Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Hantu di Sekolah: Tiongkok, Petualangan Horor Seru yang Bikin Tambah Wawasan

Kompas.com, 19 Februari 2022, 09:50 WIB
Sumber Foto: Dok. Bhuana Ilmu Populer
Rujukan artikel ini:
Cerita Hantu di Sekolah :…
Pengarang: Yim Kang Jae
|
Editor Ratih Widiastuty

Kumpulan Cerita Hantu di Tiongkok Yang Sukses Bikin Merinding

“Tahu, nggak, sih, kalau sekolah kita dulunya adalah kuburan/bangunan bekas penjajahan Belanda?”

Kalimat itu pasti pernah sampai di telinga semasa masih duduk di bangku sekolah dulu.

Entah sekolah dasar, menengah pertama, maupun menengah atas, kisah-kisah mistis yang melekat di sekolah pasti selalu dibicarakan, disebarkan, bahkan diwariskan dari angkatan ke angkatan, hingga kadang, tidak lagi bisa dipisahkan dari citra sekolah yang bersangkutan.

Nyatanya, pengalaman serupa tidak hanya terjadi di Indonesia.

Ada jargon yang bilang manusia selalu hidup berdampingan dengan makhluk tak kasat mata, murid sekolah di belahan dunia lain pun menghadapi permasalahan yang tidak jauh berbeda: sekolah menjadi salah satu tempat perkembangan cerita-cerita gaib yang, tentu saja, ajaib.

Satu-satunya yang membedakan kisah mistis di Indonesia dan di negara lain adalah kondisi sosial dan budaya yang melatarbelakangi kemunculan para makhluk halus.

Dan melalui Serial World School Ghost Stories, para pembaca akan diajak untuk menelusuri pengalaman menyeramkan di sekolah di berbagai belahan dunia.

Dalam Cerita Hantu di Sekolah: Tiongkok, salah satu seri dari World School Ghost Stories, terdapat belasan cerita mistis berlatar di sekolah yang disajikan dalam dua bentuk, yaitu komik dan cerita pendek.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Cerita-cerita yang diangkat tidak hanya membawa para pembaca untuk menyelami kisah horor legendaris di sana.

Lebih dari itu, dengan berbagai simbol khas masyarakat lokal, pembaca juga akan terlarut dalam unsur-unsur budaya yang disajikan.

Ibarat sayur tanpa garam, alias kurang lengkap, Cerita Hantu di Sekolah: Tiongkok juga menyediakan trivia yang cukup lengkap, seperti tempat-tempat berhantu di Tiongkok yang terkenal, Hungry Ghost Festival, dan larangan serta takhayul di kalangan masyarakat Tionghoa.

Tidak lupa pula, permainan ringan seperti cari perbedaan atau tarik garis ikut menjadi bumbu pelengkap dalam buku ini.

Dalam tebal yang tidak mencapai 200 halaman, buku Cerita Hantu di Sekolah: Tiongkok mampu menjadi semacam wikipedia sederhana yang lengkap dan mudah dipahami.

Tidak hanya mengenai kisah-kisah mistis itu sendiri, tapi juga tentang kondisi sosial-budaya yang melatarbelakangi.

Buku Cerita Hantu di Sekolah: Tiongkok dan seri lainnya bisa dibeli secara online melalui Gramedia.com.

Dapatkan gratis voucher diskon tanpa minimal pembelian! Klik di sini untuk dapatkan vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau