Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kulit Telapak Kaki Mengelupas, Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Kompas.com, 4 November 2022, 12:00 WIB
Kulit Telapak Kaki Mengelupas Sumber Gambar: Freepik.com Kulit Telapak Kaki Mengelupas
Rujukan artikel ini:
Cara Mudah Perawatan Tangan dan…
Pengarang: Nayla Kusumawati
Penulis Hana Sjafei
|
Editor Ratih Widiastuty

Kulit telapak kaki mengelupas bisa menjadi salah satu masalah yang sering kali dialami banyak orang.

Melansir dari laman Women's Health Magazine, Rebecca Pruthi, DPM, ahli penyakit kaki dan pemilik Foot Care of Manhattan memaparkan, kulit kaki mengelupas sebenarnya merupakan hal wajar.

Kulit telapak kaki yang mengelupas cenderung terasa kasar permukaan.

Tak hanya itu, kondisi bisa kian parah ketika menimbulkan rasa sakit dan perih setiap kali berjalan.

Untuk mengatasinya, sebaiknya kamu perlu mengetahui terlebih dahulu penyebab kulit telapak kaki mengelupas.

Melansir Healthline, berikut penyebab kulit telapak kaki mengelupas yang harus kamu tahu.

Penyebab Kulit Telapak Kaki Mengelupas

1. Dehidrasi

Penyebab kulit telapak kaki mengelupas yang pertama yakni kondisi tubuh yang dehidrasi atau kekurangan cairan.

Tubuh dehidrasi tidak sekadar menyebabkan kulit menjadi kering karena kelembaban menurun.

Dehidrasi bisa juga disebabkan karena kerusakan organ tubuh dan aliran darah serta oksigen menjadi terhambat.

2. Infeksi Jamur

Penyebab kulit telapak kaki mengelupas kedua yakni infeksi jamur.

Infeksi jamur sebenarnya bisa terjadi tanpa menimbulkan gejala gatal.

Untuk itu, tidak heran ada sebagian orang yang tidak menyadari infeksi jamur pada kulit telapak kaki.

Infeksi jamur bisa membuat telapak kaki mengeras dan kemudian terjadi pengelupasan.

3. Kulit Terpapar Sinar Matahari

Penyebab kulit telapak kaki mengelupas berikutnya yakni kulit terpapar sinar matahari.

Untuk itu, sebaiknya kamu mengoleskan krim tabir surya hingga telapak kaki.

Agar hasil maksimal, kamu bisa menggunakan krim setiap pagi dan siang hari.

4. Eksim

Penyebab kulit telapak kaki mengelupas keempat yaitu eksim.

Sebenarnya eksim bisa dialami pada seluruh bagian tubuh.

Eksim ditandai munculnya rasa gatal pada kulit, kulit menjadi kering, dan kemudian mengelupas.

Kondisi seperti ini sering kali terjadi karena kulit mengalami reaksi alergi terhadap zat asing.

5. Menggunakan Sepatu yang Terlalu Sempit

Penyebab kulit telapak kaki mengelupas kelima yakni sepatu terlalu sempit.

Hal ini lantaran kulit telapak kaki mengalami gesekan dengan sepatu.

Untuk itu, lebih baik menggunakan sepatu dengan ukuran yang sesuai dengan telapak kaki.

6. Jarang Memakai Kaos Kaki

Penyebab kulit telapak kaki mengelupas selanjutnya yaitu jarang memakai kaos kaki.

Tak sekadar menghangatkan kaki, kaos kaki yang berbahan lembut bisa melindungi telapak kaki dari gesekan lho.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Untuk itu, kamu bisa memilih kaos kaki yang terbuat dari bahan katun dengan jahitan yang rapi.

Hal ini lantaran bahan katun bisa membuat telapak kaki nyaman, dan tidak menyebabkan kaki menjadi bau loh.

7. Pengaruh Bahan Kimia

Penyebab kulit telapak kaki mengelupas lainnya yaitu pengaruh bahan kimia.

Dalam hal ini, mungkin saja telapak kaki produk yang mengandung bahan kimia.

Misalnya saja ketika mandi, telapak kaki dapat bersentuhan dengan busa atau kandungan deterjen yang terdapat pada sabun atau sampo.

Untuk itu, disarankan untuk memilih produk yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

8. Ganti Kulit

Penyebab kulit telapak kaki mengelupas lainnya yaitu pergantian kulit.

Kulit telapak kaki biasanya memang akan mengelupas dengan sendirinya untuk beberapa saat.

Hal ini seringkali disebut dengan proses pergantian kulit.

Cara Mengatasi Kulit Telapak Kaki Mengelupas

Dilansir dari American Academy of Dermatology, berikut beberapa cara mengatasi kulit telapak kaki mengelupas:

1. Mandi dengan Air Dingin

Cara mengatasi kulit telapak kaki mengelupas yaitu mandi dengan air dingin.

Apabila cuacanya cukup dingin, kamu bisa menggunakan air hangat.

Namun demikian, sebaiknya kamu hindari mandi dengan air panas karena bisa membuat kulit semakin kering.

Ketika mandi, upayakan kulit jangan terlalu lama terpapar air, maksimal 10 menit saja.

2. Sabun dengan Formula Lembut

Sebaiknya kamu menggunakan sabun mandi yang memiliki formula lembut dan bebas pewangi.

3. Keringkan Badan Hingga Telapak Kaki

Setelah selesai mandi atau cuci kaki, pastikan kamu mengeringkannya sampai kering sempurna agar kulit tidak lembab.

4. Gunakan Pelembab

Kamu bisa mengoleskan pelembab untuk mengatasi kulit telapak kaki kering.

Setidaknya kamu bisa menggunakan jenis krim karena cenderung tidak mengiritasi kulit dibandingkan lotion.

Kamu bisa memilih pelembab yang memiliki formula minyak jojoba, dimetikon, gliserin, asam hialuronat, asam laktat, lanolin, petrolatum, atau shea butter.

Agar aman, kamu bisa memilih produk yang diformulasikan khusus untuk kulit kering dan sensitif.

Ingin mengetahui lebih banyak tentang perawatan kaki? Kamu bisa membaca buku Cara Mudah Perawatan Tangan dan Kaki karya Nayla Kusumawati.

Buku ini membahas tips kuku cantik dengan pedicure & manicure spa, tips manicure pedicure praktis, perawatan tangan dengan cara sederhana, mengatasi telapak kaki pecah-pecah, tips perawatan kuku kaki dan tangan agar tampak indah dan sehat, tips perawatan kaki.

Tertarik ingin membacanya? Kamu bisa segera check out di Gramedia.com.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

Promo Diskon Promo Diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Apa Itu Warisan Budaya dan Mengapa Penting? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apa Itu Warisan Budaya dan Mengapa Penting? Ini Penjelasan Lengkapnya

buku
Total Biaya Hidup dan Kuliah di Jepang yang Harus kamu Ketahui Sebelum Berangkat!

Total Biaya Hidup dan Kuliah di Jepang yang Harus kamu Ketahui Sebelum Berangkat!

buku
Tips Memilih Pakaian Bekas Berkualitas: Panduan Lengkap untuk Thrifting yang Aman dan Hemat

Tips Memilih Pakaian Bekas Berkualitas: Panduan Lengkap untuk Thrifting yang Aman dan Hemat

buku
Saat Peran Bertambah, Diri Tak Harus Hilang

Saat Peran Bertambah, Diri Tak Harus Hilang

buku
Pengertian Yudisium, Syarat, dan Perbedaannya dengan Wisuda

Pengertian Yudisium, Syarat, dan Perbedaannya dengan Wisuda

buku
12 Ide Daur Ulang Barang Tidak Terpakai: Ubah Barang Bekas Jadi Estetik!

12 Ide Daur Ulang Barang Tidak Terpakai: Ubah Barang Bekas Jadi Estetik!

buku
Serunya Hari Terakhir Festival Literasi Anak Rimba Kata 2026: Lomba Mewarnai, Diskusi Buku, hingga Penutupan Berkesan Bersama The Sasonos Family

Serunya Hari Terakhir Festival Literasi Anak Rimba Kata 2026: Lomba Mewarnai, Diskusi Buku, hingga Penutupan Berkesan Bersama The Sasonos Family

buku
Ciri Fisik Jawa vs Sunda dari Kacamata Antropologi Ragawi 

Ciri Fisik Jawa vs Sunda dari Kacamata Antropologi Ragawi 

buku
Pra Yudisium adalah Tahap Krusial Sebelum Kelulusan, Ini yang Harus Kamu Siapkan!

Pra Yudisium adalah Tahap Krusial Sebelum Kelulusan, Ini yang Harus Kamu Siapkan!

buku
Okky Madasari dan Yovita Siswati Bagikan Cerita di Balik Novel Anak Nusantara

Okky Madasari dan Yovita Siswati Bagikan Cerita di Balik Novel Anak Nusantara

buku
Rekomendasi Museum dengan Koleksi Warisan Budaya yang Bisa Dikunjungi

Rekomendasi Museum dengan Koleksi Warisan Budaya yang Bisa Dikunjungi

buku
10 Rekomendasi Kuliner Malam Semarang yang Wajib Dicoba! 

10 Rekomendasi Kuliner Malam Semarang yang Wajib Dicoba! 

buku
Pesta Buku Hompimpa di Rimba Kata Hadirkan Benny Rhamdani dan Hanny Juwita

Pesta Buku Hompimpa di Rimba Kata Hadirkan Benny Rhamdani dan Hanny Juwita

buku
Celetuk Celoteh Cerita Jahil: Mengulik Resep Humor Anak Bersama Djokolelono dan Noor H. Dee

Celetuk Celoteh Cerita Jahil: Mengulik Resep Humor Anak Bersama Djokolelono dan Noor H. Dee

buku
Biaya Hidup di Kyoto per Bulan: Rincian Lengkap dan Perbandingan Pengeluaran

Biaya Hidup di Kyoto per Bulan: Rincian Lengkap dan Perbandingan Pengeluaran

buku
Asal Usul Suku Jawa dari Masa Purba hingga Modern

Asal Usul Suku Jawa dari Masa Purba hingga Modern

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau