Nama Raja Kerajaan Gowa Tallo Mempelajari sejarah Sulawesi Selatan tidak akan lengkap tanpa menyelami silsilah penguasa Kerajaan Gowa Tallo yang legendaris.
Kerajaan kembar ini pernah menjadi pusat kekuatan maritim terbesar di Indonesia Timur pada abad ke-16 hingga ke-17.
Kejayaan mereka tidak lepas dari kepemimpinan para raja yang memiliki visi besar dalam perdagangan dan diplomasi internasional.
Banyak orang yang sering merasa bingung membedakan antara Raja Gowa dan Raja Tallo karena keduanya memerintah secara berdampingan.
Padahal, struktur pemerintahan kerajaan ini sangat unik dan berbeda dari kerajaan-kerajaan Islam lainnya di Nusantara.
Mengetahui urutan nama raja akan membantu kita memetakan garis waktu peristiwa penting dalam sejarah bangsa ini.
Artikel ini menyajikan daftar lengkap nama raja Kerajaan Gowa Tallo beserta pencapaian besar mereka semasa bertakhta.
Kerajaan Gowa Tallo menganut sistem pemerintahan unik yang dikenal dengan falsafah "Dua Raja tetapi Satu Rakyat".
Konsep ini lahir dari kesepakatan damai untuk mengakhiri persaingan antara Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo yang bertetangga.
Dalam struktur ini, Raja Gowa didaulat sebagai Somba atau raja tertinggi yang dihormati secara spiritual dan politik.
Sementara itu, Raja Tallo menjabat sebagai Karaeng atau mitra kerja yang sering kali bertindak sebagai Perdana Menteri.
Pembagian tugas ini sangat jelas, Gowa memegang kendali pemerintahan pusat, sedangkan Tallo mengurus urusan maritim.
Sumpah setia diucapkan bahwa "barang siapa yang mengadu domba keduanya, maka ia akan dikutuk oleh Dewata".
Kolaborasi harmonis inilah yang membuat Gowa Tallo mampu bertahan menghadapi berbagai ancaman dari luar selama berabad-abad.
Sebelum Islam masuk, Kerajaan Gowa diperintah oleh raja-raja yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme leluhur.
Garis keturunan raja-raja ini dimulai dari sosok mitologis yang dipercaya turun dari kayangan untuk memimpin manusia.
Berikut adalah urutan raja-raja Gowa awal sebelum memeluk agama Islam secara resmi sebagai agama negara.
Masuknya Islam pada awal abad ke-17 mengubah gelar raja menjadi Sultan, pada masa ini pula VOC masuk.
Berikut adalah tabel lengkap sultan-sultan yang memerintah Gowa Tallo pada masa kejayaan Islam hingga masa transisi.
| Nama Sultan (Gelar Islam) | Masa Pemerintahan | Masa Pemerintahan |
| Sultan Alauddin (I Mangari Daeng Manrabbia) | 1593 - 1639 M | Raja Gowa pertama yang memeluk Islam dan menetapkannya sebagai agama resmi kerajaan. |
| Sultan Malikussaid (I Mannuntungi Daeng Mattola) | 1639 - 1653 M | Memperluas wilayah kekuasaan dan memperkuat armada laut Gowa Tallo. |
| Sultan Hasanuddin (I Mallombasi Daeng Mattawang) | 1653 - 1669 M | Membawa kerajaan ke puncak kejayaan dan memimpin perang besar melawan VOC. |
| Sultan Amir Hamzah (I Mappasomba Daeng Nguraga) | 1669 - 1674 M | Memimpin kerajaan pasca Perjanjian Bongaya dan berusaha memulihkan stabilitas. |
| Sultan Ali (I Mallawakkang Daeng Matinri) | 1674 - 1677 M | Berusaha mempertahankan kedaulatan di tengah tekanan politik Belanda yang kuat. |
| Sultan Abdul Jalil (I Mappadulung Daeng Mattimung) | 1677 - 1709 M | Fokus pada pembenahan internal dan diplomasi untuk menjaga sisa wilayah kekuasaan. |
Sultan Alauddin adalah tokoh sentral yang mengubah haluan sejarah Sulawesi Selatan dengan menerima Islam pada tahun 1605.
Ia mengucapkan dua kalimat syahadat dibimbing oleh Dato' Ri Bandang, seorang ulama penyebar Islam asal Minangkabau.
Langkah beraninya menjadikan Islam sebagai agama resmi negara memicu transformasi budaya dan hukum di seluruh wilayah kerajaan.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Sultan Alauddin juga dikenal sebagai pemimpin yang toleran, tetap mengizinkan pedagang asing beragama lain beribadah dengan tenang.
Di bawah pemerintahannya, salat Jumat pertama kali didirikan secara resmi di Masjid Katangka yang bersejarah.
Nama Sultan Hasanuddin harum sebagai pahlawan nasional yang paling gigih menentang monopoli dagang VOC Belanda.
Ia dijuluki "Ayam Jantan dari Timur" karena keberaniannya memimpin langsung pasukan di medan perang Makassar yang dahsyat.
Pada masa pemerintahannya, Gowa Tallo menguasai jalur perdagangan rempah dari Maluku hingga ke Nusa Tenggara.
Sultan Hasanuddin menolak keras keinginan Belanda untuk membatasi hak berdagang bangsa lain di pelabuhan Somba Opu.
Perjuangannya harus berakhir pahit dengan penandatanganan Perjanjian Bongaya, namun semangatnya tetap hidup di hati rakyat.
Di balik kegemilangan para Sultan Gowa, terdapat peran krusial Raja Tallo yang menjabat sebagai Mangkubumi atau Perdana Menteri.
Posisi ini sangat strategis karena merekalah yang menjalankan roda pemerintahan sehari-hari dan mengatur strategi diplomasi luar negeri.
Salah satu tokoh Raja Tallo yang paling bersinar dalam sejarah adalah Karaeng Pattingalloang yang sangat jenius.
Ia dikenal sebagai "Bapak Intelektual Makassar" yang fasih berbicara dalam bahasa Latin, Portugis, Spanyol, dan Melayu.
Karaeng Pattingalloang mengoleksi buku-buku sains dari Eropa dan memiliki bola dunia besar untuk mempelajari geografi.
Kecerdasannya membuat para duta besar negara asing lebih segan berhadapan dengannya dalam meja perundingan dagang.
Ia adalah otak di balik modernisasi persenjataan dan pemetaan wilayah laut yang membuat pertahanan Makassar sangat kuat.
Tanpa peran Raja Tallo yang cakap, Sultan Gowa mungkin akan kesulitan mengelola kerajaan yang wilayahnya sangat luas.
Mempelajari nama dan silsilah raja-raja Gowa Tallo bukan sekadar menghafal tahun, melainkan memahami estafet perjuangan menjaga kedaulatan bangsa.
Dari kecerdasan Karaeng Pattingalloang hingga keberanian Sultan Hasanuddin, sejarah ini mengajarkan kita tentang harga diri dan kepemimpinan yang berkarakter.
Untuk mendalami detail perjuangan heroik di balik nama besar tersebut, buku Sultan Hasanuddin karya Sutrisno Kutoyo dan Drs. Mardanas adalah referensi yang sangat tepat.
Buku ini mengangkat kisah sosok legendaris sang Ayam Jantan dari Timur dengan narasi yang menggugah semangat nasionalisme.
Penulis menjabarkan secara rinci strategi dan kehebatan Sultan Hasanuddin dalam memimpin rakyatnya melawan penjajahan asing.
Anda juga akan menemukan berbagai pencapaian gemilang yang ditorehkan Kerajaan Gowa Tallo di masa kepemimpinannya.
Segera miliki buku sejarah inspiratif ini dengan membeli buku digitalnya melalui Gramedia Digital.