Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Inilah 4 Ciri Kearifan Lokal yang Perlu Kamu Ketahui

Kompas.com, 21 Juli 2023, 08:30 WIB
ciri kearifan lokal Sumber: pixabay.com/Dedy_Timbul ciri kearifan lokal
Rujukan artikel ini:
Pengetahuan Kearifan Lokal: Pangan dan…
Pengarang: F.g Winarno
|
Editor Rahmad

Kamu pernah dengar tentang kearifan lokal yang ada di masyarakat?

Nah, Sebagian dari kamu pasti sudah pernah, sekaligus menjadi pelaku dalam upaya melestarikan kearifan lokal.

Istilah kearifan lokal sendiri sering dikaitkan dengan perilaku tradisional dari suatu kelompok masyarakat.

Konsep kearifan lokal juga dikenal dengan kearifan tradisional atau sistem pengetahuan lokal (indigenous knowledge system).

Artinya, pengetahuan yang khas dimiliki suatu budaya atau masyarakat tertentu yang sudah berkembang lama sebagai hasil dari proses sebuah hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya tersebut.

Dalam penentuan karakteristik dari kearifan lokal yang pasti meliputi pengetahuan, alat musik tradisional, rumah adat, ide, pola pikir, norma sosial, norma kesusilaan, serta nilai luhur dari wilayah tersebut.

Jadi, seperti apa ciri dari kearifan lokal? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Ciri-ciri kearifan Lokal

Adapun ciri-ciri yang ada di dalam kearifan lokal antara lain:

1. Mampu bertahan dari gempuran budaya

Setiap negara, daerah, atau suatu wilayah adat budayanya masing-masing. Berbeda dengan negara kita yang masih terus mempertahankan kebudayaan serta adat istiadat, kebanyak orang-orang yang berasal dari negara asing di luar sana sudah melupakan adat istiadat dari nenek moyang mereka.

Orang di luaran sana lebih menyukai kehidupan yang bebas karena dianggapnya lebih modern tanpa ada terikat dengan petuah, apalagi adat lama yang dianggapnya sudah ketinggalan zaman.

Tidak hanya itu, seiring dengan berjalannya waktu, kebudayaan asing juga sebetulnya mulai merambah ke wilayah Indonesia.

Namun, Indonesia mempunyai banyak kearifan lokal yang juga mengandung nilai kebudayaan yang kuat.

Nah, kepercayaan yang kuat inilah yang akhirnya berhasil membuat kebudayaan asing tidak mudah masuk dan mempengaruhi masyarakat.

2. Mempunyai kemampuan dalam mengakomodasi budaya yang berasal dari luar

Menghindari budaya asing yang masuk ke Indonesia bukanlah hal yang mudah untuk kita lakukan.

Apalagi di era globalisasi seperti saat ini, di mana segalanya bisa terhubung dengan sangat mudah.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Adanya teknologi inilah yang bisa membuat kebudayaan asing bisa dengan mudah masuk ke Indonesia. Namun, lain halnya, dengan kebudayaan luar, kearifan lokal mempunyai fleksibilitas yang tinggi.

Dengan begitu, kalaupun budaya asing masuk, maka budaya asing ini hanya akan menjadi tren sesaat saja, bukan menggantikan budaya warisan dari nenek moyang.

3. Dapat mengintegrasikan budaya asing ke dalam budaya asli yang ada di Indonesia

Ciri dari kearifan lokal lainnya adalah kearifan lokal ini mempunyai suatu kemampuan bukan hanya bisa mengakomodasi, tetapi juga bisa mengintegrasikan budaya asing yang masuk, serta memadukannya dengan budaya yang sudah ada dengan baik.

Misalnya seperti pembangunan gedung yang ada di Indonesia.

Tidak jarang para arsitek gedung tersebut memadukan budaya lokal dengan mencontek desain bangunan tradisional yang ada di Indonesia, kemudian memadukan desain tersebut dengan arsitektur modern.

4. Bisa mengendalikan budaya asing yang masuk

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa budaya asing bukanlah sesuatu yang bisa dengan mudah kita tolak. Akan tetapi, di sisi lain, kearifan lokal bisa menjadi adat serta budaya asli yang mengakar dengan kuat, sehingga akan sulit untuk menghilangkannya dari masyarakat.

Alih-alih menghilangkan dan diganti oleh budaya asing, kepercayaan pada kearifan lokal malah lebih kuat, sehingga justru mampu mengendalikan kebudayaan asing yang masuk.

Tidak hanya itu, kita juga dapat dengan mudah menyaring budaya asing yang bisa saja masuk.

Dengan begitu, maka kita juga bisa menentukan mana budaya asing yang dapat diterima dan budaya asing yang mempunyai nilai yang buruk untuk Indonesia.

Nah, itulah ciri-ciri dari kearifan lokal yang perlu kita ketahui. kearifan lokal tidak hanya pada kebudayaan saja, tetapi termasuk juga kuliner yang ada di dalamnya.

Seperti yang diungkapkan di dalam buku Pengetahuan Kearifan Lokal: Pangan dan Kesehatan karya F.g Winarno.

Melalui buku tersebut, kamu bisa mengetahui tentang kuliner lokal yang menjadi bagian dari kearifan lokal.

Mulai dari aneka tanaman serta hewan laut berprotein dan berbagai tanaman darat dan hewan ternak yang mengandung mineral tinggi bisa diolah menjadi kuliner tradisional.

Kearifan lokal tentang makanan sehat dan bergizi ini juga sudah lama hadir di Nusantara.

Kamu juga bisa mengetahui tentang kearifan lokal yang bisa dipadukan dengan pengetahuan modern yang mampu menjawab persoalan tentang Kesehatan dan gizi buruk.

Buku ini bisa langsung kamu pesan dan beli melalui gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

buku
Karakteristik Planet Bumi: Ciri, Keunikan, dan Alasan Menjadi Tempat Kehidupan

Karakteristik Planet Bumi: Ciri, Keunikan, dan Alasan Menjadi Tempat Kehidupan

buku
Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

buku
Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Kutai sebagai Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai sebagai Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

buku
Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

buku
8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

buku
Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

buku
Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

buku
Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

buku
Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

buku
Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

buku
Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

buku
Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

buku
Merayakan Valentine Lewat Manga: Dari Gengsi Hingga Keajaiban Waktu

Merayakan Valentine Lewat Manga: Dari Gengsi Hingga Keajaiban Waktu

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau