Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Gultik? Kuliner Legendaris Blok M yang Selalu Laris

Kompas.com, 8 April 2026, 10:06 WIB
Apa Itu Gultik? Sumber Gambar: Pexels.com Apa Itu Gultik?
Rujukan artikel ini:
Sedep Marem Masakan Cita Rasa…
Pengarang: Dian Ayu Puspitasari
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Kalau kamu pernah berburu kuliner malam di Jakarta, terutama di kawasan Blok M, pasti sudah tidak asing lagi dengan keramaian penjual dan antrean orang yang rela menunggu demi seporsi Gultik.

Tapi sebenarnya, apa itu gultik? Gultik adalah singkatan dari Gulai Tikungan.

Hidangan gulai sapi berkuah gurih kaya rempah yang biasanya disajikan dalam porsi kecil bersama nasi hangat dan taburan bawang goreng.

Meski tampil sederhana, rasanya terkenal enak dan bikin ketagihan, sampai-sampai jadi salah satu ikon street food legendaris Jakarta.

Nah, sebelum kamu ikut penasaran dan ingin mencicipinya, yuk kenalan lebih dekat dulu dengan gultik!

Apa Itu Gultik dan Kenapa Bisa Viral?

Di tengah ramainya kuliner kaki lima Jakarta, Gultik termasuk salah satu yang paling mudah mencuri perhatian.

Nama uniknya terdengar simpel, tapi begitu dicoba, rasanya langsung meninggalkan kesan.

Gultik sendiri merupakan singkatan dari Gulai Tikungan, yaitu gulai daging sapi berkuah santan gurih yang kaya rempah dan dijual di area tikungan jalan sekitar Blok M.

Porsinya khas dengan nasi sedikit, kuah gulainya yang enak sehingga terasa seperti comfort food yang pas dinikmati kapan saja, terutama saat malam hari.

Meski tampil sederhana, gultik punya cita rasa yang kuat.

Kuahnya medok, aromanya harum, dan daging sapinya empuk.

Kombinasi inilah yang membuat gultik bukan cuma jadi favorit warga lokal, tapi juga menjelma jadi salah satu kuliner legendaris yang selalu bikin orang penasaran.

Lalu, kenapa gultik bisa viral dan selalu ramai dibicarakan? Berikut beberapa alasannya:

1. Nama dan Konsepnya Unik

Istilah “Gulai Tikungan” terdengar catchy dan mudah diingat.

Ditambah konsepnya yang dijual di pinggir jalan dengan porsi kecil bikin orang makin penasaran untuk coba.

2. Rasanya Khas dan Bikin Ketagihan

Gultik punya rasa gurih santan yang kuat dengan sentuhan rempah hangat.

Sekali makan, biasanya langsung pengin tambah porsi karena rasanya ringan tapi nagih.

3. Porsinya Mini, Tapi Kuahnya Melimpah

Ciri khas gultik ada pada penyajiannya yakni nasi sedikit, daging secukupnya, tapi kuah gulainya melimpah.

Justru gaya ini yang membuat orang merasa kurang kalau cuma satu porsi.

4. Suasana Street Food Blok M yang Ikonik

Makan gultik bukan cuma soal rasa, tapi juga soal pengalaman.

Suasana Blok M yang ramai, aroma gulai yang mengepul, sampai makan di pinggir jalan bikin vibes-nya makin seru.

5. Harga Terjangkau

Sebagai kuliner legendaris, gultik termasuk murah meriah.

Ini yang buat banyak orang tidak ragu mampir, bahkan untuk sekadar ngemil sebelum pulang.

6. Viral di TikTok dan Konten Food Vlogger

Gultik sering muncul di berbagai konten kuliner karena visualnya menggoda dan mudah “mengundang lapar”.

Banyak orang akhirnya penasaran dan ikut datang setelah melihat review di media sosial.

Ciri Khas Gultik ala Blok M

Kalau kamu pikir gultik itu cuma gulai biasa yang dijual di pinggir jalan, kamu salah besar.

Gultik ala Blok M punya karakter yang khas dan mudah dikenali, bahkan dari aroma kuahnya saja.

Mulai dari cara penyajian sampai rasa rempahnya yang medok, semuanya punya ciri unik yang bikin gultik terasa beda dibanding gulai pada umumnya.

Nah, agar tidak penasaran, ini dia beberapa ciri khas gultik ala Blok M yang bikin kuliner ini begitu ikonik:

1. Disajikan dalam Porsi Kecil

Ini ciri paling terkenal dari gultik.

Biasanya disajikan dalam piring mini dengan nasi secukupnya.

Meski porsinya kecil, justru itu yang bikin orang sering nambah lagi karena rasanya bikin nagih.

2. Kuah Gulai Melimpah

Meskipun porsinya sedikit, kuahnya justru disajikan dengan sangat melimpah.

Gultik khas Blok M memiliki kuah yang tidak terlalu kental, cenderung encer dengan rasa yang gurih.

3. Rempahnya Harum dan Medok

Gultik punya aroma rempah yang kuat banget.

Biasanya terasa wangi dari serai, daun jeruk, kunyit, ketumbar, dan berbagai bumbu khas gulai lainnya.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Rasanya hangat di mulut, tapi tetap nyaman dinikmati.

4. Potongan Dagingnya Kecil tapi Empuk

Daging sapi dalam gultik biasanya dipotong kecil-kecil agar mudah dimakan dan cepat meresap bumbu.

Teksturnya juga empuk karena dimasak cukup lama hingga bumbunya benar-benar menyatu.

5. Taburan Bawang Goreng Jadi Pelengkap Wajib

Gultik hampir selalu disajikan dengan bawang goreng yang cukup banyak.

Taburan ini memberi sensasi gurih, aroma yang menggoda, dan bikin rasa gulainya makin naik level.

6. Dimakan Saat Malam Hari dengan Vibes Street Food

Gultik paling identik dengan suasana malam Blok M.

Makan sambil duduk di pinggir jalan, ditemani angin malam dan keramaian sekitar, jadi pengalaman yang bikin gultik terasa makin spesial.

7. Rasa Gurih Dominan dengan Sedikit Pedas Hangat

Cita rasa gultik cenderung dominan gurih santan, tapi tetap ada sentuhan pedas dan hangat dari cabai serta rempah.

Rasanya seimbang, jadi cocok untuk banyak lidah.

Kenapa Gultik Selalu Jadi Favorit Kuliner Malam?

Ada banyak pilihan makanan malam di Jakarta, tapi entah kenapa gultik selalu punya tempat spesial di hati para pecinta kuliner.

Meskipun tampilannya sederhana dan porsinya kecil, gultik ala Blok M justru punya daya tarik yang bikin orang rela mampir, antre, bahkan balik lagi di lain waktu.

Nah, ini beberapa alasan kenapa gultik selalu jadi favorit kuliner malam:

1. Hangat dan Pas untuk Dinikmati Malam Hari

Kuah gulai yang panas dengan aroma rempah yang kuat bikin gultik terasa cocok banget dimakan saat malam.

Apalagi setelah capek aktivitas seharian, semangkuk gultik bisa jadi comfort food yang bikin badan lebih rileks.

2. Rasanya Medok, Gurih, dan Bikin Nagih

Gultik terkenal karena rasa kuahnya yang kaya.

Perpaduan santan dan rempah menciptakan rasa gurih yang “nempel” di lidah.

Banyak orang bilang, gultik itu tipe makanan yang sekali coba langsung pengin tambah.

3. Porsi Kecil Jadi Daya Tarik

Alih-alih bikin kecewa, porsi kecil gultik malah jadi ciri khas yang bikin seru.

Banyak orang akhirnya beli lebih dari satu porsi, jadi pengalaman makannya terasa lebih santai dan nggak terlalu berat.

4. Harga Ramah Kantong

Dibanding banyak kuliner viral lain, gultik masih termasuk affordable.

Jadi mau makan satu porsi atau nambah beberapa kali pun tetap aman di dompet.

5. Vibes Blok M yang Selalu Hidup

Gultik bukan cuma soal rasa, tapi juga suasana.

Blok M di malam hari punya vibe yang khas: ramai, lampu jalan, orang lalu lalang, dan deretan jajanan kaki lima.

Makan gultik di sana rasanya seperti bagian dari pengalaman kuliner Jakarta yang autentik.

6. Cepat Disajikan, Cocok untuk Lapar Mendadak

Gultik biasanya sudah dimasak dalam jumlah banyak dan siap disajikan kapan saja.

Jadi saat lapar mendadak, kamu tidak perlu nunggu lama—tinggal duduk, pesan, lalu langsung makan.

7. Cocok untuk Semua Kalangan

Gultik bisa dinikmati siapa saja, mulai dari anak muda, pekerja kantoran, sampai wisatawan.

***

Setelah kita membahas dari apa itu gultik, ciri khasnya, sampai alasan kenapa gultik selalu jadi favorit kuliner malam, satu hal yang jelas: Gultik bukan sekadar gulai biasa.

Kuliner ini punya keunikan rasa, pengalaman makan yang khas, dan keterikatan budaya street food Jakarta yang membuatnya selalu banyak dicari, terutama saat malam hari.

Buku Sedep Marem Masakan Cita Rasa Ndeso: 110 Resep Hits di Instagram bisa kamu jadikan referensi untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan memasak, termasuk dalam mengolah hidangan berbahan dasar daging sapi.

Buku ini menyajikan 110 resep yang dikelompokkan ke dalam berbagai kategori, seperti olahan daging, ayam, mi, nasi, sayur, hingga tahu dan tempe.

Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan foto-foto masakan yang menggugah selera sehingga membuat pembaca semakin tertarik untuk mempraktikkan resep-resep di dalamnya.

Buku ini sangat cocok bagi kamu yang menyukai masakan dengan cita rasa ndeso dan hidangan rumahan.

Tertarik? Kamu bisa mendapatkan buku ini dengan mudah melalui Gramedia.com atau Gramedia Digital untuk versi e-book.

Yuk, segera miliki bukunya dan coba sendiri kelezatan masakannya di rumah!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

buku
Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

buku
6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

buku
Tren

Tren "Marriage Is Scary": Benarkah Menikah Adalah 'Ijazah Kelulusan' Hidup yang Wajib Dikejar?

buku
Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

buku
Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

buku
Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

buku
Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

buku
Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

buku
Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

buku
Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

buku
Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

buku
Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

buku
7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

buku
Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

buku
Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau