Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Memilih Pakaian Bekas Berkualitas: Panduan Lengkap untuk Thrifting yang Aman dan Hemat

Kompas.com, 6 Mei 2026, 15:00 WIB
Tips Memilih Pakaian Bekas Berkualitas Sumber Gambar: Freepik.com Tips Memilih Pakaian Bekas Berkualitas
Rujukan artikel ini:
Dilema Thrifting di Indonesia
Pengarang: Litbang KOMPAS
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Tren thrifting atau membeli pakaian bekas kini semakin populer, terutama di kalangan anak muda.

Selain lebih hemat, aktivitas ini juga dianggap sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan karena membantu mengurangi limbah tekstil.

Namun, tidak semua pakaian bekas memiliki kualitas yang baik.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tips memilih pakaian bekas berkualitas agar tidak salah beli.

Artikel ini akan membahas secara lengkap cara memilih baju thrift yang bagus, mulai dari mengenali kualitas bahan hingga tips penting bagi pemula.

Apa Itu Pakaian Bekas Berkualitas?

Pakaian bekas berkualitas adalah pakaian yang sebelumnya sudah pernah digunakan, tetapi masih dalam kondisi layak pakai, bersih, dan tidak mengalami kerusakan signifikan.

Biasanya, pakaian ini masih memiliki bentuk yang baik, bahan yang kuat, serta tampilan yang menarik.

Perlu dipahami bahwa tidak semua pakaian bekas memiliki kualitas yang sama.

Ada yang benar-benar masih seperti baru terkadang disebut juga preloved premium.

Oleh karena itu, kemampuan dalam menilai kualitas menjadi kunci utama saat thrifting.

Keuntungan Membeli Pakaian Bekas

Sebelum membahas tips, penting untuk memahami alasan banyak orang memilih pakaian bekas:

  • Harga lebih terjangkau dibandingkan pakaian baru.
  • Berpeluang mendapatkan brand ternama dengan harga lebih murah.
  • Lebih ramah lingkungan karena membantu mengurangi limbah fashion.
  • Memiliki model unik dan tidak pasaran.

Dengan berbagai keuntungan tersebut, tidak heran jika thrifting kini menjadi bagian dari gaya hidup modern.

Tips Memilih Pakaian Bekas Berkualitas

Berikut adalah beberapa tips penting yang wajib kamu perhatikan saat memilih pakaian bekas:

1. Periksa Kondisi Fisik secara Menyeluruh

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengecek kondisi fisik pakaian secara menyeluruh.

Perhatikan dengan teliti apakah terdapat noda, lubang, atau bagian yang sudah rusak karena hal ini sangat mempengaruhi kelayakan pakaian untuk digunakan.

Fokus pada beberapa area yang paling rentan mengalami kerusakan:

  • Ketiak: Sering menjadi tempat munculnya noda dan bau yang sulit hilang.
  • Kerah: Biasanya mudah menguning akibat keringat dan pemakaian.
  • Ujung lengan dan bagian bawah baju: Rawan aus atau sobek.

Jika ditemukan kerusakan yang cukup parah atau sulit diperbaiki, sebaiknya hindari pakaian tersebut meskipun harganya murah karena bisa mengurangi kenyamanan dan nilai pakainya.

2. Cek Kualitas Bahan Kain

Bahan merupakan indikator utama dalam menentukan kualitas pakaian bekas.

Memilih bahan yang tepat akan membantu kamu mendapatkan pakaian yang nyaman sekaligus tahan lama.

Beberapa bahan yang umumnya dikenal awet dan berkualitas antara lain:

  • Katun: Adem, nyaman, dan cocok untuk penggunaan sehari-hari.
  • Denim: Terkenal kuat dan tahan lama meskipun sering dipakai.
  • Linen: Ringan, breathable, dan nyaman di cuaca panas.

Sebaliknya, hindari bahan yang terasa terlalu tipis, kasar, atau sudah kehilangan teksturnya karena hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa pakaian sudah terlalu sering digunakan.

3. Perhatikan Jahitan

Jahitan yang rapi menunjukkan kualitas pakaian yang baik, pastikan tidak ada benang lepas atau jahitan yang terbuka.

Jahitan yang kuat juga menjadi indikator bahwa pakaian bekas akan lebih tahan lama meskipun sudah pernah digunakan.

4. Pastikan Ukuran Sesuai

Ukuran pakaian thrift sering kali berbeda dengan standar ukuran lokal sehingga tidak selalu akurat jika hanya mengandalkan label size.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Oleh karena itu, penting untuk memastikan ukuran benar-benar sesuai dengan tubuhmu.

Tipsnya:

  • Coba langsung jika membeli offline.
  • Ukur lingkar dada, panjang, dan lebar.
  • Bandingkan dengan pakaian yang sudah kamu punya.

Dengan langkah ini, kamu bisa menghindari kesalahan ukuran dan tetap mendapatkan pakaian bekas yang nyaman dipakai.

5. Cek Resleting dan Kancing

Hal kecil seperti resleting dan kancing sering diabaikan, padahal sangat penting untuk kenyamanan penggunaan.

Pastikan resleting dapat dibuka dan ditutup dengan lancar, kancing lengkap dan tidak longgar.

Kerusakan pada bagian ini bisa merepotkan, terutama jika harus diperbaiki setelah membeli.

6. Perhatikan Warna

Warna pakaian bisa menjadi indikator tingkat pemakaian.

Jika warnanya sudah pudar, kemungkinan pakaian tersebut telah sering dicuci dan digunakan.

Karena itu, pilih pakaian dengan warna yang masih cerah, tidak kusam, dan terlihat segar agar tetap menarik saat dikenakan.

7. Pilih Brand Berkualitas

Jika memungkinkan, pilih pakaian dari brand yang dikenal memiliki kualitas baik.

Umumnya, pakaian dari brand berkualitas lebih awet meskipun sudah bekas.

Namun, tetap periksa kondisi secara langsung, karena brand bukan satu-satunya penentu kualitas.

Tips Thrifting untuk Pemula

Bagi kamu yang baru mencoba thrifting, berikut beberapa tips agar mendapatkan pakaian bekas berkualitas:

  • Datang lebih awal untuk mendapatkan pilihan terbaik.
  • Sabar saat mencari karena thrifting membutuhkan waktu dan ketelitian.
  • Tetapkan budget agar tidak berbelanja berlebihan.
  • Fokus pada kebutuhan, bukan sekadar keinginan.

Cara Membersihkan Pakaian Bekas dengan Aman

Salah satu pertanyaan umum adalah apakah pakaian bekas harus dicuci sebelum dipakai? Jawabannya adalah ya, wajib.

Berikut cara membersihkan pakaian bekas dengan benar:

  • Rendam pakaian dengan air hangat.
  • Gunakan deterjen dan desinfektan untuk membunuh kuman.
  • Cuci hingga benar-benar bersih.
  • Jemur di bawah sinar matahari langsung.
  • Setrika untuk membantu membunuh sisa bakteri.

Langkah-langkah ini penting agar pakaian bekas aman, higienis, dan nyaman digunakan.

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Thrifting

Agar tidak menyesal saat membeli pakaian bekas, hindari beberapa kesalahan berikut:

  • Tidak mengecek kondisi barang secara detail.
  • Tergiur harga murah tanpa memperhatikan kualitas pakaian bekas.
  • Tidak mencoba atau memastikan ukuran sesuai.
  • Membeli terlalu banyak barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Ingat, harga murah pada pakaian bekas tidak selalu berarti worth it jika kualitasnya tidak baik.

Memilih pakaian bekas berkualitas memang membutuhkan ketelitian, tetapi hasilnya bisa sangat menguntungkan.

Dengan memahami tips memilih pakaian bekas berkualitas, kamu tidak hanya bisa berhemat, tetapi juga berkontribusi pada gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai tambahan wawasan, kamu juga bisa memahami fenomena thrifting secara lebih mendalam melalui buku Dilema Thrifting di Indonesia.

Buku ini membahas bagaimana tren thrifting berkembang pesat di Indonesia, terutama di kalangan anak muda karena dianggap lebih hemat sekaligus ramah lingkungan.

Jika tertarik memperdalam perspektif ini, kamu bisa membaca buku tersebut secara lengkap melalui Gramedia Digital sekarang juga.

Mulailah thrifting dengan bijak, fokus pada kualitas, dan jangan ragu untuk meluangkan waktu saat memilih.

Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan pakaian yang tidak hanya murah, tetapi juga nyaman dan tahan lama.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

5 Cara Menghasilkan Uang dari Threads Meta 2026, Terbukti Cuan!

5 Cara Menghasilkan Uang dari Threads Meta 2026, Terbukti Cuan!

buku
Ciri-Ciri Kopi Arabika vs Robusta, Apa Perbedaannya? 

Ciri-Ciri Kopi Arabika vs Robusta, Apa Perbedaannya? 

buku
Lama Clearance Yellow Line Impor dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

Lama Clearance Yellow Line Impor dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

buku
Buying Time Artinya Apa dan Bagaimana Cara Menggunakannya secara Efektif?

Buying Time Artinya Apa dan Bagaimana Cara Menggunakannya secara Efektif?

buku
Perbedaan Americano dan Espresso yang Sering Belum Diketahui 

Perbedaan Americano dan Espresso yang Sering Belum Diketahui 

buku
Misi di Balik Mandat Palsu: Menguak Strategi dan Tujuan Angkatan Perang Ratu Adil

Misi di Balik Mandat Palsu: Menguak Strategi dan Tujuan Angkatan Perang Ratu Adil

buku
Proses Yellow Line Berapa Hari dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

Proses Yellow Line Berapa Hari dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

buku
15 Konsep Acara Natal yang Menarik dan Kreatif

15 Konsep Acara Natal yang Menarik dan Kreatif

buku
Mengenal Kota Bisnis Terbesar di Amerika Serikat yang Jadi Pusat Perdagangan Dunia 

Mengenal Kota Bisnis Terbesar di Amerika Serikat yang Jadi Pusat Perdagangan Dunia 

buku
Kenapa New York City Jadi Pusat Ekonomi? Ini Faktor yang Membuatnya Berpengaruh di Dunia

Kenapa New York City Jadi Pusat Ekonomi? Ini Faktor yang Membuatnya Berpengaruh di Dunia

buku
Mengenal Pusat Industri di Amerika Serikat dan Perkembangannya 

Mengenal Pusat Industri di Amerika Serikat dan Perkembangannya 

buku
Perbedaan Buying Time dan Delaying dalam Pengambilan Keputusan

Perbedaan Buying Time dan Delaying dalam Pengambilan Keputusan

buku
Peran Wall Street dalam Ekonomi Dunia dan Pengaruhnya terhadap Pasar Global

Peran Wall Street dalam Ekonomi Dunia dan Pengaruhnya terhadap Pasar Global

buku
Cara Menyeimbangkan Peran Ibu dan Ayah dalam Rumah Tangga

Cara Menyeimbangkan Peran Ibu dan Ayah dalam Rumah Tangga

buku
Unlocking Knowledge: Bahasa Inggris dan Akses Pengetahuan

Unlocking Knowledge: Bahasa Inggris dan Akses Pengetahuan

buku
Bebas dari Beban Ganda, Ini Kunci Berhenti Jadi Generasi Sandwich

Bebas dari Beban Ganda, Ini Kunci Berhenti Jadi Generasi Sandwich

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau