Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Jalan Pintas Wujudkan Mimpi Lewat Jalur Langit

Kompas.com, 25 Maret 2023, 11:00 WIB
Buku Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk Sumber Gambar: Dok. Elex Media Komputindo  Buku Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk
Rujukan artikel ini:
Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk…
Pengarang: Ahmad Rifa`i Rif`an
|
Editor Novia Putri Anindhita

Semua orang pasti sepakat jika mimpi bisa membuat hidup lebih bergairah.

Energi dari mimpi bisa membuat seseorang menyalurkan kemampuan terbaiknya.

Namun, tidak selamanya proses pencapaian mimpi tersebut berjalan mulus, akan banyak sekali perjuangan yang tidak mudah.

Kesulitan demi kesulitan akan menjadi teman perjalanan, meskipun begitu seseorang yang memiliki tekad kuat, tidak akan mudah menyerah.

Begitu pun dengan seorang wanita yang memiliki kebebasan untuk memperjuangkan mimpinya.

Banyak cara yang bisa dilakukan sebagai bentuk upaya untuk memperoleh itu semua.

Berikut ini ada beberapa jalan pintas yang bisa dilakukan untuk mewujudkan mimpi lewat jalur langit.

Selain membutuhkan perjuangan, mimpi juga bisa diusahakan dengan cara pintas yang mempermudahnya.

4 Cara Mewujudkan Mimpi

1. Meluaskan Niat

Mimpi yang dibangun untuk kepentingan banyak orang akan memiliki energi yang besar dibandingkan dengan mimpi yang dibangun hanya untuk diri sendiri.

Mimpi dengan tujuan yang luas bisa menggerakkan lebih banyak energi dan kemampuan.

Semakin banyak orang yang memiliki mimpi dan tujuan yang sama maka energi yang terkumpul akan semakin banyak.

2. Berdoa

Berdoa adalah wujud bahwa seorang manusia selalu membutuhkan pertolongan Tuhan.

Ada berbagai hal yang bisa dilakukan sebagai jalan ibadah untuk mempercepat terwujudnya impian.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Tuhan tidak akan membiarkan tangan seseorang kosong setelah berdoa, usaha berdampingan dengan doa, oleh sebab itu dengan membersamai usaha dan doa menjadi pelengkap untuk proses pencapaian mimpi.

3. Do it

Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, jika kaum tersebut tidak berubah.

Maka setelah memiliki mimpi yang tinggi, langkah selanjutnya adalah bekerja keras memperjuangkan mimpi tersebut.

Semua orang memiliki perjuangan yang tidak mudah dalam proses pencapaian mimpi, seperti para penemu dan peneliti di luar sana yang telah mengalami berbagai pengalaman gagal masing-masing.

Kesungguhan dalam berupaya untuk mewujudkan mimpi adalah bukti nyata bahwa seseorang benar-benar memiliki mimpi yang kuat.

Dengan memiliki upaya yang kuat bisa menjadi jalan agar setiap langkah kita bisa diberikan kemudahan oleh Tuhan.

4. Melibatkan Manusia Berdampak

Dengan melibatkan manusia berdampak bisa menjadi jalan pintas untuk mewujudkan mimpi.

Manusia berdampak dalam hidup kita, memiliki pengaruh yang kuat untuk membantu mewujudkan mimpi kita.

Orangtua memegang peran yang sangat penting dalam kehidupan kita di dunia.

Rida dan doanya bisa menjadi kekuatan kita untuk mewujudkan mimpi.

Selain kedua orangtua, sosok manusia lain yang memiliki keistimewaan menurut Al-Qur’an adalah anak yatim, fakir miskin, dan orang-orang saleh.

Dengan melibatkan orang-orang yang memiliki keistimewaan tersebut, kita bisa senantiasa berada di dekatnya dengan melimpahkan kasih sayang dan memohon ridanya agar langkah kita senantiasa dimudahkan.

Membaca buku Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk juga dapat memberikan semangat dan memotivasi para muslim untuk meraih kesuksesan.

Pesan dan dapatkan bukunya melalui Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau