Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pandemi dan Sepi

Kompas.com, 28 Januari 2022, 11:00 WIB
Sumber Foto: Gramedia.com
Rujukan artikel ini:
Sepi
Pengarang: Pijar Psikologi
|
Editor Novia Putri Anindhita

Pandemi Covid-19 menjadi titik perubahan pada banyak aspek kehidupan manusia.

Tidak hanya aspek kesehatan, tetapi juga pada aspek kesehatan mental.

Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan menyebutkan kasus depresi selama pandemi meningkat 6,5%.

Ahli meyakini bahwa kondisi ini bersumber dari isolasi sosial dan perasaan kesepian.

Kesepian dan Pengaruhnya Pada Kondisi Kesehatan

Perasaan terisolasi atau kesepian sebenarnya bukan fenomena yang baru.

Hal ini sudah menjadi fokus pemerintah di beberapa negara seperti Jepang dan Inggris.

Dua negara tersebut sudah mantap menganggap kesepian sebagai public health concern dalam negara mereka.

Beberapa media besar seperti Times dan New York Times juga menyebutkan kesepian sebagai epidemi di negara-negara besar seperti Amerika dan Inggris.

Pada tahun 2018, pemerintah Inggris menunjuk menteri khusus menangani kesepian.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Langkah yang belum umum, tetapi tidaklah mengherankan apabila kita menilik berbagai penelitian mengenai dampak kesepian.

Kesepian memiliki dampak yang amat buruk terhadap kualitas fisik dan mental seseorang.

Kesepian disebut memperparah gangguan mental dan penyakit kardiovaskular.

Bahkan kesepian kronis dikatakan lebih berbahaya dari obesitas dan kebiasaan merokok 15 batang sehari.

Wajar jika kesepian menjadi hal yang mendesak untuk diselesaikan, terutama dengan angkanya yang terus bertambah di masa pandemi Covid-19.

Rekomendasi Buku

Buku “Sepi: Mengapa manusia merasakan sepi dan bagaimana berdamai dengannya?” Secara mendalam membahas tentang sepi yang berpotensi sebagai pandemi yang baru.

Meski belum ditetapkan secara baku sebagai “pandemi kesepian”, hal ini nyata akan terjadi bila kesepian tidak ditangani dengan baik.

Kamu akan menemukan pentingnya menaruh perhatian khusus terhadap sepi dan memperluas sudut pandangmu dalam melihat sepi melalui buku ini.

Buku Sepi bisa kalian dapatkan melalui Gramedia.com.

Kamu juga bisa dapatkan gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa ada minimal pembelian. Yuk, langsung klik di sini untuk segera dapatkan vouchernya!

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau