Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Clingy? Yuk Cari Tahu Pengertian dan Ciri-Cirinya Berikut Ini!

Kompas.com, 12 Juni 2023, 18:00 WIB
Apa Itu Clingy Sumber Gambar: Freepik.com Apa Itu Clingy
Rujukan artikel ini:
Book of Toxic Relationship
Pengarang: TONY IBRAHIM
Penulis Okky Olivia
|
Editor Ratih Widiastuty

Kata clingy menjadi salah satu istilah populer yang sering kali kita temukan saat sedang berselancar di media sosial.

Banyak pengguna media sosial yang menggunakan istilah ini saat mengomentari suatu hal yang berkaitan dengan hubungan atau relationship seseorang.

Dengan kata lain, istilah clingy ini seringkali digunakan untuk menggantikan kata ‘manja’, khususnya kepada pasangan.

Memiliki sifat clingy terkadang bisa membuat pasangan bosan dan penat karena merasa ruang geraknya diganggu atau dibatasi.

Sifat ini nantinya juga bisa memicu adanya pertengkaran dalam sebuah hubungan, bukan hanya pada orang yang masih berpacaran tapi juga bisa terjadi pada pasangan yang sudah resmi menikah.

Pada awalnya, sifat clingy mungkin kerap diibaratkan sebagai sebuah perasaan cinta, padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Lantas, apa sebenarnya arti dari clingy? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Pengertian Clingy

Clingy merupakan sebuah sifat yang ingin selalu merasa dekat dengan seseorang dan merasa ingin bergantung pada orang lain secara terus menerus.

Hal ini membuat orang yang clingy tumbuh menjadi pribadi yang sulit untuk mengerjakan kegiatan tanpa ditemani orang lain, ia bahkan kerap merasa sedih dan tidak bersemangat saat orang terdekatnya tidak berada di sampingnya.

Meski ia mampu melakukannya sendiri, ia tetap saja merasa ingin bergantung dan dibantu oleh orang lain.

Sifat clingy ini sebenarnya muncul akibat adanya rasa kurang percaya diri dan takut yang berlebihan terutama pada orang-orang yang ia anggap dekat, misalnya kepada pasangan.

Dengan kata lain, sifat clingy ini muncul karena ia sebenarnya memiliki rasa insecure terhadap pasangannya.

Tak hanya itu saja, sifat clingy juga bisa muncul saat seseorang terlalu sering membayangkan skenario terburuk yang bisa terjadi dalam hubungannya sehingga membuatnya sangat terobsesi pada pasangannya.

Jadi bisa dikatakan kalau sifat clingy ini merupakan bentuk tindakan preventif yang membuatnya terhindar dari rasa cemas tentang sesuatu, dan ia tidak menyadari kalau sifatnya membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Ciri-Ciri Orang yang Clingy

1. Terlalu Sering Menghubungi

Ciri-ciri pertama yang menandakan kalau pasangan kamu memiliki sifat clingy adalah terlalu sering menghubungi.

Coba kamu ingat, berapa kali pasanganmu menelepon dalam satu hari? Kalau hanya 1 sampai 2 kali berarti masih dalam tahap wajar, tapi kalau sudah lebih dari 3 kali, kamu harus bertanya-tanya.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Ditambah lagi jika ia menghubungi hanya untuk menanyakan hal-hal yang remeh, itu bisa saja jadi pertanda kalau pasangan kamu memiliki sifat clingy.

2. Marah Saat Chat Dibalas Lama

Orang yang clingy biasanya akan marah kalau chat-nya tidak dibalas dalam tempo waktu yang cepat.

Ia biasanya akan langsung membombardir dengan beragam pertanyaan secara terus menerus, sampai ia merasa puas dengan jawabanmu.

3. Selalu Ingin Tahu Konten di Media Sosialmu

Terlalu sering memeriksa media sosial kamu juga bisa menjadi salah satu tanda kalau kamu memiliki pasangan yang clingy.

Dalam hal ini, pasanganmu selalu merasa perlu memantau seluruh kegiatanmu di media sosial, ia ingin tahu dengan siapa saja kamu berkomunikasi di media sosial, apa saja konten yang kamu posting, dan masih banyak lagi.

Orang yang memiliki sifat clingy biasanya memang sulit percaya, ia takut kamu akan berselingkuh dan menggoda orang lain di media sosial.

4. Selalu Ingin Tahu Keberadaanmu

Orang yang memiliki sifat clingy biasanya adalah orang yang sikapnya jauh melebihi orang tuamu, misalnya selalu ingin tahu keberadaanmu setiap harinya.

Pasangan yang clingy biasanya selalu meminta bukti foto, share lokasi, atau bahkan selalu menelpon hanya untuk memastikan kalau kamu tidak sedang berbohong kepadanya.

5. Sering Menyelidiki dengan Banyak Pertanyaan

Jika pasanganmu memiliki sifat clingy, ia biasanya akan selalu membombardir kamu dengan pertanyaan yang sebenarnya sepele dan tidak terlalu penting.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut misalnya saja seperti, “Kenapa kamu memberikan like di postingan si A?” atau mungkin, “Hari ini kamu ngobrol dengan siapa saja?” dan masih banyak lagi.

Selalu menanyakan kabar dan keberadaanmu sebenarnya bisa saja menjadi tanda bahwa pasanganmu peduli padamu, tapi kalau terus menerus dilakukan, ini bisa saja menjadi tanda kalau kamu punya pasangan yang clingy.

Jika terus menerus dibiarkan, sifat clingy ini tentunya bisa sangat mengganggu dan membuatmu berada dalam toxic relationship.

Untuk mengatasinya, kamu harus membicarakannya dengan pasangan dan membuatnya mengerti bahwa sifat clingy yang dimilikinya sangat tidak sehat dalam hubungan kalian berdua.

Jika cara ini dirasa belum maksimal, kamu juga bisa cari referensi tambahan melalui buku Book Of Toxic Relationship karya Tony Ibrahim.

Buku ini sebenarnya sangat cocok untuk diberikan pada pasanganmu, agar ia belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik, tidak toxic bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Saat ia mulai menyadari kesalahannya, kamu bisa mengambil kesempatan ini untuk kembali memperbaiki hubungan dan membicarakan hal-hal yang belum sempat tersampaikan.

Untuk memiliki buku ini, kamu bisa membelinya di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau