Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Tips Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi Selama Puasa

Kompas.com, 30 Maret 2026, 12:01 WIB
Tips Menjaga Hidrasi Tubuh Selama Berpuasa Sumber Gambar: Freepik.com Tips Menjaga Hidrasi Tubuh Selama Berpuasa
Rujukan artikel ini:
Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan
Pengarang: Ahmad Sarwat Lc., MA
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Berpuasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan haus selama belasan jam.

Tanpa asupan cairan yang cukup, tubuh bisa lebih mudah lemas, pusing, bahkan mengalami dehidrasi.

Padahal, menjaga hidrasi sangat penting agar tubuh tetap segar dan aktivitas sehari-hari selama puasa tetap berjalan lancar.

Nah, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan sejak waktu sahur hingga berbuka untuk memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.

Berikut 7 tips menjaga tubuh tetap terhidrasi selama puasa agar kamu bisa menjalani hari dengan lebih nyaman dan bertenaga.

Mengapa Tubuh Rentan Dehidrasi Saat Berpuasa?

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 12–14 jam.

Padahal, tubuh tetap menjalankan berbagai fungsi penting yang membuat cairan terus berkurang, seperti bernapas, berkeringat, dan proses metabolisme.

Jika cairan yang hilang tidak digantikan dengan cukup saat sahur dan berbuka, tubuh bisa mengalami dehidrasi yang menyebabkan rasa lemas, pusing, hingga sulit berkonsentrasi.

Beberapa faktor berikut membuat tubuh lebih rentan mengalami dehidrasi saat berpuasa:

1. Tidak Ada Asupan Cairan dalam Waktu yang Lama

Selama berpuasa, tubuh tidak menerima cairan sama sekali dari pagi hingga waktu berbuka.

Padahal, tubuh tetap membutuhkan air untuk menjaga fungsi organ, sirkulasi darah, dan menjaga suhu tubuh tetap stabil.

2. Tubuh Kehilangan Cairan melalui Aktivitas Sehari-hari

Cairan tubuh terus berkurang melalui keringat, pernapasan, dan buang air kecil.

Jika kamu tetap aktif bekerja, beraktivitas di luar ruangan, atau berada di cuaca panas, jumlah cairan yang hilang bisa semakin banyak.

3. Konsumsi Minuman Tertentu Saat Sahur atau Berbuka

Minuman berkafein seperti kopi atau teh dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga cairan tubuh lebih cepat berkurang.

Jika tidak diimbangi dengan cukup air putih, risiko dehidrasi bisa meningkat.

4. Kurangnya Asupan Makanan yang Mengandung Air

Buah dan sayur mengandung banyak air yang membantu menjaga hidrasi tubuh.

Jika saat sahur atau berbuka lebih banyak mengonsumsi makanan kering atau tinggi garam, tubuh bisa lebih mudah merasa haus.

5. Pola Minum yang Tidak Teratur

Banyak orang hanya minum banyak air sekaligus saat berbuka, tetapi kurang minum setelahnya hingga waktu sahur.

Padahal, tubuh membutuhkan asupan cairan secara bertahap agar hidrasi tetap terjaga.

Memahami penyebab tubuh rentan dehidrasi saat berpuasa dapat membantu kita lebih bijak dalam mengatur pola makan dan minum.

Dengan begitu, tubuh tetap terhidrasi dengan baik dan puasa bisa dijalani dengan lebih nyaman.

Tanda-Tanda Tubuh Mulai Kekurangan Cairan

Dehidrasi saat berpuasa sering kali terjadi secara bertahap dan tidak langsung disadari.

Karena tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dalam waktu yang cukup lama, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini.

Dengan mengetahui gejala awal kekurangan cairan, kamu bisa lebih cepat mengatur pola minum saat berbuka dan sahur agar tubuh kembali terhidrasi dengan baik.

Berikut beberapa tanda tubuh mulai mengalami kekurangan cairan saat berpuasa:

1. Merasa Sangat Haus dan Mulut Kering

Rasa haus yang berlebihan merupakan sinyal paling umum bahwa tubuh membutuhkan cairan.

Mulut yang terasa kering atau lengket juga bisa menjadi tanda bahwa tubuh mulai kekurangan air.

2. Tubuh Terasa Lemas dan Mudah Lelah

Ketika tubuh kekurangan cairan, aliran oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh bisa terganggu.

Akibatnya, kamu mungkin akan merasa cepat lelah, kurang bertenaga, atau tidak bersemangat menjalani aktivitas.

3. Pusing atau Sulit Berkonsentrasi

Dehidrasi dapat memengaruhi fungsi otak. Jika tubuh kekurangan cairan, kamu mungkin merasa pusing, kurang fokus, atau sulit berkonsentrasi saat bekerja atau belajar.

4. Warna Urine Lebih Gelap

Warna urine bisa menjadi indikator sederhana untuk mengetahui kondisi hidrasi tubuh.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Jika warnanya kuning tua atau lebih pekat dari biasanya, itu bisa menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.

5. Kulit Terasa Lebih Kering

Kulit yang terasa kering atau kurang elastis juga bisa menjadi tanda tubuh mulai mengalami dehidrasi.

Cairan yang cukup membantu menjaga kelembapan alami kulit.

Jika tanda-tanda tersebut mulai muncul saat berpuasa, penting untuk memperhatikan kembali pola minum dan asupan cairan saat sahur dan berbuka.

Dengan menjaga hidrasi tubuh dengan baik, kamu bisa tetap menjalani puasa dengan lebih nyaman dan bertenaga.

Tips Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi Selama Puasa

Menjaga tubuh tetap terhidrasi selama berpuasa sebenarnya bisa dilakukan dengan beberapa kebiasaan sederhana.

Kuncinya adalah mengatur pola minum dengan baik antara waktu berbuka hingga sahur, serta memilih makanan yang membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Dengan strategi yang tepat, kamu tetap bisa menjalani puasa dengan tubuh yang segar dan bertenaga.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi selama puasa:

1. Terapkan Pola Minum 2–4–2

Salah satu cara paling efektif memenuhi kebutuhan cairan saat puasa adalah dengan pola minum 2–4–2, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.

Cara ini membantu tubuh mendapatkan cairan secara bertahap sehingga tidak terasa terlalu penuh sekaligus.

2. Perbanyak Minum Air Putih

Air putih adalah pilihan terbaik untuk menjaga hidrasi tubuh.

Usahakan tetap memenuhi kebutuhan sekitar delapan gelas air per hari selama waktu berbuka hingga sahur agar tubuh tetap segar sepanjang hari.

3. Konsumsi Buah dan Sayur yang Kaya Air

Buah seperti semangka, melon, jeruk, dan timun mengandung banyak air yang dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Menambahkan buah dan sayur dalam menu sahur dan berbuka juga membantu tubuh tetap terhidrasi lebih lama.

4. Batasi Minuman Berkafein

Minuman seperti kopi dan teh memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Jika dikonsumsi berlebihan, minuman ini bisa membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

5. Hindari Makanan Terlalu Asin atau Terlalu Manis

Makanan dengan kandungan garam atau gula yang tinggi dapat membuat tubuh lebih cepat merasa haus.

Sebaiknya pilih makanan yang seimbang agar tubuh tidak mudah kehilangan cairan.

6. Kurangi Aktivitas Berat di Bawah Terik Matahari

Aktivitas fisik yang berat, terutama di cuaca panas, dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat.

Jika memungkinkan, lakukan aktivitas yang lebih ringan selama berpuasa.

7. Jangan Melewatkan Sahur

Sahur sangat penting untuk membantu tubuh menyimpan energi sekaligus cairan yang dibutuhkan sepanjang hari.

Dengan sahur yang cukup dan pola minum yang baik, risiko dehidrasi saat puasa bisa diminimalkan.

Menjaga hidrasi selama puasa memang penting agar tubuh tetap sehat dan aktivitas sehari-hari bisa berjalan dengan lancar.

Dengan mengatur pola minum, memilih makanan yang tepat, serta mengenali tanda-tanda dehidrasi, kamu bisa menjalani puasa dengan lebih nyaman dan bertenaga.

Namun, puasa sejatinya tidak hanya tentang menahan lapar dan haus.

Ibadah ini juga mengajarkan disiplin, pengendalian diri, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan.

Jika kamu ingin memahami makna puasa lebih dalam, baik dari sisi hukum, praktik, maupun hikmahnya, kamu bisa membaca buku Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan karya Ahmad Sarwat.

Buku ini membahas berbagai aspek puasa secara komprehensif, termasuk berbagai praktik puasa di luar Ramadan serta penjelasan dari perspektif fikih para ulama.

Dengan memahami puasa secara lebih luas, kita tidak hanya menjalankan ibadah ini sebagai rutinitas tahunan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperbaiki diri dan memperdalam pemahaman spiritual.

Jadi, jika kamu ingin menambah wawasan tentang puasa sekaligus memperkaya makna ibadahmu, buku ini bisa menjadi salah satu bacaan yang layak untuk kamu jelajahi.

Baca bukunya sekarang juga di Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Kamus Visual Bahasa Inggris Pertamaku: Mengenal Dunia Melalui Gambar

Kamus Visual Bahasa Inggris Pertamaku: Mengenal Dunia Melalui Gambar

buku
Ide Acara Trivia Night Kantor yang Seru untuk Bangun Teamwork

Ide Acara Trivia Night Kantor yang Seru untuk Bangun Teamwork

buku
Menumbuhkan Cinta Bahasa Inggris Sejak Dini dengan My First Picture Dictionary

Menumbuhkan Cinta Bahasa Inggris Sejak Dini dengan My First Picture Dictionary

buku
Mitos dan Fakta tentang Ciri Fisik Suku Bangsa: Membedah Realitas di Balik Keberagaman Nusantara

Mitos dan Fakta tentang Ciri Fisik Suku Bangsa: Membedah Realitas di Balik Keberagaman Nusantara

buku
6 Ide Tema Trivia Ramadan Seru untuk Ngabuburit Bareng Teman!

6 Ide Tema Trivia Ramadan Seru untuk Ngabuburit Bareng Teman!

buku
Proses Red Line Bea Cukai Berapa Hari? Yuk, Simak Penjelasannya di Sini!

Proses Red Line Bea Cukai Berapa Hari? Yuk, Simak Penjelasannya di Sini!

buku
7 Ide Games Trivia Night Seru yang Anti Membosankan 

7 Ide Games Trivia Night Seru yang Anti Membosankan 

buku
Cara Membuat Filter Air Darurat Setelah Bencana, Wajib Tahu!

Cara Membuat Filter Air Darurat Setelah Bencana, Wajib Tahu!

buku
Apa Itu Site Engineer dan Tugasnya di Lapangan Proyek?

Apa Itu Site Engineer dan Tugasnya di Lapangan Proyek?

buku
Perbedaan Yellow Line dan Red Line Bea Cukai serta Estimasi Waktu Pemeriksaan

Perbedaan Yellow Line dan Red Line Bea Cukai serta Estimasi Waktu Pemeriksaan

buku
7 Ide Quiz Night Kekinian yang Bikin Acara Makin Pecah dan Anti Garing 

7 Ide Quiz Night Kekinian yang Bikin Acara Makin Pecah dan Anti Garing 

buku
Apa Definisi Paradoks dalam Logika? Berikut Penjelasannya

Apa Definisi Paradoks dalam Logika? Berikut Penjelasannya

buku
Tugas Software Engineer vs Programmer: Mana yang Paling Menantang untuk Karier IT Kamu?

Tugas Software Engineer vs Programmer: Mana yang Paling Menantang untuk Karier IT Kamu?

buku
Wajib Tahu! Risiko Saham yang Sering Diremehkan Pemula

Wajib Tahu! Risiko Saham yang Sering Diremehkan Pemula

buku
10 Kunci Sukses Warren Buffett yang Bisa Kamu Tiru

10 Kunci Sukses Warren Buffett yang Bisa Kamu Tiru

buku
Berapa Gaji Software Engineer dan Programmer 2026? 

Berapa Gaji Software Engineer dan Programmer 2026? 

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau