya, total biaya akademik tahun pertama berada di kisaran ¥800.000-an, sementara tahun berikutnya biasanya lebih ringan karena tidak ada biaya masuk lagi.

2. Biaya Kuliah di Universitas Swasta

Universitas swasta umumnya memiliki biaya yang lebih tinggi dan sangat bergantung pada jurusan.

Untuk program non-medis, biaya kuliah bisa berada di kisaran ratusan ribu yen hingga sekitar ¥1 juta lebih per tahun, sedangkan jurusan kedokteran, farmasi, dan bidang kesehatan lain biasanya jauh lebih mahal.

Selain biaya kuliah tahunan, ada juga biaya masuk yang perlu disiapkan di awal.

3. Biaya Sekolah Bahasa Jepang

Sekolah bahasa Jepang sering menjadi langkah awal sebelum masuk universitas atau sekolah kejuruan.

Biayanya berbeda tergantung sekolah, lokasi, dan durasi belajar, tetapi secara umum masih berada pada kisaran ratusan ribu yen per tahun.

Biaya tersebut biasanya belum termasuk tempat tinggal, makan, transportasi, dan kebutuhan hidup sehari-hari.

Biaya Tempat Tinggal di Jepang

1. Sewa Apartemen atau Asrama

Untuk apartemen pribadi, harga sewa sangat bergantung pada kota.

Di Tokyo, apartemen kecil untuk satu orang (biasanya hanya satu ruangan dengan dapur sederhana) berada di kisaran ¥70.000–¥100.000 per bulan, dan bisa lebih mahal jika lokasinya dekat pusat kota.

Sementara di kota yang lebih kecil seperti Fukuoka atau Sapporo, harga sewa untuk tipe yang sama biasanya berada di kisaran ¥40.000–¥70.000 per bulan.

Perbedaan ini cukup terasa, jadi lokasi sangat memengaruhi total biaya hidupmu.

Kalau kamu ingin lebih hemat, asrama kampus bisa jadi pilihan.

Berdasarkan data universitas di Jepang, biaya asrama umumnya berada di kisaran ¥20.000–¥50.000 per bulan, meskipun fasilitasnya lebih sederhana.

2. Biaya Awal Masuk Apartemen

Selain sewa bulanan, kamu juga perlu menyiapkan biaya awal yang cukup besar saat pertama kali pindah.

Di Jepang, total biaya awal biasanya mencapai 3–5 kali dari harga sewa bulanan, tergantung kebijakan pemilik dan agen properti.

Biaya ini terdiri dari beberapa komponen seperti uang jaminan (deposit yang bisa dikembalikan), uang terima kasih untuk pemilik (yang biasanya tidak kembali), biaya agen, dan biaya administrasi lainnya.

Sebagai gambaran, kalau kamu menyewa apartemen dengan harga ¥80.000 per bulan, maka uang awal yang perlu disiapkan bisa mencapai sekitar ¥240.000–¥400.000 sebelum kamu bisa menempatinya.

Biaya Makan dan Kebutuhan Harian

Pengeluaran makan bisa fleksibel, tergantung kamu lebih sering masak sendiri atau makan di luar.

1. Masak Sendiri vs Makan di Luar

Kalau kamu rajin masak, biaya makan bisa jauh lebih hemat.

Data terbaru menunjukkan biaya makan dari masak sendiri berada di kisaran ¥25.000–¥35.000 per bulan, bahkan bisa lebih rendah kalau kamu benar-benar irit.

Sebaliknya, kalau kamu sering makan di luar atau beli makanan jadi, pengeluaran bisa naik ke ¥40.000–¥60.000 per bulan, bahkan lebih kalau intensitasnya tinggi.

Harga makan di luar sebenarnya masih cukup terjangkau.

Misalnya, satu porsi ramen biasanya sekitar ¥700–¥1.200, sedangkan makanan di convenience store sekitar ¥400–¥700 per sekali makan.

Dari sini terlihat jelas, gaya hidup sangat menentukan. Kalau kamu ingin hemat, kombinasi masak sendiri dan sesekali makan di luar biasanya jadi pilihan paling seimbang.

2. Belanja Bulanan di Supermarket

Untuk belanja bahan makanan, rata-rata satu orang di Jepang menghabiskan sekitar ¥20.000–¥35.000 per bulan untuk kebutuhan dapur dasar.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Angka rata-rata nasional bahkan berada di sekitar ¥27.000–¥30.000 per bulan, tergantung kota dan kebiasaan belanja.

Sebagai gambaran, harga bahan pokok di supermarket cukup stabil. Susu sekitar ¥180–¥250 per liter, telur ¥200–¥300 per pack, dan beras 5 kg sekitar ¥2.000–¥3.000.

Kalau kamu pintar belanja, biaya ini masih bisa ditekan.

Banyak supermarket di Jepang memberikan diskon 20–50% di malam hari untuk makanan segar, jadi waktu belanja juga bisa berpengaruh besar ke pengeluaranmu.

Biaya Transportasi dan Kesehatan

Biaya transportasi di Jepang sebenarnya masih bisa dikontrol kalau kamu tahu cara pakainya.

Untuk kereta dan bus, biaya sekali jalan biasanya sekitar ¥150–¥300, sedangkan bus mulai dari sekitar ¥200.

Kalau kamu rutin ke kampus, biasanya lebih hemat menggunakan commuter pass (langganan bulanan).

Harganya berada di kisaran ¥5.000–¥15.000 per bulan, tergantung jarak dan kota.

Banyak mahasiswa juga memilih sepeda karena hanya butuh biaya awal sekitar ¥10.000–¥30.000 dan bisa dipakai jangka panjang.

Besaran iuran NHI (National Health Insurance) berbeda tergantung wilayah tempat tinggal dan kondisi masing-masing mahasiswa.

Biaya Tambahan yang Sering Terlewat

Selain kebutuhan utama, ada beberapa biaya kecil yang sering tidak terasa tapi cukup memengaruhi total pengeluaran bulanan.

Salah satunya adalah utilitas seperti listrik, air, dan gas yang umumnya berada di kisaran ¥8.000–¥15.000 per bulan tergantung musim dan penggunaan.

Selain itu, biaya internet dan paket data juga perlu diperhitungkan.

Rata-rata pengeluaran untuk internet rumah dan SIM card berada di kisaran ¥3.000–¥6.000 per bulan, tergantung provider dan paket yang kamu pilih.

Di luar itu, pengeluaran untuk hiburan, nongkrong, atau kebutuhan pribadi biasanya berada di kisaran ¥5.000–¥15.000 per bulan.

Meski terlihat kecil, kalau tidak dikontrol, bagian ini sering jadi penyebab pengeluaran membengkak tanpa disadari.

Total Estimasi Biaya Hidup + Kuliah per Bulan dan Tahun

Kalau digabungkan, biaya hidup mahasiswa di Jepang sangat tergantung kota, jenis hunian, dan gaya hidup sehingga angkanya bisa berbeda cukup jauh antar mahasiswa.

Kalau ditambah biaya kuliah, totalnya jadi lebih besar.

Untuk universitas negeri, biaya tahunan sekitar ¥800.000-an di tahun pertama dan biaya universitas swasta bisa sangat beragam.

Artinya, total gabungan biaya hidup dan kuliah bisa menjadi jauh lebih besar, tergantung kota, kampus, dan tempat tinggal yang dipilih.

Tips Mengatur Budget Selama Kuliah di Jepang

Supaya biaya tadi tidak terasa berat, kamu perlu strategi sederhana yang bisa langsung diterapkan.

1. Pilih Kota yang Lebih Murah

Kota seperti Fukuoka atau Sapporo bisa lebih hemat dibanding Tokyo karena sewa dan biaya hidup lebih rendah.

2. Manfaatkan Asrama Kampus

Biaya asrama biasanya jauh lebih murah dan sering sudah termasuk utilitas dasar.

3. Masak Sendiri secara Rutin

Biaya makan bisa ditekan cukup besar dibanding makan di luar setiap hari.

4. Gunakan Sepeda untuk Mobilitas

Sekali beli, kamu bisa menghemat biaya transport bulanan.

5. Cari Diskon di Supermarket

Banyak toko memberi potongan harga di malam hari untuk makanan segar.

6. Kerja Paruh Waktu (Arubaito)

Mahasiswa boleh bekerja maksimal 28 jam per minggu untuk membantu biaya hidup.

Kalau kamu sedang menyusun rencana kuliah ke luar negeri dan ingin punya gambaran yang lebih jelas sejak awal, buku Elite Berilmu dengan Beasiswa Prancis dan Jepang karya Arum Faiza dan Fadil Habibi Danufane bisa jadi referensi yang layak kamu pertimbangkan.

Isinya tidak hanya membahas jalur beasiswa, tapi juga mengangkat sisi proses yang sering tidak terlihat.

Mulai dari cara berpikir, menghadapi ketidakpastian, sampai menjaga motivasi di tengah perjalanan yang panjang.

Gaya penyampaian dalam buku ini juga terasa dekat sehingga akan lebih mudah dicerna setiap pembacanya.

Kalau kamu ingin mulai mempersiapkan langkah dengan lebih terarah, kamu bisa mencari buku ini melalui platform online Gramedia Digital.

Yuk, segera dapatkan dan raih mimpimu!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

buku
Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

buku
6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

buku
Tren

Tren "Marriage Is Scary": Benarkah Menikah Adalah 'Ijazah Kelulusan' Hidup yang Wajib Dikejar?

buku
Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

buku
Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

buku
Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

buku
Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

buku
Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

buku
Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

buku
Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

buku
Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

buku
Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

buku
7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

buku
Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

buku
Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau