Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lukisan Leonardo da Vinci: Rahasia di Balik Karya Legendaris

Kompas.com, 24 Februari 2026, 14:00 WIB
Lukisan Leonardo da Vinci Sumber Gambar: Pexels.com Lukisan Leonardo da Vinci
Rujukan artikel ini:
Leonardo Da Vinci: Inspirasi untuk…
Pengarang: Sahrul Mauludi
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Kalau mendengar nama Leonardo da Vinci, apa yang langsung terlintas di pikiranmu? Mona Lisa dengan senyum misteriusnya? Atau sosok jenius serba bisa di era Renaissance?

Melalui lukisan-lukisannya, Leonardo bukan cuma melukis gambar yang indah, tapi juga menyimpan banyak cerita, ide, dan rahasia di dalam setiap goresannya.

Setiap detail seolah punya makna tersendiri yang bikin orang terus penasaran hingga ratusan tahun kemudian.

Itulah sebabnya, karya-karyanya masih dibicarakan sampai sekarang.

Nah, sebelum kita membahas lebih jauh soal rahasia di balik lukisan-lukisan legendarisnya, yuk kita mulai dulu dengan melihat bagaimana awal perjalanan Leonardo da Vinci membangun bakat dan kejeniusannya dalam dunia seni!

Perjalanan Awal Leonardo da Vinci di Dunia Seni

Perjalanan Leonardo da Vinci dalam dunia seni dimulai sejak usia muda.

Bakatnya yang luar biasa sudah terlihat sejak kecil, bahkan sebelum ia dikenal sebagai pelukis besar.

Lingkungan, pendidikan, dan rasa ingin tahunya yang tinggi menjadi faktor penting dalam membentuk kejeniusannya.

Leonardo da Vinci lahir pada tahun 1452 di desa Vinci, Italia.

Sejak kecil, ia dikenal sebagai anak yang gemar menggambar, mengamati alam, dan bereksperimen dengan berbagai ide.

Ciri bakat awal Leonardo seperti sering menggambar tumbuhan, hewan, dan pemandangan sekitar, tertarik pada bentuk tubuh manusia dan gerakannya, serta memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap alam.

Bakat Leonardo akhirnya menarik perhatian keluarganya.

Hingga pada usia sekitar 14 tahun, ia dikirim untuk belajar di bengkel seni milik Andrea del Verrocchio di Florence, salah satu seniman ternama saat itu.

Di tempat inilah Leonardo mempelajari berbagai keterampilan, di antaranya teknik menggambar dan melukis, pembuatan patung dan pahatan, pengolahan warna dan perspektif, dasar-dasar desain dan arsitektur.

Bengkel ini menjadi sekolah utama yang membentuk kemampuan teknis Leonardo.

Pengalaman Pertama dalam Dunia Profesional

Selama belajar di bengkel Verrocchio, Leonardo mulai terlibat dalam proyek-proyek besar.

Salah satu yang terkenal adalah lukisan The Baptism of Christ, Leonardo ikut mengerjakan bagian malaikat.

Konon, hasil karya Leonardo dalam lukisan ini begitu indah hingga membuat gurunya kagum.

Pengalaman ini memberinya kepercayaan diri sebagai seniman, pengakuan dari lingkungan seni, serta kesempatan membangun reputasi.

Sejak saat itu, namanya mulai dikenal di Florence.

Ketertarikan pada Ilmu Pengetahuan Sejak Dini

Berbeda dengan pelukis lain, Leonardo tidak hanya fokus pada seni.

Ia juga tertarik pada anatomi, matematika, cahaya, dan alam.

Sejak muda, ia sudah terbiasa dengan mencatat pengamatan dalam buku sketsa, mempelajari struktur tubuh manusia, mengamati cara kerja cahaya dan bayangan, serta meneliti bentuk awan, air, dan tumbuhan.

Pengetahuan ini yang membuat lukisannya terlihat lebih hidup dan realistis.

Awal Munculnya Gaya Khas Leonardo

Seiring berjalannya waktu, Leonardo mulai menemukan ciri khasnya sendiri.

Ia tidak sekadar meniru gurunya, tetapi mengembangkan gaya yang lebih halus dan mendalam.

Ciri awal gaya Leonardo meliputi:

  • Perpaduan warna yang lembut
  • Ekspresi wajah yang natural
  • Detail anatomi yang akurat
  • Permainan cahaya dan bayangan

Gaya inilah yang kemudian berkembang menjadi teknik terkenal seperti sfumato.

Cerita di Balik Lukisan-Lukisan Terkenal

Setiap lukisan Leonardo da Vinci memiliki kisah unik di balik proses penciptaannya.

Tidak hanya soal teknik, tetapi juga tentang ide, emosi, dan pemikiran mendalam yang ia tuangkan dalam karyanya.

1. Mona Lisa: Senyum Paling Misterius di Dunia

Mona Lisa adalah lukisan Leonardo yang paling terkenal hingga saat ini.

Popularitasnya tidak lepas dari ekspresi wajah sang model yang sulit ditebak.

Hal menarik dari Mona Lisa:

  • Diduga menggambarkan Lisa Gherardini, istri pedagang kaya di Florence
  • Dikerjakan selama bertahun-tahun dan dibawa Leonardo ke mana pun ia pergi
  • Menggunakan teknik sfumato untuk menciptakan efek lembut
  • Senyumnya terlihat berubah dari sudut pandang tertentu

Lukisan ini membuktikan kemampuan Leonardo dalam menggambarkan emosi manusia secara halus dan realistis.

2. The Last Supper: Drama dalam Satu Adegan

The Last Supper menggambarkan momen penting dalam kisah Yesus dan murid-muridnya.

Leonardo tidak melukis adegan ini secara biasa, tetapi penuh dengan ekspresi dan makna.

Keunikan The Last Supper:

  • Setiap murid memiliki ekspresi emosi yang berbeda
  • Komposisi lukisan tersusun rapi dan seimbang
  • Fokus utama tertuju pada sosok Yesus
  • Menggunakan perspektif yang sangat akurat

Sayangnya, teknik eksperimen yang digunakan membuat lukisan ini mudah rusak sehingga perlu sering direstorasi.

3. Lady with an Ermine: Simbol Keanggunan dan Status

Lukisan ini menampilkan seorang perempuan yang memegang seekor cerpelai.

Meski terlihat sederhana, karya ini sarat dengan simbol.

Makna di balik lukisan ini:

  • Cerpelai melambangkan kemurnian dan kehormatan
  • Menunjukkan status sosial sang model
  • Ekspresi wajah terlihat tenang dan elegan
  • Detail anatomi sangat presisi

Leonardo berhasil memadukan keindahan visual dengan pesan simbolis.

4. Proses Panjang di Balik Setiap Lukisan

Leonardo dikenal sebagai seniman yang sangat perfeksionis.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Ia tidak pernah terburu-buru menyelesaikan karyanya.

Ciri proses kerja Leonardo:

  • Sering membuat banyak sketsa sebelum melukis
  • Melakukan berbagai eksperimen teknik
  • Mengulang detail berkali-kali
  • Tidak jarang meninggalkan karya yang dianggap belum sempurna

Karena sifat ini, beberapa lukisannya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diselesaikan.

5. Misteri dan Kontroversi Karya Leonardo

Tidak semua karya Leonardo memiliki sejarah yang jelas.

Banyak lukisan yang masih diperdebatkan hingga sekarang.

Beberapa misteri yang menyelimuti karyanya:

  • Keaslian beberapa lukisan masih dipertanyakan
  • Ada karya yang hilang atau rusak
  • Identitas model dalam lukisan belum pasti
  • Makna simbol tertentu belum terungkap

Hal inilah yang membuat karya Leonardo selalu menarik untuk dikaji ulang.

Fakta Menarik tentang Karya Leonardo da Vinci

Selain terkenal karena keindahan dan maknanya, karya-karya Leonardo da Vinci juga menyimpan banyak fakta unik yang jarang diketahui.

Fakta-fakta ini menunjukkan betapa luar biasanya cara berpikir dan bekerja sang maestro.

1. Jumlah Lukisan Leonardo Sangat Sedikit

Berbeda dengan banyak pelukis lain, Leonardo da Vinci tidak menghasilkan banyak lukisan sepanjang hidupnya.

Hingga kini, hanya sekitar 15–20 karya yang diakui sebagai lukisan aslinya.

Hal ini terjadi karena Leonardo dikenal sebagai sosok yang sangat perfeksionis.

Ia kerap menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menyempurnakan satu karya dan lebih tertarik melakukan berbagai eksperimen daripada sekadar mengejar jumlah lukisan.

Meski demikian, justru karena ketelitian dan kesungguhannya inilah hampir semua karyanya berhasil menjadi mahakarya yang diakui dunia.

2. Sering Tidak Menyelesaikan Karyanya

Leonardo dikenal sebagai seniman yang mudah tertarik pada hal baru.

Ia kerap meninggalkan lukisan yang belum selesai karena tertarik pada proyek lain.

Beberapa cirinya yaitu sering menunda penyelesaian karya, terpikat pada penelitian dan eksperimen, serta menganggap karyanya belum sempurna.

Karena hal ini, beberapa lukisannya tetap berstatus “tidak selesai” hingga sekarang.

3. Menggabungkan Seni dengan Ilmu Pengetahuan

Salah satu keunikan terbesar Leonardo adalah kemampuannya memadukan seni dan sains.

Ia mempelajari anatomi, matematika, fisika, dan alam untuk menyempurnakan lukisannya.

Contohnya membedah tubuh manusia untuk memahami otot, mempelajari cahaya dan bayangan, menggunakan prinsip matematika dalam komposisi.

Pendekatan ini membuat lukisannya terlihat sangat realistis.

4. Teknik Sfumato yang Menjadi Ciri Khas

Leonardo mengembangkan teknik melukis yang disebut sfumato, yaitu teknik membuat peralihan warna tanpa garis tegas.

Keunggulan teknik ini:

  • Membuat wajah tampak lebih hidup
  • Menghasilkan efek lembut dan alami
  • Menghilangkan batas kasar antar warna

Teknik ini paling terkenal dalam lukisan Mona Lisa.

5. Menyimpan Catatan Rahasia dalam Buku Sketsa

Selain melukis, Leonardo rajin menulis dan menggambar dalam buku catatannya.

Ia meninggalkan ribuan halaman sketsa dan tulisan.

Fakta unik tentang catatannya:

  • Banyak ditulis terbalik (dari kanan ke kiri)
  • Berisi gambar, ide, dan rumus
  • Mencatat pengamatan sehari-hari

Catatan ini menjadi sumber penting untuk memahami cara berpikirnya.

6. Beberapa Karyanya Pernah Hilang dan Rusak

Tidak semua karya Leonardo bertahan dengan baik hingga sekarang.

Ada yang rusak, hilang, bahkan hampir musnah.

Contohnya:

  • The Last Supper yang mengalami kerusakan parah
  • Beberapa lukisan yang hilang dalam sejarah
  • Karya yang harus direstorasi berkali-kali

Meski begitu, upakaya pelestarian terus dilakukan agar karyanya tetap bisa dinikmati.

7. Karya Leonardo Memiliki Nilai yang Sangat Tinggi

Lukisan-lukisan karya Leonardo da Vinci termasuk dalam jajaran karya seni termahal di dunia.

Salah satu buktinya adalah Salvator Mundi yang pernah terjual dengan harga fantastis.

Tingginya nilai karya Leonardo dipengaruhi oleh kelangkaan lukisannya, nilai sejarah yang sangat tinggi, serta reputasinya sebagai sosok jenius yang diakui dunia.

Harga yang luar biasa ini tidak hanya mencerminkan nilai materi, tetapi juga menunjukkan betapa besar pengaruh dan peran Leonardo da Vinci dalam perkembangan dunia seni hingga saat ini.

***

Kisah dan karya Leonardo da Vinci membuktikan bahwa seni bukan hanya soal gambar yang indah, tetapi juga tentang rasa ingin tahu, keberanian bereksperimen, dan semangat belajar tanpa batas.

Lewat setiap lukisannya, Leonardo mengajarkan kita untuk terus berpikir kreatif, peka terhadap sekitar, dan tidak takut menggali potensi diri lebih dalam.

Untuk mengenal sosoknya lebih dekat, buku Leonardo da Vinci: Inspirasi untuk Hidup Lebih Bermakna bisa jadi bacaan yang pas buat kamu.

Buku ini mengajak kita melihat bagaimana nilai-nilai kehidupan dan pemikiran Leonardo dapat diterapkan dalam keseharian.

Cocok banget buat kamu yang ingin terus belajar, berkembang, sekaligus terinspirasi dari sosok legendaris sepanjang masa.

Dapatkan buku Leonardo da Vinci: Inspirasi untuk Hidup Lebih Bermakna sekarang juga di Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau