Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Memangnya Kenapa Kalau Ingin Jadi Biasa-Biasa Saja?: Pembelaan Orang yang Ingin Jadi Medioker

Kompas.com, 28 Januari 2022, 10:00 WIB
Sumber Foto: Gramedia.com
Rujukan artikel ini:
Gadis Minimarket (Convenience Store Woman)
Pengarang: Murata Sayaka
|
Editor Almira Rahma Natasya

Apa resolusi tahun barumu?

Tanggal satu Januari seakan menjadi hari peringatan bagi orang-orang di seluruh dunia untuk bertransformasi.

Tubuh lebih fit, membeli rumah, atau menikah.

Bahkan mungkin ada yang lebih berambisi lagi, entah menambah cabang perusahaan, membeli yacht kesekian, atau mendapatkan satu miliar pertama.

Merasa sebagai orang yang biasa-biasa saja, mungkin kita bertanya-tanya, kenapa sih kita harus lebih dan lebih lagi? Mungkin karena sejak kecil kita telah disuguhi pencapaian-pencapaian orang lain.

Tuh, si A menang olimpiade!” atau, “Kamu gak mau latihan piano biar jago kayak si B?

Wajar saja kita lantas membanding-bandingkan diri dengan orang yang “lebih”.

Dalam buku Convenience Store Woman oleh Sayaka Murata, tokoh Keiko menghabiskan 18 tahun bekerja sebagai pegawai minimarket.

Keiko tidak ingin jadi apa pun selain bekerja di minimarket yang disayanginya.

Tapi teman dan keluarga memaksanya memiliki karier dan berkeluarga karena itulah yang “normal”.

Pelajaran dari Buku Convenience Store Woman

Fakta 1

Gawai yang kamu pegang sekarang adalah hasil keringat pekerja pabrik.

Makanan yang kamu pesan dimasak oleh koki dan diantarkan oleh mitra ojek.

Ada orang yang berjasa di balik baju yang kamu kenakan, bersihnya jalan yang kamu lewati, dan kereta yang bergerak tepat waktu.

Mungkinkah dunia menjadi tempat yang lebih baik jika kita semua direktur?

Fakta 2

Orang medioker bukan berarti tidak berambisi.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Tidak semua orang ingin berada di bawah lampu sorot ketenaran dan puncak kekayaan.

Ada orang-orang yang ingin meneliti kehidupan laut atau menjadi petugas kebersihan (I love you, Fizi!).

Dibutuhkan ketekunan dan kerja keras untuk mencapainya.

Guru dan pebisnis tentu tidak bisa dibandingkan jasanya.

Profesi yang satu tidak bekerja lebih keras dibanding yang lainnya.

Fakta 3

Seperti Keiko, kebahagiaan tiap orang bisa berbeda.

Mungkin kebahagiaan si A adalah mobil sport merah manyala.

Sedangkan kebahagiaan si B adalah membuka penampungan kucing-kucing liar.

Tidak ada yang salah.

Yang salah adalah memaksakan satu standar kebahagiaan pada setiap individu.

Fakta 4

Tidak ada batas untuk menjadi “lebih”.

Apa tidak capek berlari tanpa tujuan?

Jadi sebelum memutuskan membayar keanggotaan gym selama setahun, mari renungkan dahulu, apa yang benar-benar kamu inginkan dalam hidup ini.

Apakah resolusi-resolusi ini demi kebahagiaan atau karena tekanan tidak masuk akal untuk menjadi “lebih”?

Buku Convenience Store Woman bisa kamu beli dan dapatkan di Gramedia.com. Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa ada minimal pembelian. Klik di sini untuk segera dapatkan vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau