Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Karakteristik Planet Bumi: Ciri, Keunikan, dan Alasan Menjadi Tempat Kehidupan

Kompas.com, 19 Februari 2026, 12:00 WIB
Karakteristik Planet Bumi  Sumber Gambar: Pexels.com Karakteristik Planet Bumi 
Rujukan artikel ini:
Planet Bumi dan Ruang Angkasa
Pengarang: Eka Susi Sulistyowati
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Planet Bumi merupakan salah satu objek paling penting dalam kajian astronomi karena hingga saat ini menjadi satu-satunya planet yang diketahui mampu mendukung kehidupan.

Bumi terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu dan memiliki kondisi fisik yang memungkinkan air berada dalam bentuk cair.

Hal inilah yang menjadi faktor utama berkembangnya kehidupan di planet Bumi.

Karakteristik planet Bumi tidak hanya berkaitan dengan letaknya di tata surya, tetapi juga mencakup atmosfer, kandungan air, medan magnet, hingga keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.

Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana karakteristik planet Bumi.

Karakteristik Planet Bumi

1. Letak dan Posisi Planet Bumi dalam Tata Surya

Dalam tata surya, planet Bumi berada di urutan ketiga setelah Merkurius dan Venus.

Jarak rata-rata Bumi ke Matahari sekitar 149,6 juta kilometer.

Posisi ini menempatkan Bumi di zona laik huni atau habitable zone, yaitu wilayah di sekitar Matahari yang memungkinkan suhu permukaan tidak terlalu panas maupun terlalu dingin.

Letak planet Bumi yang ideal membuat air dapat bertahan dalam bentuk cair, tidak membeku sepenuhnya dan tidak menguap seperti di planet Venus.

Inilah salah satu karakteristik utama planet Bumi yang membedakannya dari planet lain.

2. Ukuran dan Bentuk Planet Bumi

Bumi memiliki diameter sekitar 12.742 kilometer.

Bentuk planet Bumi tidak benar-benar bulat sempurna, melainkan sedikit pipih di bagian kutub dan melebar di bagian khatulistiwa.

Bentuk ini dikenal sebagai geoid.

Jika dibandingkan dengan planet lain, ukuran Bumi tergolong sedang.

Bumi lebih besar dari Mars, tetapi lebih kecil dibandingkan Jupiter atau Saturnus.

Ukuran ini berperan penting dalam menjaga gravitasi yang cukup untuk menahan atmosfer.

3. Atmosfer Planet Bumi

Salah satu karakteristik planet Bumi yang paling vital adalah atmosfernya.

Atmosfer Bumi tersusun atas beberapa gas utama, yaitu nitrogen sekitar 78 persen, oksigen sekitar 21 persen, serta sisanya berupa argon, karbon dioksida, dan gas lainnya.

Atmosfer Bumi memiliki beberapa lapisan, yaitu:

  • Troposfer: Tempat terjadinya cuaca dan kehidupan manusia berlangsung.
  • Stratosfer: Lapisan yang mengandung ozon untuk melindungi Bumi dari sinar ultraviolet.
  • Mesosfer: Tempat meteor terbakar sebelum mencapai permukaan Bumi.
  • Termosfer: Lapisan dengan suhu sangat tinggi akibat radiasi Matahari.
  • Eksosfer: Lapisan terluar atmosfer yang berbatasan langsung dengan ruang angkasa.

Fungsi utama atmosfer adalah melindungi Bumi dari radiasi berbahaya, menjaga kestabilan suhu, serta menyediakan oksigen bagi makhluk hidup.

4. Kandungan Air di Planet Bumi

Sekitar 71 persen permukaan planet Bumi tertutup oleh air.

Air di Bumi ditemukan dalam tiga wujud, yaitu cair (laut, sungai), padat (es di kutub), dan gas (uap air di atmosfer).

Keberadaan air menjadi karakteristik planet Bumi yang sangat penting karena semua bentuk kehidupan yang diketahui bergantung pada air.

Selain itu, air berperan dalam mengatur suhu global melalui siklus hidrologi.

5. Medan Magnet Bumi

Planet Bumi memiliki medan magnet yang dihasilkan oleh pergerakan inti besi cair di dalam Bumi.

Medan magnet ini berfungsi sebagai perisai alami yang melindungi Bumi dari partikel bermuatan yang berasal dari Matahari.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Tanpa medan magnet, atmosfer Bumi bisa terkikis oleh angin Matahari, seperti yang diduga terjadi pada planet Mars.

Oleh karena itu, medan magnet merupakan salah satu ciri penting planet Bumi.

6. Rotasi dan Revolusi Planet Bumi

Rotasi Bumi adalah perputaran Bumi pada porosnya yang berlangsung selama kurang lebih 24 jam.

Perputaran ini menyebabkan bagian Bumi yang menghadap Matahari mengalami siang hari, sementara bagian yang membelakangi Matahari mengalami malam hari.

Selain itu, rotasi Bumi juga berpengaruh terhadap perbedaan waktu di berbagai wilayah serta mempengaruhi arah pergerakan angin dan arus laut di permukaan Bumi.

Sementara itu, revolusi Bumi adalah pergerakan Bumi mengelilingi Matahari selama sekitar 365,25 hari.

Revolusi Bumi bersama dengan kemiringan sumbu Bumi menyebabkan terjadinya pergantian musim.

7. Struktur Lapisan Bumi

Struktur internal planet Bumi terdiri dari beberapa lapisan yang tersusun dari luar hingga ke pusat Bumi.

Setiap lapisan memiliki karakteristik, komposisi, dan peran yang berbeda dalam menjaga kestabilan serta dinamika planet Bumi, baik dari segi geologi maupun kehidupan di permukaannya, yaitu:

  • Kerak Bumi: Lapisan terluar tempat manusia hidup.
  • Mantel Bumi: Lapisan tebal di bawah kerak.
  • Inti luar: Tersusun dari besi cair.
  • Inti dalam: Tersusun dari besi padat.

Struktur ini berperan dalam berbagai aktivitas geologi seperti gempa bumi, gunung api, dan pergerakan lempeng tektonik.

8. Kehidupan dan Keanekaragaman Hayati

Planet Bumi memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, mulai dari mikroorganisme hingga makhluk hidup kompleks seperti manusia.

Kehidupan di Bumi tersebar di berbagai ekosistem, baik darat maupun laut.

Faktor pendukung kehidupan di planet Bumi meliputi ketersediaan air dalam bentuk cair, keberadaan oksigen di atmosfer, suhu yang relatif stabil, serta energi dari Matahari sebagai sumber utama cahaya dan panas.

Kombinasi faktor-faktor tersebut memungkinkan berbagai makhluk hidup tumbuh, berkembang, dan mempertahankan kehidupan di Bumi.

Perbandingan Planet Bumi dengan Planet Lain

Jika dibandingkan dengan Mars, planet Bumi memiliki atmosfer yang jauh lebih tebal dan kandungan air yang melimpah.

Dibandingkan Venus, suhu Bumi jauh lebih stabil karena efek rumah kaca yang tidak berlebihan.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa karakteristik planet Bumi sangat ideal untuk menopang kehidupan, terutama karena adanya air, atmosfer yang stabil, serta suhu permukaan yang mendukung keberlangsungan makhluk hidup.

Dampak Aktivitas Manusia terhadap Planet Bumi

Aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan polusi berdampak pada karakteristik planet Bumi, terutama atmosfer dan iklim.

Pemanasan global dan perubahan iklim menjadi tantangan besar yang dihadapi saat ini.

Menjaga kelestarian planet Bumi menjadi tanggung jawab bersama agar kehidupan di masa depan tetap dapat berlangsung dengan baik.

Peran Karakteristik Planet Bumi dalam Menopang Kehidupan

Karakteristik planet Bumi mencakup letak yang strategis di tata surya, atmosfer yang kaya oksigen, kandungan air yang melimpah, medan magnet pelindung, serta keanekaragaman hayati yang tinggi.

Semua faktor tersebut menjadikan planet Bumi sebagai tempat tinggal yang ideal bagi makhluk hidup.

Oleh karena itu, menjaga dan merawat planet Bumi adalah langkah penting untuk keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.

Untuk memperdalam pemahaman tentang karakteristik planet Bumi dan fenomena ruang angkasa, buku Planet Bumi dan Ruang Angkasa dapat menjadi referensi bacaan yang tepat.

Buku ini membahas berbagai topik seputar Bumi, tata surya, serta objek-objek di ruang angkasa dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga cocok untuk pelajar maupun pembaca umum yang tertarik pada ilmu astronomi.

Buku ini dapat dibaca secara digital melalui Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Prinsip Stoikisme dalam Ajaran Islam: Titik Temu Filsafat dan Akidah

Prinsip Stoikisme dalam Ajaran Islam: Titik Temu Filsafat dan Akidah

buku
Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

buku
Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

buku
Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Kutai sebagai Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai sebagai Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

buku
Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

buku
8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

buku
Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

buku
Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

buku
Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

buku
Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

buku
Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

buku
Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

buku
Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau