Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Sleepmaxxing? Cara Tidur Berkualitas dan Optimal

Kompas.com, 22 Juli 2026, 16:00 WIB
Sleepmaxxing adalah  Sumber Gambar: Magnific.com Sleepmaxxing adalah 
Rujukan artikel ini:
The Power of Sleep
Pengarang: Vishal Dasani
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Di tengah rutinitas modern yang membuat banyak orang mengorbankan waktu istirahat, muncul berbagai tren yang mencoba mengembalikan perhatian pada kualitas tidur.

Salah satunya adalah sleepmaxxing, sebuah tren yang mengajak seseorang mengoptimalkan kebiasaan tidur melalui perubahan kecil yang lebih terarah.

Namun, sleepmaxxing bukanlah metode medis baru atau jaminan bahwa seseorang akan langsung mendapatkan tidur sempurna.

Tren ini lebih berkaitan dengan penerapan kebiasaan tidur sehat yang selama ini dikenal dalam ilmu tidur, mulai dari menjaga jadwal istirahat hingga menciptakan lingkungan tidur yang lebih mendukung.

Apa itu Sleepmaxxing?

Sleepmaxxing adalah tren gaya hidup yang berfokus pada upaya mengoptimalkan kualitas tidur melalui berbagai kebiasaan dan pengaturan lingkungan tidur.

Praktik ini mencakup pengelolaan jadwal tidur, menciptakan kamar yang lebih nyaman, mengurangi paparan cahaya sebelum tidur, hingga memantau pola tidur menggunakan perangkat digital.

Istilah sleepmaxxing berasal dari budaya internet dengan akhiran “-maxxing” yang berarti memaksimalkan suatu aspek tertentu.

Berbeda dengan metode medis resmi, sleepmaxxing lebih tepat dipahami sebagai pendekatan personal untuk menerapkan kebiasaan tidur yang lebih baik berdasarkan prinsip sleep hygiene.

Menurut Sleep Foundation, sleep hygiene mencakup serangkaian kebiasaan dan kondisi lingkungan yang dapat mendukung kualitas tidur, seperti menjaga jadwal tidur yang konsisten, menciptakan suasana kamar yang nyaman, serta menghindari faktor yang dapat mengganggu waktu istirahat.

Asal-Usul Tren Sleepmaxxing yang Viral di Kalangan Anak Muda

Tren sleepmaxxing muncul ketika sebagian pengguna internet mulai mencari cara untuk memperbaiki kualitas tidur di tengah meningkatnya perhatian terhadap masalah kurang tidur, kelelahan, dan keseimbangan hidup.

Istilah ini berkembang dari budaya wellness digital yang mendorong orang untuk tidak hanya mengejar produktivitas, tetapi juga memperhatikan proses pemulihan tubuh.

Popularitas sleepmaxxing meningkat melalui media sosial seperti TikTok pada sekitar 2024, ketika kreator konten mulai membagikan rutinitas tidur, pengaturan kamar, penggunaan perangkat pelacak tidur, hingga berbagai “sleep hacks”.

Tren ini banyak menarik perhatian generasi muda yang sebelumnya akrab dengan budaya kerja berlebihan dan kebiasaan mengurangi waktu tidur demi aktivitas lain.

Kemunculan tren ini juga berkaitan dengan meningkatnya kesadaran bahwa tidur bukan sekadar waktu berhenti beraktivitas, tetapi bagian penting dari pemulihan fisik dan mental.

Banyak pengguna internet mulai mencari pendekatan yang lebih terstruktur untuk memperbaiki kebiasaan tidur, terutama setelah gaya hidup digital membuat banyak orang sulit memisahkan waktu istirahat dari pekerjaan maupun hiburan.

Secara istilah, kata sleepmaxxing mengikuti pola bahasa internet dengan akhiran “-maxxing”, yang sebelumnya populer melalui istilah seperti looksmaxxing.

Akhiran tersebut digunakan untuk menggambarkan usaha memaksimalkan aspek tertentu, lalu diterapkan pada konteks tidur sebagai upaya meningkatkan kualitas dan durasi istirahat.

Meski terlihat menarik karena menawarkan konsep “mengoptimalkan tidur”, tren ini tetap perlu disikapi secara kritis.

Beberapa praktik yang sering muncul dalam konten sleepmaxxing memiliki tingkat dukungan ilmiah yang berbeda-beda sehingga tidak semua tips viral dapat dianggap sebagai rekomendasi kesehatan yang terbukti efektif.

Tren ini mencerminkan perubahan cara pandang sebagian masyarakat modern yang mulai melihat tidur sebagai investasi kesehatan, bukan sekadar waktu yang hilang dari aktivitas produktif.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Langkah Melakukan Sleepmaxxing yang Ideal

Menerapkan sleepmaxxing tidak harus dimulai dengan perubahan ekstrem, tetapi dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana yang mendukung prinsip tidur sehat (sleep hygiene) secara konsisten.

Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

1. Memprogram Ulang Ritme Sirkadian dengan Paparan Sinar Matahari Pagi

Paparan cahaya alami pada pagi hari membantu mengatur ritme sirkadian, yaitu sistem biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun selama sekitar 24 jam.

Kamu bisa memulai kebiasaan ini dengan mendapatkan paparan cahaya matahari pagi, terutama setelah bangun tidur agar tubuh lebih siap menghadapi aktivitas siang hari dan membantu menjaga waktu tidur tetap teratur.

2. Mengurangi Paparan Cahaya Malam dengan Membuat Kamar Lebih Gelap

Membuat lingkungan tidur lebih gelap menjadi salah satu cara yang banyak diterapkan dalam sleepmaxxing karena cahaya dapat memengaruhi produksi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur rasa kantuk.

Kamu dapat mengurangi cahaya malam dengan menggunakan tirai penutup, mematikan lampu terang sebelum tidur, atau menghindari penggunaan layar terlalu dekat dengan waktu istirahat.

3. Menjaga Suhu Kamar Tetap Nyaman untuk Mendukung Tidur Berkualitas

Mengatur suhu kamar menjadi lebih nyaman dapat membantu tubuh memasuki kondisi yang mendukung proses tidur karena temperatur tubuh secara alami mengalami penurunan ketika seseorang mulai mengantuk.

Lingkungan kamar tidur, termasuk suhu ruangan, memiliki peran dalam kenyamanan tidur dan membantu seseorang mempertahankan kualitas istirahat.

Tidak ada satu angka suhu yang cocok untuk semua orang, tetapi banyak rekomendasi tidur menyarankan kamar yang cenderung sejuk agar tubuh tidak mengalami gangguan akibat rasa terlalu panas.

4. Melakukan Audit Data Harian Menggunakan Sleep Tracker Pintar atau Smartwatch

Perangkat seperti smartwatch atau aplikasi pelacak tidur dapat membantu kamu melihat pola tidur, seperti durasi istirahat, waktu tidur, dan konsistensi jadwal.

Gunakan data dari sleep tracker sebagai bahan evaluasi kebiasaan, bukan sebagai satu-satunya indikator bahwa kualitas tidur sudah baik atau buruk.

Alat Bantu yang Sering Digunakan dalam Tren Sleepmaxxing

Berikut beberapa alat yang sering muncul dalam tren sleepmaxxing beserta fungsi dan catatan penggunaannya:

Alat Bantu Fungsi dalam Sleepmaxxing Catatan
Blue light blocker / kacamata penyaring cahaya biru Membantu mengurangi paparan cahaya biru dari layar atau lampu tertentu menjelang tidur. Efektivitasnya masih menjadi perdebatan karena hasil penelitian berbeda-beda, tetapi mengurangi paparan cahaya terang pada malam hari tetap dianjurkan untuk mendukung ritme sirkadian.
Sleep tracker atau smartwatch Memantau pola tidur seperti durasi tidur, waktu bangun, dan konsistensi jadwal istirahat. Alat ini dapat membantu mengevaluasi kebiasaan.
Kasur atau perangkat pengatur suhu tidur Membantu menciptakan kondisi tempat tidur yang lebih nyaman dengan mengatur panas atau suhu permukaan tidur. Kenyamanan suhu dapat berbeda pada setiap orang sehingga tidak semua pengguna membutuhkan perangkat khusus.
Tirai blackout atau penutup cahaya Mengurangi cahaya dari luar kamar agar lingkungan tidur menjadi lebih gelap. Mengontrol paparan cahaya malam merupakan salah satu bagian dari kebiasaan tidur sehat (sleep hygiene).
Lampu tidur dengan intensitas rendah Membantu mengganti cahaya terang dengan pencahayaan yang lebih lembut sebelum waktu tidur. Pilih pencahayaan yang tidak terlalu terang agar tidak mengganggu persiapan tubuh menuju waktu istirahat.
Mouth tape atau plester mulut Digunakan sebagian orang dalam tren sleepmaxxing untuk membatasi kebiasaan bernapas melalui mulut saat tidur. Penggunaannya masih membutuhkan kehati-hatian karena tidak cocok untuk semua orang, terutama yang memiliki gangguan pernapasan saat tidur.

Menurut Sleep Foundation, faktor lingkungan seperti pencahayaan, suhu kamar, dan kenyamanan tempat tidur merupakan bagian penting dari sleep hygiene.

Sementara itu, perangkat pemantau tidur dapat membantu memberikan gambaran mengenai pola istirahat, tetapi tidak menggantikan diagnosis profesional ketika seseorang mengalami gangguan tidur.

Oleh karena itu, konsep sleepmaxxing sebaiknya tidak dipahami sebagai perlombaan membeli perangkat tidur terbaru.

Perubahan sederhana seperti menjaga jadwal tidur, mengurangi cahaya malam, dan menciptakan kamar yang nyaman tetap menjadi dasar utama sebelum menggunakan alat tambahan.

Tidur yang berkualitas bukan hanya soal durasi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang memahami kebiasaan, lingkungan, dan faktor yang memengaruhi proses istirahatnya.

Hal tersebut menjadi pembahasan utama dalam buku The Power of Sleep karya Vishal Dasani.

Melalui buku ini, pembaca diajak memahami bagaimana tidur berperan dalam menjaga fokus, mengelola stres, dan mendukung keseimbangan kehidupan sehari-hari.

Penjelasannya membantu kamu melihat tidur sebagai kebutuhan biologis yang perlu dirawat, bukan sekadar waktu kosong di antara aktivitas.

Jika kamu ingin memperdalam pemahaman tentang hubungan tidur, produktivitas, dan kesehatan mental, kamu bisa mendapatkan buku ini melalui Gramedia.com dan menjadikannya panduan untuk membangun kebiasaan tidur yang lebih sehat!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Masih Ragu Investasi Syariah? 4 Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

Masih Ragu Investasi Syariah? 4 Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

buku
Perdagangan Masa Penjajahan Belanda: Sejarah, Sistem, dan Dampaknya bagi Indonesia

Perdagangan Masa Penjajahan Belanda: Sejarah, Sistem, dan Dampaknya bagi Indonesia

buku
Mengenal Komoditas Utama Masa Kolonial yang Jadi Incaran Belanda

Mengenal Komoditas Utama Masa Kolonial yang Jadi Incaran Belanda

buku
8 Tokoh Perlawanan terhadap Belanda dan Perjuangannya dalam Sejarah Indonesia

8 Tokoh Perlawanan terhadap Belanda dan Perjuangannya dalam Sejarah Indonesia

buku
Hasil Bumi Indonesia Masa Belanda: Rempah-Rempah hingga Komoditas Ekspor

Hasil Bumi Indonesia Masa Belanda: Rempah-Rempah hingga Komoditas Ekspor

buku
4 Pemain Muda Spanyol Paling Bersinar di Piala Dunia 2026

4 Pemain Muda Spanyol Paling Bersinar di Piala Dunia 2026

buku
8 Tokoh Kemerdekaan Korea Selatan Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

8 Tokoh Kemerdekaan Korea Selatan Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

buku
7 Fakta Unik Kemerdekaan Korea yang Jarang Diketahui

7 Fakta Unik Kemerdekaan Korea yang Jarang Diketahui

buku
Hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat: Sejarah Aliansi, Militer, dan Ekonomi

Hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat: Sejarah Aliansi, Militer, dan Ekonomi

buku
Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

buku
Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

buku
Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

buku
Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

buku
Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

buku
Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

buku
Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau