Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

Kompas.com, 25 Juni 2026, 11:00 WIB
Konsep Trivia Retro Sumber Gambar: Magnific.com Konsep Trivia Retro
Rujukan artikel ini:
Play With Smart: Temukan Permainan…
Pengarang: Maruli Pardamean
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Konsep trivia retro cocok untuk acara yang pesertanya datang dari usia berbeda karena topiknya dekat dengan pengalaman banyak orang.

Mulai dari lagu kaset, acara TV lama, mainan masa kecil, sampai game arkade, semua bisa jadi bahan kuis yang memancing tawa dan cerita.

Agar tetap seru lintas generasi, pilih tema retro yang punya jejak luas di ingatan banyak orang.

Kamu bisa memakai kategori seperti musik 90-an, sinetron keluarga, anime hari Minggu, mainan tradisional, game arkade, majalah remaja, iklan jadul, atau jajanan sekolah.

Dengan begitu, trivia retro tidak terasa seperti kuis hafalan biasa.

Konsep Trivia Retro Kategori Musik

Tema musik cocok untuk kuis jadul karena terasa sangat visual dan personal.

Berikut beberapa konsep yang bisa kamu jadikan pilihan.

1. Tebak Lagu dari Sampul Album

Untuk konsep permainannya, kamu bisa membuat ronde menebak judul lagu dari sampul album.

Peserta hanya diberi gambar sampul kaset atau potongan judul album, lalu diminta menebak penyanyi dan lagu terkenalnya.

2. Lanjutkan Lirik Jadul

Pada konsep ini Game Master membacakan satu baris lirik lagu lama, lalu peserta harus melanjutkan bagian berikutnya dengan benar.

3. Tebak Video Klip

Selain itu, tema MTV Indonesia juga menarik karena pernah menjadi ruang penting bagi video klip musik tanah air.

Cara mainnya bisa dibuat lebih hidup dengan ronde menebak video klip.

Tampilkan potongan gambar tanpa suara dari video klip lama, lalu peserta menebak judul lagu, nama penyanyi, atau ciri khas visualnya.

Agar tidak terlalu sulit, campurkan lagu yang sangat populer dengan beberapa lagu yang lebih menantang.

Misalnya, 60 persen lagu populer, 30 persen lagu menengah, dan 10 persen lagu yang hanya diketahui penonton musik sejati.

Konsep Trivia Retro Kategori Tontonan Sinetron dan Anime Hari Minggu

Kalau musik memancing ingatan lewat suara, tema ini memancing memori lewat jadwal, tokoh, dialog, dan kebiasaan menonton TV bersama keluarga.

Untuk anak 90-an dan 2000-an, hari Minggu pagi sering identik dengan kartun atau anime di televisi.

Mulai dari Doraemon, Crayon Shinchan, Ninja Hattori, Detective Conan, Dragon Ball, Pokémon, Slam Dunk, Samurai X, Hunter x Hunter, Sailor Moon, dan Candy Candy.

1. Tebak Anime dari Lagu Pembuka

Cara mainnya bisa dimulai dari ronde mebak judul Anime dari lagu pembukanya.

Putar 5–7 detik intro lagu, lalu peserta menebak judul anime dan nama tokoh utamanya.

2. Tebak Karakter dari Ciri Khas

Pada ronde ini peserta diberi clue tentang gaya bicara, benda favorit, warna kostum, atau jurus tertentu.

Sementara untuk tema sinetron, kamu bisa mengambil sudut yang lebih ringan.

Bukan harus menebak jalan cerita yang rumit, tapi cukup dari nama tokoh, judul sinetron keluarga, lagu pembuka, atau adegan khas yang dulu sering muncul.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Cara mainnya bisa memakai format “Tebak Judul dari Cerita Singkat”.

Game Master membacakan deskripsi singkat, lalu peserta menebak apakah itu sinetron keluarga, drama remaja, atau tontonan fantasi era 90-an.

Agar tetap ramah untuk peserta muda, gunakan bantuan visual seperti potongan poster, foto tokoh, atau clue tahun tayang.

Dengan begitu, peserta tetap bisa ikut bermain meski tidak mengalami langsung masa tayangnya.

Konsep Trivia Retro Kategori Mainan Tradisional dan Game Arkade

Tema mainan tradisional cocok untuk acara keluarga karena aturannya mudah dipahami, bahkan oleh peserta yang belum pernah memainkannya.

Kamu bisa memakai permainan seperti congklak, gasing, egrang, kelereng, engklek, atau lompat karet sebagai bahan kuis.

1. Tebak Nama Permainan

Pada konsep ini Game Master menunjukkan gambar alat permainan, lalu peserta menebak nama permainan dan cara memainkannya secara singkat.

Agar lebih ramai, tambahkan ronde “Benar atau Salah”.

Misalnya, “Egrang dimainkan dengan dua bilah kayu panjang untuk menjaga keseimbangan.”

Peserta cukup menjawab benar atau salah, lalu beri poin tambahan jika bisa menjelaskan alasannya.

2. Tebak Gim dari Suara

Untuk peserta yang tumbuh di era rental gim, tema game arkade dan konsol legendaris bisa jadi ronde paling ramai.

Kamu bisa memasukkan konsol seperti Nintendo, Sega, PlayStation, atau mesin dingdong yang dulu sering ada di pusat permainan.

Cara mainnya bisa memakai ronde menebak gim dari suaranya.

Putar efek suara pendek, musik menu, atau suara karakter yang cukup ikonik, lalu minta peserta menebak judul gimnya.

3. Tebak Konsol dari Bentuk Stik

Format lain yang bisa kamu pakai adalah menebak konsol dari bentuk stiknya.

Tampilkan foto controller tanpa logo, lalu peserta menebak apakah itu dari PlayStation, Nintendo, Sega, atau konsol lain.

Supaya tidak terlalu sulit, bagi pertanyaan menjadi tiga tingkat.

Pertanyaan mudah bisa seputar nama permainan, pertanyaan sedang seputar cara main, dan pertanyaan sulit seputar tahun rilis, karakter, atau ciri khas konsol.

Kalau ingin acara terasa lebih interaktif, siapkan satu permainan mini di sela-sela kuis.

Misalnya lomba memasukkan kelereng ke sendok, tebak gambar congklak, atau tantangan cepat menyebut lima judul gim PlayStation lama.

Bermain kuis retro akan lebih seru kalau pertanyaannya tidak hanya mengandalkan hafalan, tapi juga memancing logika, kreativitas, dan imajinasi.

Karena hal ini, buku Play With Smart: Temukan Permainan yang Bisa Merangsang Kreativitas, Inisiatif dan Imajinasi karya Maruli Pardamean bisa menjadi referensi tambahan yang relevan.

Buku ini berisi berbagai permainan asah otak, teka-teki logika, teka-teki matematika, permainan kata, hingga teka-teki lucu yang bisa dimainkan sendiri maupun berkelompok.

Kalau kamu ingin menyiapkan sesi permainan yang lebih variatif untuk keluarga, komunitas, atau acara kantor, kamu bisa menemukan buku ini melalui Gramedia Digital sebagai bekal ide sebelum acara dimulai!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau