Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Definisi Perilaku Kompulsif dan Cara Menanganinya

Kompas.com, 19 Desember 2024, 10:00 WIB
Kompulsif Sumber Gambar: Freepik.com Kompulsif
Rujukan artikel ini:
The Things You Can See…
Pengarang: Haemin Sunim
|
Editor Laila Wulanalfi

Perilaku kompulsif merupakan tindakan berulang yang dilakukan oleh pengidap OCD sebagai bentuk respons terhadap pikiran obsesif.

OCD adalah masalah gangguan kecemasan kronis yang membuat pengidapnya mengalami pikiran tak terkendali serta biasanya dibarengi dengan perilaku kompulsif.

Perilaku kompulsif adalah salah satu gangguan kecemasan yang bisa berpengaruh pada kehidupan sehari-hari.

Orang yang memiliki perilaku kompulsif biasanya akan mengulang-ulang tindakan tertentu sebab otak mereka telah terprogram untuk melakukan perilaku tersebut dan tidak bisa begitu saja menghentikannya.

Dalam beberapa kondisi, perilaku kompulsif dengan tindakan berulang-ulang ini pun kerap tidak masuk akal, khususnya bagi lingkungan sekitar.

Maka dari itu, mengetahui gejala sampai penanganan perilaku kompulsif amatlah penting untuk mencegahnya menjadi semakin parah.

Definisi Perilaku Kompulsif

Berdasarkan jurnal yang dikeluarkan oleh Neuropsychology Review: Defining Compulsive Behaviour, perilaku kompulsif merupakan tindakan yang dilakukan secara berulang-ulang serta konsisten, walaupun sebetulnya dianggap kurang menyenangkan atau mengganggu.

Penderitanya kerap melaporkan jika mereka menyadari perilaku kompulsif yang dikerjakan tidaklah masuk akal serta ada dampak mengganggu dari perilaku tersebut terhadap hidupnya, tapi mereka tidak bisa menjelaskan alasan mengapa mereka tetap melakukannya.

Gangguan psikologis ini pun disebut juga dengan istilah gangguan kepribadian obsesif-kompulsif atau obsessive compulsive personality disorder (OCPD), yaitu gangguan kepribadian yang ditandai dengan keteraturan, kesempurnaan, dan kerapian yang ekstrem.

Terdapat beberapa karakteristik dari orang-orang yang mengidap OCPD, seperti:

  • Sulit membangun dan mempertahankan hubungan dekat dengan orang lain.
  • Sering marah
  • Sulit mengungkapkan perasaan.
  • Mengalami kecemasan yang terjadi bersamaan dengan depresi.

Penanganan Perilaku Kompulsif

1. Terapi

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menangani atau mengobati perilaku kompulsif adalah dengan mengikuti terapi.

Salah satunya yaitu seperti terapi perilaku kognitif (CBT) yang menolong seseorang untuk mengenali perilaku mereka sebagai tidak normal.

Seorang terapis juga bisa membantu pengidap perilaku kompulsif untuk mengidentifikasi perilaku yang dapat menolong mereka meningkatkan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain.

2. Obat

Bagi beberapa penderita perilaku kompulsif dapat disembuhkan dengan meminum obat.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Dokter akan meresepkan inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) untuk membantu mengurangi fiksasi penderita pada ketertiban dan aturan.

SSRI akan meningkatkan kadar serotonin di otak serta bisa memberikan pengaruh positif pada suasana hati, emosi, dan tidur.

3. Latihan Relaksasi

Menerapkan mindfulness seperti meditasi, pernapasan dalam, serta latihan relaksasi, bisa membantu seseorang untuk mengurangi tingkat stres yang membuat mereka melakukan perilaku kompulsif.

Apalagi gaya hidup mindfulness ini sudah sangat banyak digaungkan di mana-mana sehingga tidak ada salahnya untuk dicoba.

Jadi, apabila kita mengalami perilaku kompulsif yang tidak mampu untuk dikendalikan, baik itu akibat alasan neurologis atau perilaku, penting sekali untuk segera memeriksakan diri ke dokter atau ahli kesehatan mental agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Dengan mengetahui dan memperoleh diagnosis sejak dini maka dapat membantu kita dalam memutuskan rencana pengobatan yang jauh lebih efektif.

Berbicara tentang mindfulness, kurang lengkap rasanya apabila tidak dibarengi dengan referensi buku yang dapat membantu kita menerapkan pola hidup yang berkesadaran ini.

Buku The Things You Can See Only When You Slow Down yang ditulis oleh Haemin Sunim merupakan pilihan yang tepat untuk memperdalam makna kehidupan yang jauh lebih mindfulness.

Buku ini akan mengajak pembaca untuk relaksasi menikmati setiap momen yang ada melalui serangkaian kata yang menenangkan dan mendamaikan hati serta emosi.

Haemin Sunim sendiri adalah seorang Biksu Buddha populer asal Korea Selatan yang tulisannya ini berhasil terjual sebanyak tiga juta eksemplar di Korea, dan menjadi best seller selama 41 minggu.

Buku ini menawarkan petunjuk jalan menuju kesejahteraan dan kebahagiaan di delapan bidang, termasuk hubungan, cinta, dan kerohanian.

Terdapat pula lebih dari dua puluh ilustrasi penuh warna yang melengkapi ajarannya berfungsi sebagai selingan visual yang memenangkan, mendorong pembaca untuk memperhatikan jika ketika kita melambat, dunia akan ikut melambat bersama kita.

Salah satu buku pengembangan diri yang memang wajib dibaca dan masuk ke dalam koleksi.

Segera pesan bukunya sekarang juga di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau