Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Adakah Orang yang Tidak Kesepian di Dunia Ini?

Kompas.com, 2 September 2023, 18:00 WIB
Adakah Orang yang Tidak Kesepian di Dunia Ini? Sumber Gambar: Dok. Bhuana Ilmu Populer Adakah Orang yang Tidak Kesepian di Dunia Ini?
Rujukan artikel ini:
Adakah Orang yang Tidak Kesepian…
Pengarang: Ha Yooji
Penulis Ani Syahara
|
Editor Ratih Widiastuty

Menjadi dewasa menyadarkan kita untuk semakin berdamai dengan sepi.

Sepertinya itulah hal yang ingin disampaikan oleh Ha Yooji dalam novelnya, Adakah Orang yang Tidak Kesepian di Dunia Ini?

Blurb:

"Mengenal orang memang sulit. Iya, kan? Tapi lebih sulit memahami. Entah memahami orang lain, atau bahkan diri sendiri."

Dalam sebuah panci presto peninggalan sang ayah, Yeongo yang kini sebatang kara menemukan sebuah buku catatan dengan tiga nama di dalamnya: Hong Kangjoo, Moon Okbong, dan Myeong Bora.

Yeongo penasaran ada cerita apa di balik nama-nama yang tertulis.

Mungkin ada cerita yang akan memberi rasa pada cinta dan hari-harinya yang tak tahu harus dibawa ke mana.

Berharap ia bisa lebih memahami sang ayah, terlebih lagi, dirinya sendiri.

Sinopsis Novel Adakah Orang yang Tidak Kesepian di Dunia Ini?

Novel Korea terjemahan yang diterbitkan oleh Bhuana Sastra ini bercerita tentang O Yeongo, perempuan lajang 33 tahun yang bekerja sebagai editor di sebuah penerbitan.

Singkatnya, O Yeongo adalah penggambaran yang tepat akan kehidupan kaum muda saat ini: lelah bekerja bagai budak korporat dan terlalu malas dengan urusan romansa.

Meski kesehariannya sudah sangat melelahkan, pada akhirnya ia hanya bisa bertahan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Hidupnya pun bertambah nelangsa ketika ia akhirnya sebatang kara.

Ayahnya yang meninggal dunia hanya meninggalkan sebuah panci presto dan sebuah buku catatan.

Tiga nama tertulis di dalamnya, Hong Kangjoo, Moon Okbong, dan Myeong Bora.

Perlahan, O Yeongo pun mencari tahu siapa orang-orang itu.

Dalam perjalanannya menggali orang-orang asing itu, O Yeongo menjalin keakraban yang canggung dengan Gong Miji, anak lulusan SMP yang bersikeras tidak ingin melanjutkan sekolah.

Gong Miji mungkin hanya orang asing lainnya yang hadir dalam hidup Yeongo.

Namun, ternyata justru merekalah yang akhirnya membantu Yeongo dalam mengenali dirinya sendiri.

Tanpa konflik yang begitu menggebu, hal ini justru sangat menggambarkan orang-orang yang hidupnya “begitu-begitu saja”.

Dituturkan dengan tenang dan begitu mengalir, novel ini secara perlahan menyadarkan para pembaca bagaimana kita bisa memahami proses pendewasaan, memahami orang lain, dan tentunya memahami diri sendiri.

Lewat karyanya, Ha Yooji, seolah telah menghubungkan orang-orang yang kesepian dengan orang-orang kesepian lainnya, yang justru menyadarkan bahwa tidak ada orang yang tidak kesepian di dunia ini.

Dapatkan buku Adakah Orang yang Tidak Kesepian di Dunia Ini? di Toko buku Gramedia atau secara online melalui Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau