Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Populer Gulai Tikungan, Kuliner Malam Legendaris dari Blok M

Kompas.com, 10 April 2026, 13:17 WIB
Sejarah Populer Gulai Tikungan Sumber Gambar: Pexels.com Sejarah Populer Gulai Tikungan
Rujukan artikel ini:
Resep Lauk Praktis Selera Nusantara…
Pengarang: Reza Permadi
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Gulai tikungan atau yang lebih dikenal sebagai gultik telah lama menjadi bagian dari kehidupan malam di Blok M.

Kuliner sederhana ini dikenal lewat sajian nasi, potongan daging sapi, dan kuah gulai hangat yang disajikan dalam porsi kecil, namun memiliki cita rasa khas yang membuat banyak orang kembali mencarinya.

Popularitas gultik tidak lepas dari keberadaannya di kawasan ramai Jakarta, terutama sebagai pilihan makan malam yang praktis, terjangkau, dan mudah ditemukan.

Dari pedagang kaki lima di pinggir jalan, gulai tikungan kemudian tumbuh menjadi salah satu kuliner legendaris yang identik dengan suasana malam kota.

Awal Mula Gulai Tikungan

Gulai tikungan mulai dikenal sebagai salah satu kuliner malam khas kawasan Blok M, Jakarta, yang sejak dulu ramai oleh aktivitas masyarakat hingga larut malam.

Nama gulai tikungan muncul karena para penjual makanan ini awalnya berjualan di area tikungan jalan, memanfaatkan lokasi yang mudah dijangkau oleh pejalan kaki maupun pengendara.

Pada masa awal kemunculannya, gulai tikungan hadir sebagai pilihan makanan sederhana yang cepat disajikan.

Penjual menggunakan konsep kaki lima dengan peralatan sederhana, tetapi tetap mampu menarik perhatian karena aroma kuah rempah yang khas.

Beberapa ciri awal gulai tikungan yang mudah dikenali antara lain:

  • Dijual di pinggir jalan pada malam hari
  • Menggunakan gerobak atau warung sederhana
  • Menawarkan porsi kecil dengan harga terjangkau

Menu yang disajikan biasanya terdiri dari nasi putih, potongan daging sapi kecil, lalu disiram kuah gulai hangat.

Meski sederhana, perpaduan rasa gurih dari santan dan rempah membuat makanan ini cepat digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari pekerja malam hingga anak muda yang berkumpul di kawasan tersebut.

Keunikan lain dari gulai tikungan sejak awal adalah porsinya yang tidak besar.

Hal ini justru membuat pembeli sering menambah porsi atau memadukannya dengan lauk tambahan seperti sate.

Ciri penyajian awal yang masih bertahan hingga sekarang yaitu:

  • Disajikan dalam mangkuk kecil
  • Kuah tidak terlalu kental
  • Daging dipotong kecil agar mudah disantap

Seiring waktu, gulai tikungan tidak hanya dikenal sebagai makanan pengganjal lapar, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari identitas kuliner malam Jakarta yang tetap dicari hingga kini.

Perkembangan Popularitas Gultik

Seiring berjalannya waktu, gultik tidak lagi dikenal hanya oleh warga sekitar Blok M, tetapi juga mulai menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah.

Lokasinya yang berada di pusat aktivitas malam membuat kuliner ini mudah ditemukan dan cepat menyebar dari cerita mulut ke mulut.

Pada awalnya, pembeli gultik didominasi oleh pekerja malam, sopir, serta mahasiswa yang mencari makanan hangat dengan harga terjangkau.

Namun lama-kelamaan, banyak wisatawan kuliner datang khusus untuk mencoba sensasi makan gultik langsung di tempat asalnya.

Beberapa faktor yang membuat popularitas gultik terus meningkat antara lain:

  • Harga yang relatif terjangkau untuk semua kalangan
  • Rasa gurih yang mudah diterima banyak orang
  • Lokasi jualan yang strategis dan ramai

Popularitas gultik juga semakin kuat karena suasana makannya yang khas.

Deretan warung kaki lima yang buka hingga larut malam menciptakan pengalaman tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati kuliner sederhana dengan nuansa perkotaan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Selain itu, perkembangan media sosial ikut memperluas dikenalinya gultik.

Banyak orang membagikan pengalaman makan di kawasan Blok M sehingga kuliner ini semakin sering muncul dalam daftar rekomendasi makanan malam di Jakarta.

Bentuk perkembangan yang terlihat hingga sekarang meliputi:

  • Munculnya lebih banyak penjual dengan konsep serupa
  • Gultik mulai hadir di luar kawasan asalnya
  • Menjadi salah satu tujuan wisata kuliner malam

Dari makanan kaki lima sederhana, gultik kini berkembang menjadi kuliner legendaris yang tetap bertahan di tengah banyaknya pilihan makanan modern.

Daya Tarik Kuliner Malam Legendaris

Salah satu alasan gultik tetap bertahan hingga sekarang adalah daya tariknya yang sederhana tetapi sulit digantikan.

Di tengah banyaknya pilihan kuliner modern, gultik tetap punya tempat tersendiri karena menghadirkan rasa hangat yang akrab bagi banyak orang.

Saat malam tiba, kawasan Blok M mulai dipenuhi pengunjung yang datang untuk menikmati sajian ini.

Suasana makan di pinggir jalan dengan deretan penjual yang ramai justru menjadi pengalaman yang dicari, bukan sekadar soal rasa makanan.

Beberapa hal yang membuat gultik tetap menarik sebagai kuliner malam yaitu:

  • Mudah dinikmati kapan saja saat malam hari
  • Disajikan cepat tanpa menunggu lama
  • Cocok disantap sendiri maupun bersama teman

Selain suasananya, rasa gultik yang ringan juga menjadi keunggulan tersendiri.

Kuahnya tidak terlalu berat, tetapi tetap kaya rempah sehingga nyaman disantap meski dalam porsi lebih dari satu mangkuk.

Banyak pengunjung juga menyukai fleksibilitas menu yang bisa dipadukan dengan lauk tambahan seperti sate atau kerupuk.

Hal ini membuat pengalaman makan terasa lebih lengkap tanpa kehilangan ciri khas utamanya.

Ciri daya tarik yang paling sering dicari pengunjung antara lain:

  • Aroma kuah rempah yang khas
  • Porsi kecil yang membuat ingin tambah lagi
  • Harga yang tetap ramah di kantong

Karena itulah gultik bukan hanya dikenal sebagai makanan malam biasa, tetapi juga sudah menjadi bagian dari identitas kuliner legendaris Jakarta yang terus dicari hingga sekarang.

Sejarah gulai tikungan menunjukkan bagaimana sebuah hidangan sederhana bisa tumbuh menjadi ikon kuliner malam yang melekat kuat dengan kawasan Blok M.

Dari warung kaki lima di pinggir jalan, gultik berkembang menjadi makanan legendaris yang tetap dicari karena rasa gurih, porsi praktis, dan suasana makan yang khas hingga sekarang.

Bagi kamu yang ingin mengenal lebih jauh masakan nusantara sekaligus mencoba membuat sendiri di rumah, buku Resep Lauk Praktis Selera Nusantara ala Chef Reza bisa jadi referensi yang tepat.

Buku ini berisi aneka resep praktis dalam mengolah aneka bahan menjadi lauk khas Indonesia seperti sop atau pindang iga sapi, rawon, rendang, gulai tunjang, ayam bakar padang, tempoyak udang, hingga jengkol balado dan aneka sambal.

Meski praktis dan ringkas, resep-resep dalam buku ini ditulis dengan sangat jelas dan rinci.

Resep-resep dalam buku ini juga telah melalui uji coba berkali-kali termasuk oleh followers Chef Reza di media sosial.

Buku ini bisa kamu dapatkan dengan mudah melalui Gramedia.com dan Gramedia Digital untuk versi e-book!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

4 Tema Trivia Musik Paling Seru untuk Kuis 

4 Tema Trivia Musik Paling Seru untuk Kuis 

buku
Tema Trivia Anak Muda Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Komunitas

Tema Trivia Anak Muda Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Komunitas

buku
6 Aktivitas Bonding Kantor untuk Membangun Solidaritas Tim

6 Aktivitas Bonding Kantor untuk Membangun Solidaritas Tim

buku
Setiap Orang Punya “Mie Ayam” Sendiri: Membaca Makna di Balik Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Setiap Orang Punya “Mie Ayam” Sendiri: Membaca Makna di Balik Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

buku
15 Konsep Trivia Night Kreatif yang Bikin Acara Makin Seru dan Interaktif

15 Konsep Trivia Night Kreatif yang Bikin Acara Makin Seru dan Interaktif

buku
Sistem Skor Trivia Night Terbaik untuk Acara Kantor dan Komunitas

Sistem Skor Trivia Night Terbaik untuk Acara Kantor dan Komunitas

buku
Cerita Si Pahit Lidah: Legenda dari Sumatra yang Penuh Pesan Moral 

Cerita Si Pahit Lidah: Legenda dari Sumatra yang Penuh Pesan Moral 

buku
7 Dongeng Rakyat Lampung Terpopuler Beserta Makna dan Pesan Moralnya 

7 Dongeng Rakyat Lampung Terpopuler Beserta Makna dan Pesan Moralnya 

buku
Lelah dengan Tren

Lelah dengan Tren "Kaum Produktif"? Buku Ini Beri Tahu Cara Mengubah Hidup untuk Kita yang Punya Fisik Terbatas

buku
Tema Trivia Film Paling Seru dan Kreatif untuk Kuis Gathering

Tema Trivia Film Paling Seru dan Kreatif untuk Kuis Gathering

buku
Cerita Legenda Banyuwangi: Sejarah, Tokoh, dan Pesan Moral yang Terkandung

Cerita Legenda Banyuwangi: Sejarah, Tokoh, dan Pesan Moral yang Terkandung

buku
Tema Trivia Pop Culture Paling Seru untuk Kuis Gathering

Tema Trivia Pop Culture Paling Seru untuk Kuis Gathering

buku
Susunan Acara Trivia Night yang Seru dan Terstruktur untuk Gathering

Susunan Acara Trivia Night yang Seru dan Terstruktur untuk Gathering

buku
Menyelami Dunia Hiu yang Menakjubkan

Menyelami Dunia Hiu yang Menakjubkan

buku
Sepak Bola – Perjalanan Melintasi Lapangan Dunia

Sepak Bola – Perjalanan Melintasi Lapangan Dunia

buku
10 Cara Menjadi Host Trivia Night yang Profesional dan Fun 

10 Cara Menjadi Host Trivia Night yang Profesional dan Fun 

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau