Menjadi Muslimah Produktif di Era Digital

Lihat Foto
Sumber Gambar: Dok. Elex Media Komputindo
Buku 99 Great Ways To Be Wonderful Muslimah
Rujukan artikel ini:
99 Great Ways To Be…
Pengarang: Muyassaroh
Penulis Muyassaroh
|
Editor: Puteri

Menjadi muslimah di era digital ternyata punya banyak tantangan.

Jika tidak berhati-hati, bisa-bisa kita terjebak dalam kemalasan yang terus-menerus mengurung diri.

Berselancar di dunia maya menjadi kebiasaan baru yang sulit dihindari.

Saking asyiknya, kita sampai lupa dengan target dan mimpi sendiri.

Perhatikan firman Allah dalam Al-Qur’an, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1–3)

Demi masa.

Sesungguhnya waktu kita tidak selamanya di dunia.

Setiap orang diberikan usia yang terbatas.

Jika kita gagal memanfaatkannya dengan baik, maka sungguh kita telah jadi manusia yang merugi. Rugi di dunia, juga rugi di akhirat.

Menjadi muslimah yang produktif bukan hanya dicukupkan dengan karya, tapi juga mengisi kekosongan jiwa dengan agama.

Jangan sampai lelahnya kita tak berbuah pahala.

Oleh karena itu, hidup harus jelas arah tujuannya.

Jika semua aktivitas dilakukan karena ingin meraih rida Allah, maka setiap kesibukan yang kita kerjakan akan berpahala.

Lantas, bagaimana cara kita tetap produktif di era digital seperti sekarang?

Cara Tetap Produktif di Era Digital

Pertama, kenali diri sendiri.

Muyassaroh dalam bukunya yang berjudul ’99 Great Ways to be Wonderful Muslimah’, menuliskan bahwa mengenali dan mencintai diri sendiri merupakan langkah awal untuk menjadi muslimah yang hebat.

Dengan mengenali kekurangan dan kelebihan diri, maka kita dapat memaksimalkan setiap potensi yang ada.

Diharapkan, setelah mengetahui kelebihan yang dimiliki, kita dapat menekuni serta menjadikannya sebagai prioritas.

Practice makes perfect.

Latihan dan repetisi dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam menghasilkan karya.

Kedua, selalu libatkan Allah dalam ikhtiar kita.

Tidak ada yang bisa kita raih tanpa izin-Nya.

Bukan karena kita hebat, maka semua hal jadi serba mudah dilakukan.

Bukan karena cerdas, maka pencapaian besar didapat dalam waktu singkat.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Sebab rida dan izin Allah, maka kita dimampukan.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu melibatkan Allah dalam setiap ikhtiar serta doa.

Tidak ada yang dapat kita lakukan tanpa petunjuk dari Yang Mahakuasa.

Ketiga, jadikan kebiasaan baik menjadi lebih mudah, begitu juga sebaliknya.

Jika masalah kita saat ini begitu candu bermain media sosial sampai tidak bisa fokus pada tujuan dan terget, maka persulitlah kebiasaan buruk itu sampai-sampai kita tidak mungkin melakukannya lagi.

Simpanlah gadget berjauhan dari meja belajar.

Jika perlu, titipkan pada orang rumah.

Gunakan ketika benar-benar dibutuhkan.

Sebaliknya, permudahlah diri kita dalam melakukan kebiasaan baik, semisal dengan menyimpan Al-Qur’an di tempat yang mudah dijangkau.

Keempat, jangan lupa berikan hak istirahat pada tubuh kita.

Manusia bukan robot yang bisa bekerja setiap saat.

Kita juga butuh istirahat sebagaimana Rasulullah saw., juga melakukannya.

Produktif bukan berarti bekerja terus-menerus.

Justru orang yang produktif mesti tahu kapan ia harus fokus dan kapan ia harus santai.

Istirahatlah yang cukup supaya dapat menunaikan kewajiban kepada Allah dengan baik.

Jadikan dunia sebagai ladang amal untuk mengumpulkan bekal bagi kehidupan kedua kita nanti.

Kelima, muslimah produktif harus menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhiratnya.

Ia tidak berlebihan dalam mengumpulkan dunia sampai lupa akhirat, begitu juga sebaliknya.

Carilah negeri akhirat pada nikmat yang diberikan Allah kepadamu, tapi jangan kamu lupakan bagianmu dari dunia.” (QS. Al-Qasas: 77)

Mulai sekarang, cobalah mengevaluasi aktivitas sehari-hari.

Apakah kesibukan yang menghabiskan waktu kita sudah sepenuhnya bermanfaat? Ataukah ada kesenangan yang mesti digantikan dengan kebiasaan baru yang lebih positif?

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi diri dan orang-orang di sekelilingnya. Inilah tujuan yang mesti dikejar oleh muslimah di era digital.

Supaya kita tidak terjebak dalam kesenangan dunia yang sifatnya hanya sementara.

Baca dan dapatkan buku 99 Great Ways To Be Wonderful Muslimah di Gramedia.com.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi