Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Bed Rotting: Arti, Penyebab, dan Dampaknya bagi Keseharian 

Kompas.com, 30 Juli 2026, 12:00 WIB
Bed Rotting Artinya Sumber Gambar: Magnific.com Bed Rotting Artinya
Rujukan artikel ini:
100 Habits Orang Produktif
Pengarang: Nigel Cumberland
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Pernah merasa bahwa tempat tidur adalah tempat paling nyaman di dunia? Bukannya sedang tidur, tapi kamu memilih rebahan sambil scroll media sosial, menonton film, membaca buku, atau sekadar melamun tanpa ingin beranjak ke mana-mana.

Kebiasaan menghabiskan waktu di tempat tidur seperti ini belakangan dikenal dengan istilah bed rotting.

Tren ini ramai dibicarakan di media sosial dan dianggap sebagai salah satu cara untuk menikmati waktu istirahat.

Namun, apakah bed rotting sekadar rebahan seharian atau ada alasan lain di baliknya? Sebenarnya, apa arti bed rotting, mengapa seseorang melakukannya, dan bagaimana dampaknya bagi keseharian? Yuk, kenali lebih jauh tentang tren yang satu ini.

Apa Itu Bed Rotting?

Secara sederhana, bed rotting adalah istilah populer untuk menggambarkan aktivitas menghabiskan waktu yang cukup lama di tempat tidur untuk beristirahat atau bersantai, bukan hanya untuk tidur.

Istilah ini banyak digunakan di media sosial, terutama untuk menggambarkan momen ketika seseorang sengaja "mager" di tempat tidur setelah menjalani rutinitas yang melelahkan.

Aktivitas yang dilakukan saat bed rotting pun bisa beragam, seperti scrolling media sosial, menonton film dan serial, membaca buku, mendengarkan musik atau podcast, tidur atau sekadar rebahan.

Meski istilahnya terdengar seperti kebiasaan negatif, bed rotting tidak selalu berarti malas.

Dalam kondisi tertentu, seseorang memang membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak dari rutinitas, terutama setelah menjalani hari yang padat atau melelahkan.

Menghabiskan waktu untuk beristirahat juga bisa menjadi bentuk self-care selama dilakukan secara sadar dan tidak berlebihan.

Namun, bed rotting bisa menjadi kurang sehat jika dilakukan terlalu sering dan membuat seseorang terus menunda aktivitas penting.

Misalnya, terlalu lama di tempat tidur hingga melewatkan tugas, mengurangi aktivitas fisik, mengganggu pola tidur, atau membuat rutinitas sehari-hari menjadi berantakan.

Jadi, bed rotting sebenarnya lebih tepat dipahami sebagai tren atau istilah populer untuk menggambarkan kebiasaan bersantai dalam waktu lama di tempat tidur.

Sesekali melakukannya untuk melepas penat tentu berbeda dengan kebiasaan yang sudah mengganggu keseharian.

Penyebab Bed Rotting

Bed rotting bisa terjadi karena berbagai alasan.

Bagi sebagian orang, rebahan di tempat tidur menjadi cara paling mudah untuk mengambil jeda setelah menjalani hari yang padat.

Apalagi, tempat tidur sering dianggap sebagai ruang yang nyaman dan aman untuk beristirahat dari berbagai tuntutan sehari-hari.

Beberapa hal yang dapat mendorong seseorang melakukan bed rotting antara lain:

1. Merasa Lelah secara Fisik

Setelah beraktivitas seharian, tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan energi.

Rasa lelah ini bisa membuat seseorang memilih menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur.

2. Mengalami Kelelahan Mental

Bukan hanya tubuh, pikiran juga bisa merasa lelah.

Banyaknya tugas, pekerjaan, sekolah, atau aktivitas lainnya dapat membuat seseorang membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak dan menenangkan diri.

3. Ingin Mengurangi Stres

Bersantai di tempat tidur sambil melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti menonton film atau mendengarkan musik, bisa menjadi cara seseorang untuk melepas penat setelah menjalani hari yang penuh tekanan.

4. Mencari Kenyamanan

Tempat tidur merupakan salah satu ruang yang paling nyaman bagi banyak orang.

Oleh karena itu, ketika sedang tidak ingin melakukan aktivitas yang berat, seseorang mungkin lebih memilih untuk tetap berada di tempat tidur.

5. Tidak Memiliki Banyak Energi untuk Beraktivitas

Saat energi sedang rendah, aktivitas sederhana pun bisa terasa lebih berat untuk dilakukan.

Akibatnya, seseorang cenderung memilih aktivitas pasif seperti rebahan, scrolling, atau menonton video.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

6. Terbawa Kebiasaan Scrolling

Akses mudah ke media sosial dan layanan streaming juga dapat membuat seseorang betah berlama-lama di tempat tidur.

Awalnya hanya ingin melihat ponsel sebentar, tetapi tanpa sadar waktu berlalu hingga berjam-jam.

7. Membutuhkan Waktu untuk Diri Sendiri

Padatnya aktivitas dan interaksi dengan orang lain terkadang membuat seseorang ingin menikmati waktu sendirian.

Bed rotting kemudian menjadi salah satu cara untuk mendapatkan ruang pribadi dan beristirahat dari rutinitas.

Pada dasarnya, penyebab bed rotting tidak selalu sama bagi setiap orang.

Sesekali menghabiskan waktu di tempat tidur bisa menjadi bagian dari waktu istirahat yang wajar.

Namun, jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus dan mulai menghambat aktivitas sehari-hari, penting untuk mulai memperhatikan pola tersebut dan mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Dampak Bed Rotting

Jika dilakukan terlalu sering atau dalam waktu yang terlalu lama, bed rotting bisa memberikan dampak pada keseharian.

Dampaknya pun dapat berbeda-beda, tergantung seberapa sering dilakukan dan bagaimana kebiasaan tersebut memengaruhi rutinitas seseorang.

Beberapa dampak yang mungkin muncul di antaranya:

1. Aktivitas Menjadi Tertunda

Terlalu lama berada di tempat tidur dapat membuat seseorang menunda tugas, pekerjaan rumah, belajar, atau aktivitas lain yang seharusnya dilakukan.

2. Tubuh Menjadi Kurang Aktif

Menghabiskan terlalu banyak waktu dengan rebahan dapat mengurangi kesempatan untuk bergerak dan melakukan aktivitas fisik ringan dalam keseharian.

3. Pola Tidur Bisa Terganggu

Jika tempat tidur digunakan terlalu lama untuk scrolling atau menonton hingga larut malam, waktu tidur dapat menjadi tidak teratur.

Penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur juga dapat membuat seseorang lebih sulit mengantuk.

4. Produktivitas Menurun

Ketika waktu yang seharusnya digunakan untuk menyelesaikan berbagai aktivitas justru dihabiskan untuk rebahan, pekerjaan bisa semakin menumpuk dan membuat rutinitas terasa kurang teratur.

5. Muncul Rasa Bersalah atau Tidak Nyaman

Setelah terlalu lama tidak melakukan aktivitas, sebagian orang mungkin merasa bersalah karena banyak hal yang tertunda.

Perasaan ini justru dapat membuat waktu istirahat terasa kurang menyenangkan.

Mengambil waktu untuk bersantai dan memulihkan energi merupakan bagian dari keseimbangan hidup.

Yang perlu diperhatikan adalah ketika kebiasaan tersebut mulai mengganggu tidur, aktivitas, tanggung jawab, atau keseharian.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali kebutuhan tubuh, memberikan waktu untuk beristirahat, sekaligus tetap menjaga rutinitas agar tetap seimbang.

Bed rotting tidak selalu buruk.

Sesekali rebahan untuk beristirahat bisa membantu melepas penat, tetapi jika dilakukan berlebihan hingga mengganggu aktivitas dan produktivitas, kebiasaan ini perlu diperhatikan.

Kuncinya adalah menjaga keseimbangan antara istirahat dan aktivitas.

Kalau kamu ingin membangun kebiasaan yang lebih baik dan menjalani hari dengan lebih produktif, buku 100 Habits Orang Produktif karya Nigel Cumberland sangat cocok untuk dibaca.

Buku ini merangkum 100 bab singkat yang penuh dengan ide-ide praktis tentang berbagai kebiasaan, teknik, dan pola pikir yang diterapkan oleh orang-orang produktif untuk menyelesaikan lebih banyak hal.

Dengan penjelasan yang mudah dipahami serta dilengkapi aktivitas dan latihan, buku ini akan membantumu menerapkan kebiasaan positif dan membangun mindset yang dibutuhkan untuk menjadi lebih produktif dalam kehidupan sehari-hari.

Baca selengkapnya dan dapatkan bukunya segera di Gramedia.com atau toko buku Gramedia terdekat.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Masih Ragu Investasi Syariah? 4 Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

Masih Ragu Investasi Syariah? 4 Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

buku
Perdagangan Masa Penjajahan Belanda: Sejarah, Sistem, dan Dampaknya bagi Indonesia

Perdagangan Masa Penjajahan Belanda: Sejarah, Sistem, dan Dampaknya bagi Indonesia

buku
Mengenal Komoditas Utama Masa Kolonial yang Jadi Incaran Belanda

Mengenal Komoditas Utama Masa Kolonial yang Jadi Incaran Belanda

buku
8 Tokoh Perlawanan terhadap Belanda dan Perjuangannya dalam Sejarah Indonesia

8 Tokoh Perlawanan terhadap Belanda dan Perjuangannya dalam Sejarah Indonesia

buku
Hasil Bumi Indonesia Masa Belanda: Rempah-Rempah hingga Komoditas Ekspor

Hasil Bumi Indonesia Masa Belanda: Rempah-Rempah hingga Komoditas Ekspor

buku
4 Pemain Muda Spanyol Paling Bersinar di Piala Dunia 2026

4 Pemain Muda Spanyol Paling Bersinar di Piala Dunia 2026

buku
8 Tokoh Kemerdekaan Korea Selatan Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

8 Tokoh Kemerdekaan Korea Selatan Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

buku
7 Fakta Unik Kemerdekaan Korea yang Jarang Diketahui

7 Fakta Unik Kemerdekaan Korea yang Jarang Diketahui

buku
Hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat: Sejarah Aliansi, Militer, dan Ekonomi

Hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat: Sejarah Aliansi, Militer, dan Ekonomi

buku
Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

buku
Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

buku
Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

buku
Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

buku
Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

buku
Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

buku
Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau